Shalat Istikharah

3 min read

Shalat Istikharah

Shalat Istikharah – Hidup adalah pilihan. Kita selalu dilibatkan dengan sebuah pilihan dan keputusan. Dalam agama Islam, kita dituntun untuk memohon petunjuk dari Allah SWT. dalam menentukan sebuah keputusan dan pilihan untuk kehidupan kita dan baik bagi agama dan masa depan kita. Pilihan yang dapat membawa kita ke sesuatu yang berguna bagi orang lain.

Dengan melaksanakan shalat istikharah, kita dibantu oleh Allah SWT. untuk menentukan segala sesuatu dalam hidup kita. Agar hidup kita lebih terarah. Berikut akan dipaparkan mengenai sholat istikharah, waktu pelaksanannya, niat, dan doa sesudah melaksanakan sholat istikharah.

Pengertian Shalat Istikharah

Shalat Istikharah merupakan shalat sunnah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk atau ketetapan dari Allah SWT. mengenai apa yang terbaik bagi diri dan hidup kita di masa depan yang menyangkut urusan dunia dan agama. Shalat ini dikerjakan apabila seseorang bimbang untuk memilih beberapa pilihan atau memutuskan sesuatu, untuk meyakinkan apakah keputusan yang diambil akan menjadi yang terbaik.

Pelaksanaan Shalat Istikharah

Jumlah rakaat dalam melaksanakan shalat istikharah sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama sesudah surat Al Fatihah, diutamakan membaca surat Al Kafirun. Sedangkan pada rakaat yang kedua membaca surat Al Ikhlas.

Berdasarkan firman Allah SWT. dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 216 yaitu:

و عَسٰۤی اَنۡ تَکۡرَہُوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ عَسٰۤی اَنۡ تُحِبُّوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ شَرٌّ لَّکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai semua, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216).

Disebutkan dalam sebuah hadits:

“Tidaklah rugi orang yang beristikharah, dan tidaklah menyesal orang yang bermusyawarah.” (HR.Thabrani)

Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهما قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ

Artinya: Dari Jabir bin Abdullah ra., berkata, Rasulullah SAW. mengajarkan kepada kami cara mengerjakan shalat istikharah dalam setiap urusan atau perkara yang kami hadapi, sebagaimana Beliau mengajarkan kami suatu surat dari Al Qur’an. Beliau berkata: “Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan suatu urusan atau perkara, maka lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”. (HR. Al Bukhari)

Waktu Pelaksanaan Shalat Istikharah

Shalat istikharah dikerjakan pada malam hari, dan dilaksanakan seperti shalat biasa. Waktu pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah lainnya dan tidak di waktu yang terlarang. Salah satu waktu terbaik yaitu pada sepertiga malam terakhir.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Rabb kita turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)

Niat Shalat Istikharah

Niat Shalat Istikharah
Niat Sholat Istikharah

Berikut ini niat shalat istikharah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal istikhaarati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Doa Sesudah Shalat Istikharah

Berikut ini merupakan doa sesudah sholat istikharah:

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَاِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَآاَقْدِرُ وَلَآاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَااْلاَمْرَ (…) خَيْرٌلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ فَاقْدُرْهُ لِىْ وَيَسِّرْهُ لِىْ ثُمَّ بَارِكْ لِىْ فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَااْلاَمْرَشَرٌّلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِىْ وَعَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْهُ لِيَ الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِىْ بِهِ

Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadlikal ‘azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul guyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amra (…..) khairul lii fii diinii wa ma’aasyi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fii hi wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii wa ‘aajlihii fashrifhu ‘annii wasrifnii ‘anhu waqdurhu liyal khaira haitsu kaana tsumma radh-dhinii bihi.

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dari pengetahuan-Mu, aku memohon ketetapan kepada-Mu dari ketentuan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang besar, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa melaksanakan sesuatu, sedangkan aku tidak kuasa untuk itu, dan aku tidak mengetahui sedang Engkau Maha Mengetahui semua yang gaib. Ya Allah jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebut keperluannya) baik bagi diriku, dalam agama dan kehidupanku, maka tetapkan dan mudahkanlah ia bagiku kemudian berkahilah aku, dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku, bagi agama dan kehidupanku serta akibat dari urusanku, baik untuk masa sekarang maupun untuk masa mendatang, maka hindarkanlah ia dariku dan hindarkanlah pula diriku darinya, dan tetapkanlah hal yang terbaik bagiku menurut semestinya, kemudian ridhailah aku.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

Perihal jodoh, sesudah melaksanakan shalat istikharah mintalah petunjuk siapa jodoh terbaik di antara beberapa pilihan. Namun, apabila kita belum mengetahui siapa jodoh kita, tetapi kita telah berkeinginan untuk segera menikah, mintalah petunjuk dari Allah SWT. supaya diberi gambaran jodoh kita.

Biasanya sesudah melaksanakan shalat istikharah dan berdoa, akan timbul rasa tenang dan mantap di hati untuk menentukan pilihan yang ada. Yang paling yakin dan kuat dalam hati kita itulah yang kita pilih.

Cara untuk mengetahui petunjuk yang kita peroleh dari shalat istikharah yaitu dapat melalui mimpi, isyarat, atau tanda-tanda lainnya. Tetapi mimpi tidaklah menjadi patokan atau landasan dari petunjuk yang Allah berikan. Karena setan dapat hadir dalam mimpi, bisa jadi setan menggunakan mimpi untuk mempermainkan manusia dalam menentukan pilihan setelah melaksanakan shalat istikharah. Nabi Muhammad SAW. bersabda:

الرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ : فَبُشْرَى مِنَ اللهِ ، وَحَدِيثُ النَّفْسِ ، وَتَخْوِيفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ

Artinya: “Mimpi ada 3 macam, (yaitu) berita gembira dari Allah, dari bisikan hati, dan ketakutan dari setan.” (HR. Ahmad)

Hendaknya melakukan shalat istikharah tidak hanya sekali pelaksanaannya, dapat dikerjakan dua atau tiga kali apabila hati merasa masih ragu. Terkadang setelah melaksanakan shalat istikharah kita tidak langsung mendapatkan jawaban, sehingga kita terus berikhitiar melaksanakan sholat istikarah dan harus dengan khusyuk meminta kepada Allah SWT.

Baca Juga:

Demikianlah artikel mengenai shalat istikharah. Jadi, ketika kita berada dalam posisi yang dihadapkan dengan pilihan lebih baik kita melaksanakan shalat istikharah. Semoga artikel ini bermanfaat.

Shalat Idul Fitri

_pur
3 min read

Shalat Sunnah Rawatib

_pur
3 min read

Shalat Idul Adha

_pur
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *