Rukun Sholat

5 min read

Sholat ialah tiang agama yang begitu sangat penting bagi kalangan muslim. Dengan shalat yakni dapat membedakan antara orang muslim dan terhadap orang kafir. “Sungguh yang dapat memisahkan antara seorang muslim terhadap sifat kekufuran dan kesyirikan ialah jika meninggalkan sholat“.

Jika dalam melakukan ibadah sholat tidak baik, maka seluruh amal perbuatan dianggap buruk juga. Berbicara mengenai sholat, dalam ajaran islam sholat menjadi hal yang wajib di lakukan dengan niat dan tulus hati karena Allah SWT.

Dalam rukun ini, menjadi sebuah tata cara urutan untuk melaksanakan ibadah sholat yang dilakukan secara tertib dan wajib untuk di laksanakan, tidak boleh menunda-nunda sholat. Maka, sholat dapat mengendalikan dari perbuatan mungkar dan keji. Sholat bagaikan perisai terhadap tubuh.

Kalian pasti tidak asing bukan mendengar istilah Sholat bagi kaum muslim? Ternyata di dalam sholat terdapat beberapa cara untuk melakukan sholat dengan tertib yakni menurut ajaran islam.

Apa itu Sholat?

Dalam bahasa sholat ialah do’a, sedangkan menurut istilah, sholat adalah suatu ibadah bagi kaum muslim yang terdiri atas kata-kata serta suatu tindakan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan akan diakhiri dengan salam dengan persyaratan dan rukun tersebut.

Pengertian-Sholat

Pada dasarnya, sholat dapat memaparkan bahwa Allah SWT, dapat menciptakan sebuah rasa takut terhadap Allah dan membangkitkan dalam diri setiap jiwa kesadaran yang begitu mendalam akan kekuatan dan kebesaran Allah SWT.

Pengertian Sholat adalah tugas sebagai kaum muslim terhadap untuk selalu taat hanya kepada-Nya, kepada Pencipta-Nya dan pada dasarnya bagi orang-orang yang membutuhkan sholat.

Menurut Ash Shiddieqy, sholat merupakan sebuah menggambarkan sholat rukhus atau jiwa sholat, yaitu akan berharap dengan segenap hati dan hanya kepada Allah, dengan cara kekhusyu’kan di hadapan Allah dan disertai dengan hati yang tulus, selalu berdoa, berdzikir, dan memuji-Nya.

Mereka yang melakukan sholat akan diberikan sebuah ganjaran, dan jika mereka meninggalkannya, maka mereka akan berdosa. Imbalan untuk sholat akan lebih banyak berjama’ah daripada sholat sendirian. Komitmen ini menjadi pondasi seperti tiang. Ketika tiang akan runtuh, maka semua tiangnya akan roboh dan seluruh amalan juga tidak begitu sempurna.

Imbalan untuk sholat akan lebih banyak berjama’ah daripada sholat sendirian. Komitmen ini menjadi pondasi seperti tiang. Ketika tiang akan runtuh, maka semua tiangnya akan roboh dan seluruh amalan juga tidak begitu sempurna.

Syarat Sah Sholat

Dalam sholat harus dilakukan dengan pengetahuan atau ilmu menurut ajaran islam. Berarti bahwa perlu tahu mengenai syarat wajib sholat. Setiap umat Muslim yang memenuhi persyaratan syarat sah dan wajib melakukan ibadah sholat secara tertib. Adapun syarat wajib untuk sholat ialah:

  • Orang tersebut harus mempunyai agama Muslim.
  • Memiliki akan yang sehat.
  • Mengerti tentang hukum sholat dan tata caranya.
  • Sudah baligh atau dewasa.
  • Suci dan bersih dari najis dan hadast.
  • Keadaan sadar.

Terdapat beberapa persyaratan yang telah diajukan kepada syarat sah sholat agar setiap umat Muslim yang memenuhi tugas sholat dapat dipahami, diantaranya ialah:

  • Sudah masuk dalam waktu sholat.
  • Ketika sholat harus menghadap ke kiblat.
  • Dapat menutupi aurat.
  • Suci dari hadas besar maupun hadas kecil.
  • Mengetahui tata cara melakukan sholat.

Rukun Sholat

Rukun Sholat merupakan dari niat dan Takbiratul Ihram serta diakhiri dengan salam. Semua rukun tersebut harus dilakukan secara berurutan dan tertib, dan tidak boleh diacak seperti yang di inginkan, tentunya terdapat urutannya. Karena itu akan membatalkan sholat Anda. Berikut merupakan tata cara melakukan sholat, ialah:

1. Niat

Niat adalah harus dilakukan dari dasar hati yang tulus. Niat menjadi tujuan dan maksud untuk melaksanakan ibadah. Contohnya akan berniat sholat maghrib. Maka harus dengan sepenuh hati dan bertekad untuk melakukan sholat maghrib tersebut.

Adapun niatnya ialah:

Usholli fardhol maghribi tsalaatsa roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’alaa.

Artinya:
“Aku niat untuk melakukan sholat fardu maghrib 3 rakaan, dengan menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”.

2. Takbirotul Ihrom

Pastikan berada dalam posisi berdiri sempurna sebelum menjalankan takbirotul. Berdiri secara tegak salah satu rukun sholat. Cara untuk berdiri tegak adalah duduk dan tidak membungkuk, kecuali jika telah sakit. Tangan dekat dengan tubuh. Kaki sedikit melebar dengan bahu. Semua ujung jari terfokus pada kiblat, dan pandangan menuju sujud.

Adapun bacaannya ialah:

Bacaan Takbirotul Ihrom

Allahuakbar kabirowalhamdilillah hi katsiroo wasubhanallah hibukrotaw wasilaa. Inniwajjah tuwajhiyalilladzii fatorossamaawaa tiawalardzo haniifammuslimaaw wanaaminalmusyrikiin. Innasholaatii wanusuki wamahyaaya wamamatiilillahi rombbil ‘aalamin. Laasariikalahu, wabidalika umirtu waanaa minalmuslimiin.

Artinya:
“Allah maha besar, segala puji bagi Allah. Maha suci Allah pada pagi sampai petang hari, Aku menghadap kepada Allah yang menciptakan bumi dan langit dengan kepasrahan diri, dan aku bukanlah orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan mati hanyalah kepadamu ya Allah”.

Kemudian lakukan ihrom takbirotul. Takbirotul Ihrom menjadi gerakan yang memulai doa. Gerakan takbirotul ihrom terjadi dengan mengangkat kedua tangan sehingga ujung jari sejajar dengan bagian atas telinga dan telapak tangan menunjuk ke kiblat dengan kalimat Takbir.

3. Membaca Al Fatihah

Dalam surah Al-Fatihah menjadi surat Alquran untuk dibaca dalam doa dalam sholat Fardlu dan sholat Sunnah. Jika seorang pendeta dalam keadaan sholat sendirian, maka harus membacanya dengan lantang, sementara itu penting bagi masyarakat umum untuk mendengarkan dan memeriksanya dengan cermat.

Surah Al-Fatihah berbunyi sebagai berikut:

Bacaan-Surat-Al-Fatihah

Bismillahirrohmaanirrohiim (1) Alhamdulillah hirobbil ‘alaaminn (2). Arrohmaanirrohiimm (3) Maalikiyaumiddiinn (4) Iyyaakana’budu waiyya kanashtah’iinn (5) Ihdinashirootol mustaqiim (6) Shirootolladzina an’amta’alaihim ghoiril mughdzuubi’alaihim waladzooliin (7)

Artinya:
“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh dunia, Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, pemilik Hari Penghakiman. Kami hanya menyembah Engkau dan hanya Engkaulah kami meminta bantuan. Tunjukkan pada kami jalan lurus yakni jalan orang-orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadamu Ya Allah, bukan mereka yang murka, dan bukan orang-orang yang tersesat”.

4. Ruku’ dengan Tumakninah

Ruku’ merupakan sebuah kegiatan menekuk tubuh tegak untuk membentuk sudut yang benar. Sehingga punggung tersebut dalam posisi lurus.

Adapun bacaannya ialah:

Bacaaan-Ruku

Subhaana robbiyal ‘adziimiwabihamdi

Artinya:
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya”

Gerakan ini memiliki efek positif pada tubuh di bagian pinggang. Dan secara spiritual, ruku’ merupakan sebuah gerakan untuk mengendalikan kepercayaan pada Allah SWT. Yang paling penting adalah menekuk tubuh dengan tangan di atas lutut dan membentuk tubuh yang lurus.

5. I’tidal dan Thuma’ninah

Itidal adalah sebuah gerakan yang dilakukan setelah membungkuk atau ruku’. Yakni tegak dan berdiri secara
sempurna. Pasti akan merasakan peregangan pada otot. Hal ini biasanya dapat menyembuhkan gangguan seperti rasa sakit di pinggang.

Adapun Bacaannya ialah:

Allahumma robanaalakal hamdu, milussamaawaati, wamilul’ardi wamil’umaasyikta minsyai’immba’du

Artinya:
“Ya Allah, ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apapun yang Engkau kehendaki”

6. Sujud dan Thuma’ninah

Setelah I’tidal selesai, gerakan doa yang memasuki dalam sholat ialah sujud, sujud harus dilakukan dengan serius.

Adapun bacaannya ialah:

Subhaana robbiyal a’laa wabihamdi

Artinya:
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan ini aku memuji-Nya:

Sujud adalah gerakan untuk meletakkan dahi di lantai. Dalam sejarah hadits yang disebutkan, setidaknya ada 7 anggota tubuh yang harus menyentuh tanah saat sujud, yaitu wajah (hidung dan dahi), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki.

7. Duduk Diantara Dua Sujud

Duduk di antara dua sujud dapat dilakukan setelah sujud pertama. Cara rukun dalam sholat ialah berdiri dari sujud sambil duduk dan melipat kaki kiri sebagai penyangga berat tubuh, sementara kaki kanan duduk sebagai alas.

Adapun bacaannya ialah:

Bacaan-Duduk-Diantara-Dua-Sujud

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu’ annii.

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhi aku, angkatlah derajatku ini, berikan aku kebahagiaan, beri aku petunjuk, beri aku kesehatan dan ampunilah aku.”

8. Tasyahud Akhir

Setelah duduk di antara dua sujud, akan melakukan sujud lagi dan kemudian melanjutkan dengan gerakan Tasyahud akhir. Rukun sholat, tasyahud terakhir harus dilakukan dan sholawat nabi harus dibacakan.

Adapun bacaannya ialah:

Bacaan-Tasyahud-Awal

Attahiyyatul mubaarokatus sholawatut toyyibatulillah, assalaamu’alaika ayyohannabiyyu warohmatullahi wabarokatuh, assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibadisholihiin, asyhaduan lailaaha illallooh, waasyhadu annamuham madarrosuulullah

Artinya:
“Semua kehormatan, rahmat, keberkahan dan keselamatan (shalawat) dan kebaikan hanya milik Allah. Salam, rahmat Allah dapat tetap dicurahkan kepada Allah, wahai Nabi (Muhammad), keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah bisa bersama kami. Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan merupakan Muhammad adalah utusan Allah. “

Pada saat Tasyahud terakhir, harus melafalkan sholat untuk Tuhan Nabi Muhammad SAW.

Attahiyyatul mubaarokatus sholawatut toyyibatulillah, assalaamu’alaika ayyohannabiyyu warohmatullahi wabarokatuh, assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibadisholihiin, asyhaduan lailaaha illallooh, waasyhadu annamuham madarrosuulullah,

Allahumma shollia’ala saiyyinia ibroohim wa’ala saiyyidina ibrohim, wabaarik’ala saiyidina muhammad, wa’ala saiyyidina muhammda, kamaa barokta’ala saiyyidina ibroobim, wa’ala saiyydina ibroohim, Fil’alamina innakahami dummajid

Artinya:
“Semua kehormatan dan berkat, kebaikan dan kebahagiaan adalah milik Tuhan. Pujilah engkau, wahai Nabi Muhammad, dan berkah dan rahmatmu.

Keselamatan juga dicurahkan untuk kami dan untuk semua hamba Allah yang benar. Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah.

Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah. Ya Allah! Berikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat bersama Nabi Muhammad.

Sebagaimana Engkau telah menunjukkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan banyak berkah bagi Nabi Muhammad dan keluarganya.

Bagaimana Engkau telah memberkati Nabi Ibrahim dan keluarganya. Bahwa Engkau adalah Tuhan yang sangat terpuji pada hakikatnya sangat mulia”.

9. Salam

Sholat merupakan suatu ibadah yang dimulai dengan takbiratul ihrom dan berakhir dengan salam. Salam menjadi rukun sholat sebagai penutup sholat. Serangkaian doa diakhiri dengan salam.

Adapun bacaannya ialah:

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Artinya:
“Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah juga kepada-Mu”

Pada dasarnya sholat merupakan sebuah ibadah untuk mencegah tindakan mungkar dan keji. Berharap kita semua menerima rahmat dan berkah dari Allah SWT melalui sholat yang tertib, benar dan tepat waktu. Sehingga kehidupan di dunia dan di akhirat selalu bahagia.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini mengenai Rukun Sholat. Semoga ulasan ini dapat berguna dan dapat bermanfaat bagi Anda semua.