Shalat Sunnah Rawatib

3 min read

Shalat Sunnah Rawatib

Shalat Sunnah Rawatib – Salah satu cara untuk menambah amalan dari ibadah wajib yaitu amalan sunnah. Salah satu amalan sunnah yang dapat kita lakukan untuk menambah pahala ibadah wajib yaitu melaksanakan sholat sunnah. Salah satu amalan sholat sunnah yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW. dan dapat diamalkan pula, yaitu sholat sunnah rawatib.

Berikut ini penjelasan tentang sholat sunnah rawatib dari niat, kapan waktu pelaksanaannya, dan keutamaannya. Simak yaa penjelasannya….

Pengertian Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib ialah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu atau shalat lima waktu. Sholat sunnah rawatib yang dilaksanakan sesudah shalat fardhu disebut dengan shalat sunnah Ba’diyah. Sedangkan sholat sunnah rawatib yang dilaksanakan sebelum shalat fardhu disebut dengan shalat sunnah Qobliyah.

Waktu pelaksanaan sholat sunnah rawatib telah dijelaskan dalam hadist berikut ini:

Ibnu Qudamah: “Setiap sholat sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu shalat fardhu hingga shalat fardhu dikerjakan, dan shalat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya shalat fardhu hingga berakhirnya waktu shalat fardhu tersebut”. (Al Mughni 2/544)

Sholat sunnah rawatib dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Sholat sunnah rawatib ghoiru muakkad
  2. Sholat sunnah rawatib muakkad

1. Shalat Sunnah Rawatib Ghoiru Muakkad

Sholat sunnah rawatib ghoiru muakkad ini merupakan jenis sholat sunnah rawatib yang kurang ditekankan. Berikut merupakan jumlah sholat sunnah ghoiru muakkad:

  • 2 atau 4 rakaat sebelum shalat ashar
  • 2 rakaat sebelum shalat maghrib
  • 2 rakaat sebelum shalat isya

Apabila dilakukan 4 rakaat, dikerjakan dengan 2 kali salam. Sholat sunnah rawatib yang dikerjakan 4 rakaat harus dilakukan dengan 2 kali salam berdasarkan pada keterangan berikut ini:

As Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Sholat sunnah rawatib terdapat di dalamnya salam. Seseorang yang shalat rawatib empat rakaat maka dengan dua salam bukan satu salam, karena sesungguhnya nabi bersabda: “Shalat (sunnah) di waktu malam dan siang dikerjakan dua rakaat salam dua rakaat salam”. (Majmu’ Fatawa As Syaikh Al Utsaimin 14/288)

Shalat Sunnah Rawatib Ghairu Muakkad

2. Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Sholat sunnah rawatib muakkad ini artinya sunnah yang sangat kuat atau yang sangat penting. Jumlah sholat sunnah rawatib muakkad ada 12 rakaat, yaitu:

  • 2 rakaat sebelum shalat subuh
  • 2 atau 4 rakaat sebelum shalat dzuhur
  • 2 atau 4 rakaat sesudah shalat dzuhur
  • 2 rakaat setelah shalat maghrib
  • 2 rakaat setelah shalat isya

Jumlah rakaat shalat sunnah rawatib ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh At Tarmidzi dan An Nasa’i.

Dari Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat setelahnya, dan dua rakaat setelah maghrib, dan dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum subuh“ . (HR. At Tarmidzi no. 414, An Nasa’i no. 1794)

Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Niat Shalat Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah

Niat shalat sunnah rawatib dua rakaat qabliyah dan ba’diyah yaitu sebagai berikut:

1. Niat Shalat Sunnah Qobliyyah Subuh

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatash shubhi rak’ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’aala.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

2. Niat Shalat Sunnah Qobliyyah Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

3. Niat Shalat Sunnah Ba’diyyah Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnataz zhuhri rak’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

Niat Shalat Sunnah Ba’diyyah Maghrib

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Sunnah Ba’diyyah Isya

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal ‘isya’i rok’ataini ba’diyyayan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah setelah ‘isya dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

Surat yang Dibaca

Saat shalat rawatib membaca surat Al Qur’an, sebagai berikut:

1. Waktu Subuh

Untuk Shalat Rawatib Qobliyah Subuh maka membaca Al Kafirun dan Al Ikhlas. Berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah RA.,

“Bahwasanya Rasulullah SAW. pada shalat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas.” (HR. Muslim no. 726).

Adapula pada riwayat lain yang diutarakan oleh Sa’id bin Yasar RA. yaitu Surat Al Baqarah ayat 136 dan Ali Imran ayat 52. Rujukan haditsnya adalah sebagai berikut:

Kemudian dari Sa’id bin Yasar yang mengatakan kepada Ibnu Abbas bahwa: “Sesungguhnya Rasulullah SAW. pada shalat sunnah sebelum subuh di rakaat pertamanya membaca Al-Baqarah ayat 136 dan di rakaat keduanya membaca Ali Imran ayat 52.” (HR. Muslim no. 727).

2. Waktu Maghrib

Pada Ba’diyah Maghrib membaca surat Al Kafirun dan Al Ikhlas. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud RA.,

“Saya sering mendengar Rasulullah SAW. ketika beliau membaca surat pada shalat sunnah sesudah maghrib: Surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas.” (HR. At Tirmidzi no. 431, Ibnu Majah no. 1166).

Pelaksanaan Shalat Sunnah Rawatib

Berikut ini merupakan tata cara pelaksanaan shalat sunnah rawatib:

  1. Niatnya menurut jenis shalatnya.
  2. Tidak dengan adzan dan iqamah.
  3. Dikerjakan tidak dengan berjamaah atau sendiri-sendiri.
  4. Bacaannya tidak dinyaringkan.
  5. Apabila lebih dari dua rakaat, tiap-tiap dua rakaat dengan satu salam.
  6. Diutamakan sebaiknya untuk tempat pelaksanaannya pindah bergeser sedikit dari tempat melaksanakan shalat fardhu yang baru dilaksanakan.

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Berikut beberapa penjelasan keutamaan sholat sunnah rawatib menurut hadist:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الذُّنْيَا وَمَا فِيْهَا ،لَهُمَا : اَحَبُّ اِلَيَّ مِنَ الذُّنْيَا جَمِيْعًا

Artinya: Aisyah RA. telah meriwayatkan sebuah hadits tentang shalat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) subuh, dari Nabi SAW., beliau bersabda, “Dua raka’at sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya”. Dalam riwayat yang lain: “Dua raka’at sebelum subuh lebih aku lebih mencintai dari pada dunia seisinya.” (HR. Muslim no. 725)

مَنْ حَا فَظَ عَلَى اَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَاَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ الله عَلَى النَّارِ

Artinya: “Dari Ummu Habibah Ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda: siapa yang memelihara (rajin) mengerjakan shalat empat rakaat  sebelum zhuhur dan empat rakaat sesudahnya maka Allah akan mengharamkannya dari api neraka.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Baca Juga:

Demikianlah mengenai mengenai pengertian sholat rawatib dan hadist yang menyertai sholat rawatib qabliyah dan ba’diyah, bacaan niat shalat rawatib qabliyah atau pun ba’diyah, serta keutamaan shalat sunnah rawatib. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat.

Shalat Idul Fitri

_pur
3 min read

Shalat Idul Adha

_pur
3 min read

Shalat Witir

_pur
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *