Shalat Dhuha

3 min read

Shalat Dhuha

Shalat Dhuha – Shalat sunnah terdapat banyak macamnya. Salah satu shalat sunnah yaitu shalat dhuha yang sering dilakukan pada waktu pagi hari dan dapat membantu setiap orang Muslim untuk memperlancar pintu rejeki.

Berikut ini akan dijelaskan tentang shalat dhuha mulai dari apa itu shalat dhuha, waktu pengerjaan, niat shalat, doa sesudah shalat, surat-surat yang biasa dibaca saat shalat, hingga keutamaannya. So, simak dan pahami ya…

Shalat Dhuha

Pengertian Shalat Dhuha

Shalat Dhuha merupakan shalat sunnah yang dilakukan seorang muslim pada waktu matahari sedang naik. Waktu sholat dhuha yaitu waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya kira-kira pukul tujuh pagi hingga masuk waktu dzuhur. Sekurang-kurangnya jumlah rakaat sholat dhuha yaitu dua rakaat, bisa empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, hingga dua belas rakaat. Saat sholat dhuha setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

Waktu Shalat Dhuha

Shalat Dhuha memiliki batas waktu pelaksanaan yang terbagi menjadi beberapa waktu yaitu sebagai berikut:

1. Awal waktu sholat dhuha, yaitu setelah matahari terbit dan meninggi hingga setinggi tombak. Berdasarkan hadist riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW. bersabda:

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

Artinya: “Kerjakan shalat subuh lalu tinggalkanlah shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Saat matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim)

2. Akhir waktu sholat dhuha, yaitu saat matahari akan tergelincir ke arah Barat.

3. Waktu sholat dhuha yang paling utama untuk dilaksanakan yaitu dilakukan di akhir waktu, saat matahari sudah mulai panas. Berdasarkan hadist riwayat Muslim, yaitu:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Artinya: “Zaid bin Arqom melihat orang-orang mengerjakan sholat dhuha (ketika waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata, “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat dhuha pada selain waktu yang mereka kerjakan saat itu adalah lebih utama. Karena sesungguhnya Rasulullah SAW. bersabda, “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah yaitu ketika waktu anak-anak unta telah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari.” (HR. Muslim)

Meskipun demikian, terdapat juga waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat dhuha, yaitu sebagai berikut:

1. Waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat dhuha yaitu setelah subuh hingga saat matahari terbit. Waktu pelaksanaan ini dapat berubah tergantung waktu terbitnya matahari saat itu, yaitu sekitar pukul 06.00 hingga pukul 07.30 pagi.

Dari Ibnu Umar berkata, “Rasulullah SAW. bersabda, “Jika sinar matahari terbit, maka akhirilah (jangan melaksanakan) shalat hingga matahari tinggi. Dan jika sinar matahari terbenam, maka akhirilah (jangan melaksanakan) shalat hingga matahari terbenam’.” (HR. Bukhari)

2. Waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat dhuha yaitu saat memasuki waktu matahari berada di atas kepala hingga tergelincirnya matahari. Tergantung waktu tergelincirnya matahari yaitu sekitar pukul 11.30 hingga pukul 12.15.

Niat Shalat Dhuha

Lafadz niat shalat dhuha yaitu:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Doa Shalat Dhuha

Doa yang biasa dibaca sesudah selesai shalat dhuha yaitu:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innad dhuha-a dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin.

Artinya: “Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, maka turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh”.

Surat yang Dibaca

Surat-surat yang paling baik dibaca saat shalat dhuha yaitu:

  • Surat Asy Syams
  • Surat Ad Dhuha
  • Surat Al Kafirun
  • Surat Al Ikhlas
  • Surat Al Waqi’ah
  • Surat Quraisy

Surat yang paling disunnahkan ketika melakukan sholat dhuha yaitu:

  • Rakaat pertama disunnahkan membaca Surat Asy Syams
  • Rakaat kedua disunnahkan membaca Surat Ad Dhuha

Untuk rakaat selanjutnya:

  • Setiap rakaat pertama disunnahkan membaca Surat Al Kafirun
  • Setiap rakaat kedua disunnahkan membaca Surat Al-Ikhlas

Tata cara pelaksanaan sholat dhuha sama halnya dengan pelaksanaan shalat lainnya.

Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan atau faedah dari shalat dhuha yang dirasakan oleh orang yang melaksanakannya adalah dapat melapangkan dada dalam segala hal terutama dalam hal rizki. Berikut beberapa keutamaan sholat dhuha:

1. Sholat dhuha sebagai penghapus dosa

Sesuai dengan sabda Raulullah:

“Barang siapa yang mengerjakan shalat dhuha dan mampu membiasakan diri (untuk menjaganya) setiap waktu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Sekalipun dosa-dosanya itu banyak seperti buih di lautan.” (HR. At Tirmidzi)

2. Sholat dhuha sebagai Wasiat Rasulullah SAW.

Dari Abu Hurairah RA. berkata:

“Rasulullah SAW., kekasihku telah berwasiat padaku tiga hal: supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha (setiap hari), dan shalat witir sebelum tidur.” ( HR. Buhkari dan Muslim).

3. Sholat dhuha sebagai pengganti sedekah anggota badan

Rasulullah SAW. bersabda:

“Setiap sendi tubuh setiap orang di antara kamu harus disedekahi pada setiap harinya. Mengucapkan satu kali tasbih (Subhanallah) sama dengan satu sedekah, satu kali tahmid (Alhamdulillah) sama dengan satu sedekah, satu kali tahlil (La ilaha illallah) sama dengan satu sedekah, satu kali takbir (Allahu Akbar) sama dengan satu sedekah, satu kali menyuruh kebaikan sama dengan satu sedekah, dan satu kali mencegah kemungkaran sama dengan satu sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan melaksanakan dua rakaat shalat dhuha.” (HR Muslim dan Abu Dawud)

Baca Juga:

Dengan mengetahui dan memahami hal-hal tentang sholat dhuha, semoga dapat menambah semangat Anda untuk dapat melaksanakan dan membiasakan diri mengerakannya.