Shalat Istisqa

3 min read

Shalat Istisqa

Shalat Istisqa – Di Indonesia mulai memasuki musim kemarau, dan kemarau ini merupakan kemarau yang panjang. banyak daerah-daerah yang mengalami kekeringan, kekurangan pasokan air bersih, dan bahkan sampai terjadi kebakaran hutan serta lahan hingga mempengaruhi kualitas udara di beberapa daerah hingga ke luar negeri.

Sungguh air sangatlah penting, masih banyak daerah yang kesulitan air bersih, yang bahkan sampai harus berjalan berpuluh-puluh kilometer hanya untuk mendapatkan air dan terdapat juga yang membeli air hanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Ayo shalat istisqa atau memohon hujan, supaya kemarau panjang segera berakhir dan hujan segera turun. Oleh sebab itu, artikel kali ini akan menjelaskan tentang tata cara shalat istisqo.

Hujan merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT untuk hamba-hambanya. Jika hujan tidak turun, maka bumi akan kekeringan, hewan menjadi kehausan, pepohonan menjadi mati, dan begitu juga manusia pasti akan menderita. Karena air merupakan sumber kehidupan. Saat musim kemarau berkepanjangan dan hujan tidak juga turun, maka sebaiknya kita memohon kepada Allah SWT supaya hujan cepat diturunkan di bumi ini.

Shalat istisqa bisa rutin dikerjakan jika ingin hujan turun, terutama jika daerahmu mengalami kemarau panjang.

Istisqo adalah meminta hujan kepada Allah SWT. Shalat istisqa sering juga disebut dengan shalat memohon hujan. Memohon hujan dapat dilaksanakan dengan mengerjakan shalat istisqa secara berjamaah yang dikerjakan di lapangan, dan/atau memanjatkan doa agar cepat diturunkan hujan.

Tata Cara Shalat Istisqo

Sholat-Istisqo

Tata cara pelaksanaan shalat istisqo hampir sama seperti sholat Id. Berikut adalah tata cara sholat istisqo yang sudah diringkas.

  1. Membaca niat.
  2. Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al Fatihah.
  3. Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al Fatihah.
  4. Sesudah salam, khatib menyampaikan khutbah dua kali, Sebelum atau setelah selesai sholat. Khutbah yang utama yaitu setelah sholat Istisqo.

Pada rakaat pertama disunnahkan untuk membaca surat Al Ala dan ketika rakaat kedua disunnahkan untuk membaca surat Al Ghasiyah.

Niat Shalat Istisqa

Berikut bacaan niat sholat istisqa:

اُصَلِّ سُنَّتَ الأِسْتِسْقَاءِرَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مأَمُوْمًالِلّٰهِ تَعَالٰى. اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushallii sunnatal istisqaa’i rak’ataini (imaaman atau ma’muman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.

Artinya:
“Aku niat shalat sunnah istisqo dua rakaat (jadi imam atau makmum) karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”

Pelaksanaan Khutbah Istisqo

Berikut tata cara pelaksanaan khutbah istisqo:

1. Ucapan istighfar sebagai pengganti lantunan takbir.

2. Khatib disunnahkan menggunakan selendang.

3. Khatib membaca istighfar sembilan kali, sebelum masuk khutbah pertama.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Astaghfirullaahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih.

Artinya:
“Saya mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepada-Nya.

4. Khatib membaca istighfar tujuh kali, sebelum memulai khutbah kedua.

5. Dalam khutbah kedua berisi anjuran untuk perbanyak istighfar, merendahkan diri kepada Allah SWT., dan dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT. akan mengabulkan doa kita untuk menurunkan hujan.

6. Ketika berdoa pada khutbah yang kedua, khatib menghadap kiblat sambil berdoa bersama-sama. Saat berdoa hendaknya dengan suara yang lemah menurut tekanan irama memohon dan makmum disarankan untuk mengikuti doanya dengan suara yang nyaring juga, serta mengangkat kedua tangan lebih tinggi hingga terbuka antara lengan dan badannya.

7. Ketika berpaling ke kiblat, khatib disunnahkan mengubah selendangnya, yang semula di sebelah kanan dipindahkan ke sebelah kiri, atau yang sebelah kiri dipindah ke sebelah kanan dan yang di atas ke bawah.

Doa Shalat Istisqa

Berikut ini doa-doa istisqo untuk memohon hujan turun:

Ada baiknya jika doa istisqo diawali dengan doa Rasulullah SAW saat menghadapi kesusahan sebagaimana hadist riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

Laa ilaaha illallaahul ‘azhiimul haliimu, laa ilaaha illallaahu rabbul ‘arsyil ‘azhiimi, laa ilaaha illallaahu rabus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil kariimi.

Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung dan Santun. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy Yang Megah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy Yang Mulia.” (HR. Bukhari Muslim)

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Yaa hayyu, ya qayyuumu, bi rahmatika astaghiitsu.

Artinya:
“Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Maha Tegak, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا

Allaahummasqinaa ghaitsan mughiitsan hanii an marii‘an ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan daa iman.

Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah kepada kami air hujan yang menyelamatkan, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak air, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi.”

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ

Allaahummasqinaal ghaitsan, wa laa taj‘alnaa minal qaanithiin.

Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah kepada kami air hujan. Dan janganlah menjadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.”

اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ

Allaahumma inna bil ‘ibaadi wal bilaadi wal bahaa’imi wal khalqi minal balaa i wal juhdi wadh dhanki maa laa nasykuu illaa ilaika.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya banyak hamba, dan negeri, dan macam-macam hewan, dan segenap makhluk lainnya tengah mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan hidup di mana kami tidak dapat mengadu kecuali kepada Engkau.”

اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ

Allaahumma anbit lanaz zar‘a, wa adirra lanadh dhar‘a, wasqinaa min barakaatis samaa’i, wa anbit lanaa min barakaatil ardhi.

Artinya:
“Ya Allah, tumbuhkanlah tanaman-tanaman ini untuk kami, deraskan air-air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah dari langit Mu, dan tumbuhkanlah tanaman-tanaman untuk kami berkah dari bumi Engkau.”

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

Allaahummarfa‘ ‘annal jahda wal juu‘a wal ‘uraa, waksyif ‘annal balaa’a maa laa yaksyifuhuu ghairuka.

Artinya:
“Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, dan ketandusan. Hindarkanlah kami dari bencana alam yang tak akan mampu kami hindarkan, kecuali Engkau ya Allah.”

اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

Allaahumma innaa nastaghfiruka, innaka kunta ghaffaaraan, fa arsilis samaa a ‘alainaa midraaraa.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan kepada Engkau, karena Kau adalah Maha Pengampun. Maka turunkan pada kami hujan sederas-derasnya dari langit-Mu untuk kami.”

Baca Juga:

Demikianlah artikel mengenai shalat memohon hujan atau istisqo. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan membantu untuk mengetahui lebih detail doa dan tata cara shalat istisqo.

Waktu Sholat dalam Islam

_pur
2 min read

Tata Cara Sholat Tahajud

_pur
2 min read

Sholat Nisfu Sya’ban

_pur
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *