Shalat Idul Adha

3 min read

Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha – Bagi sebagian besar umat Muslim yang mampu secara finansial, fisik, dan mental akan mengerjakan kewajibannya yaitu melaksanakan rukun islam yang kelima yaitu melakukan ibadah haji di tanah suci. Bagi umat Muslim yang tidak melakukan ibadah haji saat menjelang Hari Raya Idul Adha seluruh umat muslim akan menjalankan ibadah kurban dan sholat Idul Adha.

Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Islam. Disebut dengan Idul Adha sebab pada saat itu umat Islam merayakan hari kegembiraan yaitu umat Muslim dianjurkan untuk berkurban. Pada umumnya salat Idul Adha dilakukan secara berjamaah di masjid pada pagi hari, sama seperti Idul Fitri.

Berikut ini akan dijabarkan mengenai shalat Idul Adha mulai dari pengertian, hukum, tata cara pelaksanaannya, bacaan niat, dan hal-hal yang disunnahkan sebelum melaksanakan sholat idul adha, serta keutamaannya. Simak terus ya….

Apa itu Shalat Idul Adha ?

Idul adha atau hari raya kurban merupakan salah satu hari raya Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijah. Hukum mengerjakannya yaitu sunnah muakkad atau sangat dianjurkan bagi laki-laki atau pun perempuan, musafir atau mukim.

Rasulullah SAW. tidak pernah meninggalkan sholat Idul adha. Sholat Idul adha sangat dianjurkan dikerjakan secara berjamaah. Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha yaitu dimulai dari terbitnya matahari sampai tergelincirnya matahari.

idul-adha

Adapun perintah dalam Al Qur’an yang menunjukkan wajibnya shalat Id yaitu firman Allah SWT. dalam surat Al Kautsar ayat 2, sebagai berikut:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2)

Tempat pelaksanaan shalat Id lebih utama dilaksanakan di tanah lapang, kecuali ada udzur seperti hujan. Abu Sa’id Al Khudri mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

Artinya: “Rasulullah SAW. biasa keluar pada hari raya Idul Fithri dan Idul Adha menuju tanah lapang.”

Pelaksanaan Shalat Idul Adha

Lafadz niat sholat idul adha sebagai imam yaitu:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan ‘iidil adhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah idul adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Dan lafadz niat sholat idul adha sebagai makmum yaitu:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan ‘iidil adhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah idul adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Saat rakaat pertama, setelah niat membaca takbiratul ikhram, lalu membaca doa iftitah. Sesudah itu, takbir sebanyak tujuh kali dan Setiap kali takbir disunnahkan membaca tasbih. Setiap kali takbir, disunnahkan membaca zikir berikut ini:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”

Sesudah takbir sebanyak 7 kali dan membaca tasbih tersebut, lalu membaca surat Al Fatihah dan diteruskan dengan membaca pendek, lebih utama untuk membaca surat Al A’la atau surat Qaf.

Saat rakaat kedua, setelah berdiri membaca takbir sebanyak lima kali dan di tiap-tiap takbir disunnahkan membaca tasbih seperti pada rakaat pertama. Setelah itu membaca surat Al Fatihah dan membaca surat pendek, yang lebih utama membaca surat Al Ghasyiah.

Khotbah Idul adha dikerjakan seperti khotbah sholat Jumat, yaitu sebanyak dua kali khotbah. Akan tetapi, pada khotbah pertama Idul adha dianjurkan membaca takbir sebanyak sembilan kali, dan khotbah kedua membaca takbir sebanyak tujuh kali. Saat imam sedang khotbah, makmum dianjurkan untuk mendengarkan khotbah terlebih dahulu, dan tidak disarankan terburu-buru pulang sebelum imam selesai khotbah. Sebaiknya dalam khotbah Idul Adha berisi tentang ibadah haji dan hukum berkurban.

Syarat Shalat Idul Adha

Syarat sholat Idul adha sebagai berikut:

  1. Sholat Idul Adha dikerjakan sesudah terbit matahari.
  2. Dilaksanakan di tempat terbuka atau tanah lapang jika tidak hujan. Akan tetapi, menurut Mazhab Syafi’I sholat Idul Adha lebih baik dikerjakan di masjid apabila masjid nya besar dan mampu menampung jumlah jamaah yang hadir.
  3. Sholat Idul adha sebaiknya dikerjakan secara berjamaah. Bila berhalanagan untuk sholat berjamaah, boleh dikerjakan secara sendirian. Abu Hasan Ali Al Bagdadi dalam kitab Al Iqna “fiqh Asy Syafi’I mengatakan bahwa: “Dan hendaklah melaksanakan sholat dua hari raya dalam keadaan hadir maupun berpergian, baik dengan berjamaah maupun sendiri-sendiri”.
  4. Sesudah selesai melaksanakan sholat Idul adha selesaikanlah dengan khutbah.

Sunnah Sholat Idul Adha

Berikut merupakan hal-hal yang disunahkan sebelum menunaikan sholat idul adha, yaitu:

  1. Melaksanakan mandi atau membersihkan diri
  2. tidak melaksanakan makan dan minum sebelum pergi sholat idul adha, kecuali sesudah sholat
  3. Memakai pakaian yang sebaik-baiknya yang dimiliki
  4. Menggunakan wangi-wangian yang dimilikinya
  5. Berjalan kaki saat akan ke tempat salat, apabila keadaan mendesak seperti jarak yang jauh atau kondisi kesehatan tertentu diperbolehkan menggunakan kendaraan
  6. Menempuh jalan yang berlainan pada saat berangkat dan pulang sesudah mengerjakan sholat idul adha
  7. Takbiran

Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dari Jabir ra., “bahwa Rasulullah SAW menempuh jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang salat Idul adha.”

Saat hari raya idul adha takbir dimulai dari subuh pada hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijah dan setiap sholat fardhu pada hari-hari tanggal tersebut. Agar tersedia lebih banyak waktu untuk proses penyembelihan dan pembagian hewan kurban, sebaiknya menyegerakan pelaksanaan shalat Idul adha,

Ucapan Saat Idul Adha

Para sahabat nabi memberikan ucapan kepada sesama umat Muslim di hari raya Idul Adha, biasanya mengucapkan dengan kalimat:

“Taqabbalallahu minna wa minkum.”

Artinya: “Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian.”

Berdasarkan hadits berikut:

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن .

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah SAW. berjumpa dengan hari Idul Fitri atau Idul Adha, satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka, artinya Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian.”

Keutamaan Shalat Idul Adha

Dalam shalat Idul Adha terdapat beberapa keutamaan-keutamaan yang didapat, di antaranya yaitu:

  1. Mendapatkan pahala melaksanakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW. telah mencontohkan dan mengajak umatnya dalam menyambut hari raya idul adha atau kurban dengan mendirikan shalat sebagai bentuk syukur atas anugerah Allah SWT. dengan disyariatkan melakukan penyembelihan hewan kurban.
  2. Ibadah yang dilakukan pada bulan Dzulhijah akan ditambah pahalanya.
  3. Mempererat tali silaturrahmi.

Baca Juga:

Demikianlah artikel tentang shalat idul adha. Semoga dapat membantu dan bermanfaat. Sehingga, kita dapat mengamalkan amalan sunnah yang dapat menambah paha kita.

Shalat Idul Fitri

_pur
3 min read

Shalat Sunnah Rawatib

_pur
3 min read

Shalat Witir

_pur
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *