Shalat Idul Fitri

3 min read

Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri – Umat Islam yang telah berjuang selama satu bulan lamanya melawan dan menjaga hawa nafsu, untuk fokus pada amalan-amalan baik dan beribadah kepada Allah SWT. merupakan makna dari hari kemenangan. Pelaksanaan hari raya idul fitri juga sebagai penanda bahwa berakhirnya pelaksanaan zakat fitrah.

Di hari-hari biasanya mungkin akan sangat jarang tiap-tiap umat Islam bertemu dan saling bertegur sapa, sedangkan saat hari raya idul fitri merupakan suatu kesempatan besar untuk dapat bertemu dan bersilahturahmi.

Pertanyaan yang muncul yaitu: Bagaimana tata cara pelaksanaannya? Bagaimana niat dan bacaannya? Mari kita simak bersama tata cara sholat idul fitri sekaligus sunnahnya di bawah ini.

Seluruh umat Muslim akan menyambut hari kemenangan sesudah menunaikan puasa ramadhan selama satu bulan lamanya yaitu hari raya idul fitri. Bagi umat Islam momen berkumpul bersama keluarga dan saling bersilaturahmi menjadi salah satu hal yang biasanya dilakukan saat hari raya. Hal lain yang biasanya dilakukan oleh umat muslim yaitu menunaikan sholat idul fitri.

Sholat idul fitri dikerjakan pada pagi hari pada tanggal 1 Syawal. Hukum shalat idul fitri yaitu sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan. Sholat idul fitri lebih baik apabila dilaksanakan secara berjamaah. Boleh juga dikerjakan secara sendiri atau munfarid apabila berhalangan menunaikannya secara berjamaah.

Untuk wanita yang sedang berhalangan shalat tetap dianjurkan untuk datang menuju tempat sholat idul fitri dan mendengarkan khutbah idul fitri tetapi harus menjauhi tempat sholat sebagaimana diriwayatkan dalam hadist dari Ummu ‘Athiyah yang mana beliau berkata:

“Nabi SAW. memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘id (Idul Fitri atau pun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.” (HR. Muslim no. 890, dari Muhammad, dari Ummu ‘Athiyah).

Sholat idul fitri berjumlah dua rakaat. Tata cara pelaksanaan sholat idul fitri seperti kebanyakan sholat lainnya, akan tetapi ada sedikit perbedaan dan diakhiri dengan khutbah.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Shalat-Idul-Fitri1

Adapun tata cara pelaksanaan sholat idul fitri sebagai berikut:

Setelah menunaikan shalat subuh dan mandi sunnah hari raya idul fitri, berangkatlah menuju masjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan takbir.

Pada saat menuju tempat sholat, dianjurkan untuk membaca takbir yaitu:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk Engkau.”

Setibanya di masjid, sebelum duduk sebaiknya shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat. Tetapi, jika di tanah lapang maka tidak tahiyatul masjid. Kemudian duduk dengan ikut membaca takbir berulang-ulang, sampai dimulainya sholat idul fitri.

Niat shalat Idul fitri sebagai Makmum sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan ‘iidil fithri rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Sedangkan bila jadi imam, lafadz niat sholat Idul Fitri sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan ‘iidil fithri rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Saat rakaat pertama: Setelah niat membaca takbiratul ikhram, lalu membaca doa iftitah. Sesudah itu, takbir sebanyak tujuh kali dan Setiap kali takbir disunnahkan membaca tasbih. Berikut lafal tasbih:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaah wal hamdu lillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”

Sesudah takbir sebanyak 7 kali dan membaca tasbih tersebut, lalu membaca surat Al Fatihah dan diteruskan dengan membaca pendek, lebih utama untuk membaca surat Al A’la atau surat Qaf.

Saat rakaat kedua: Setelah berdiri membaca takbir sebanyak lima kali dan di tiap-tiap takbir disunnahkan membaca tasbih seperti pada rakaat pertama. Setelah itu membaca surat Al Fatihah dan membaca surat pendek, yang lebih utama membaca surat Al Ghasyiah.

Saat membaca surat Al Fatihah dan surat-surat lainnya, imam membaca dengan suara yang nyaring dan mamkum tidak nyaring.

Khutbah dilakukan dua kali setelah sholat idul fitri. Pada khutbah pertama Idul fitri dianjurkan membaca takbir sebanyak sembilan kali, Sedangkan pada khutbah kedua membaca takbir sebanyak tujuh kali dan pembacaannya harus berturut-turut.

Khutbah Idul fitri dilakukan sama halnya seperti khutbah shalat Jum’at, yaitu sebanyak dua kali khutbah. Namun, saat imam sedang khutbah, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri terlebih dahulu hingga selesai, dan tidak disarankan untuk membubarkan diri atau buru-buru pulang sebelum imam selesai berkhutbah. Hendaknya khutbah dalam Idul FItri berisi tentang zakat fitrah.

Berdasarkan hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bahwa:

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR. Asy Syafi’i)

Sunnah Sholat Idul Fitri

Berikut merupakan hal-hal yang disunahkan sebelum menunaikan sholat idul fitri, yaitu:

  1. Melaksanakan mandi atau membersihkan diri
  2. Melaksanakan makan dan minum sebelum pergi sholat idul fitri
  3. Memakai pakaian yang sebaik-baiknya yang dimiliki
  4. Menggunakan wangi-wangian yang dimilikinya
  5. Menempuh jalan yang berlainan pada saat berangkat dan pulang sesudah mengerjakan sholat idul fitri
  6. Takbiran

Niat mandi Hari Raya Idul Fitri sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liyaumi ‘iidil fithri sunnatan lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku sengaja mandi pada hari Raya Idul Fitri sunnah karena Allah Ta’ala.”

Pada hari raya idul fitri disunnahkan membaca takbir di luar sholat. Takbir dimulai dari terbenamnya matahari hingga imam berdiri untuk melaksanakan sholat idul fitri.

Hikmah Shalat Idul Fitri

Pelaksnaan sholat idul fitri mempunyai hikmah yang luar biasa diantaranya yaitu:

1. Merasakan Persatuan Umat Islam

Karena saat shalat berjamaah idul fitri, seluruh umat Islam berkumpul bersama menjadi satu, tanpa melihat perbedaan latar belakang apapun. Oleh karena itu, terasa sekali persatuan umat Islam menjadi kesatuan yang utuh.

2. Mensucikan Diri dan Saling Memaafkan

Bertemunya setiap umat Islam, akan menyebabkan tiap-tiap orang untuk saling menyapa dan memaafkan.

3. Menambah Ukhuwah Islamiyah

Seluruh umat Islam akan bertemu dan yang jarang bertemu akan saling dipertemukan. Apalagi terdapat sunnah untuk mengambil jalan yang berbeda dari pergi dan pulang. Hal ini akan menimbulkan terciptanya ukhuwah islamiyah.

Baca Juga:

Demikianlah tata cara sholat idul fitri, sunnah menunaikannya. Semoga bermanfaat ya.

Shalat Sunnah Rawatib

_pur
3 min read

Shalat Idul Adha

_pur
3 min read

Shalat Witir

_pur
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *