Shalat Sunnah

3 min read

Shalat Sunnah

Shalat Sunnah – Banyak cara untuk mendapatkan pahala kita dan menjadikannya bekal kita untuk kehidupan di akhirat kelak. Salah satu cara untuk mendapatkan pahala yaitu melaksanakan ibadah dan perbuatan baik. Ibadah bisa dilakukan dengan melakukan yang wajib atau pun sunnah.

Ibadah yang wajib harus dilaksanakan karena akan mendapatkan dosa jika kita lalai dan meninggalkan ibadah itu. Sedangkan, ibadah yang sunnah jika kita mengerjakannya akan mendapatkan pahala, dan jika kita meninggalkannya maka tidak ada masalah. Salah satunya adalah sholat sunnah. Jadi, kita boleh melaksanakannya, boleh tidak melaksanakan sholat sunnah.

Untuk itu, artikel kali ini akan memaparkan mengenai sholat sunnah. Apa itu sholat sunnah? Bagaimana dengan waktu pelaksanaannya? Terdiri dari beberapa macam sholat sunnah? Dan, Manfaat apa saja yang akan kita dapatkan jika kita melaksanakan sholat sunnah? Nah untuk menjawab pertanyaan itu, akan dijabarkan sebagai berikut. Simak dan Baca juga ya….

Pengertian Shalat Sunnah

Shalat secara bahasa artinya doa. Sedangkan menurut istilah shalat merupakan suatu ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan rukun dan syarat tertentu.

Sedangkan sunnah secara istilah merupakan segala sesuatu yang datang dari Nabi Muhammad SAW., baik perkataan, perbuatan, ketetapan, dan sifatnya. Sedangkan menurut ahli fiqih, sunnah yaitu jika kita melaksanakannya memperoleh pahala dan jika kita meninggalkannya tidak apa apa.

Jadi, sholat sunnah merupakan shalat yang dianjurkan untuk dikerjakan namun apabila ditinggalkan tidak menimbulkan dosa karena tidak diwajibkan. Artinya jika dikerjakan dengan benar, baik, dan penuh dengan keikhlasan akan mendatangkan hikmah dan rahmat dari Allah SWT yang begitu indah.

shalat-sunnah1

Pembagian Shalat Sunnah

Shalat Sunnah Berdasarkan Hukumnya

Sholat sunnah menurut hukumnya terbagi atas dua golongan yaitu:

1. Sholat sunnah muakkad

Sholat sunnah muakkad yaitu shalat sunnah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat atau hampir mendekati wajib, seperti shalat idul fitri, shalat idul adha, shalat witir, dan sholat sunnah tawaf.

2. Sholat sunnah ghairu muakkad

Sholat sunnah ghairu muakkad yaitu sholat sunnah yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti sholat sunnah rawatib dan sholat sunnah yang sifatnya tergantung keadaan dan waktu, seperti shalat khusuf hanya dilaksanakan saat terjadinya gerhana. Sholat sunnah ghaoiru muakkad tidak ditekankan supaya tidak membebani setiap umat Muslim untuk melaksanakannya. Namun, jika shalat sunnahnya bisa dilaksanakan maka akan lebih baik lagi.

Shalat Sunnah Berdasarkan Pengerjaannya

  1. Sholat sunnah yang dikerjakan secara munfarid atau sendiri-sendiri
  2. Sholat sunnah yang dikerjakan secara berjamaah

1. Shalat Sunnah Munfarid

Sholat sunnah yang dikerjakan secara munfarid atau sendiri-sendiri diantaranya:

1. Sholat sunnah muakkad
  1. Shalat Rawatib
  2. Shalat Tahajud
2. Sholat sunnah ghairu muakkad atau sunnah biasa
  1. Sholat Sunnah Wudhu
  2. Shalat Tahiyatul Masjid
  3. Shalat Dhuha
  4. Shalat Istikharah
  5. Shalat Taubat
  6. Shalat Hajat
  7. Shalat Tasbih
  8. Sholat Sunnah Muthlaq
  9. Sholat Sunnah Awwabin
  10. Shalat Witir

2. Shalat Sunnah Berjamaah

Sholat sunnah yang dilaksanakan secara berjamaah hukumnya yaitu muakkad, antara lain yaitu:

  1. Shalat Tarawih
  2. Shalat Id atau Hari Raya, baik shalat Idul Fitri atau pun shalat Idul Adha
  3. Shalat Kusufain atau Dua Gerhana (Kusuf dan Khusuf)
  4. Shalat Istisqa atau Shalat Memohon Hujan

Shalat Sunnah Berdasarkan Jenisnya

Dalam ajaran Islam, sholat sunnah dibagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Shalat Sunnah yang Berhubungan dengan Waktu

Sholat sunnah yang berhubungan dengan waktu yaitu sholat sunnah yang dalam pelaksanaannya hanya dalam waktu-waktu tertentu saja yang sudah ditetapkan pelaksanaannya. Contohnya yaitu sholat sunnah dhuha hanya dikerjakan di waktu dhuha.

2. Shalat Sunnah yang Berhubungan dengan Sebab

Sholat sunnah yang berhubungan dengan sebab yaitu sholat sunnah yang dalam pelaksanaannya dikarenakan adanya sebab-sebab yang muncul. Contohnya yaitu sholat sunnah gerhana yang dikerjakan karena terjadinya gerhana matahari yang dianjurkan melaksanakan sholat sunnah Kusuf. Sedangkan jika terjadi gerhana bulan dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah Khusuf.

3. Shalat Sunnah yang Dikerjakan Tanpa Adanya Sebab dan Ketepatan Waktu

Sholat sunnah ini dapat dilaksanakan kapan saja, selain waktu-waktu yang diharamkan melaksanakan shalat. sholat sunnah jenis ini disebut dengan sholat sunnah Muthlaq.

Waktu Terlarang

Beberapa sholat sunnah dikerjakan berdasarkan pada waktu tertentu. Untuk shalat yang bisa dikerjakan pada waktu yang bebas atau tidak pada waktu tertentu, misalnya seperti shalat istisqa atau shalat memohon hujan, maka harus diperhatikan waktunya. Karena terdapat beberapa waktu terlarang atau haram dalam pelaksanaan sholat sunnah. Berikut waktu-waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat sunnah, yaitu:

  1. Matahari terbit hingga matahari naik setinggi lembing
  2. Matahari tepat dipuncaknya atau disebut zenith hingga matahari mulai condong
  3. Setelah ashar sampai matahari terbenam
  4. Setelah subuh
  5. Saat matahari terbenam hingga sempurna terbenamnya matahari

Dalil tentang waktu-waktu terlarang untuk melaksanakan sholat sunnah yaitu pada hadits Uqbah Ibnu Amir RA., ia berkata: “Ada tiga waktu di mana Rasulullah SAW. melarang kami melaksanakan shalat dan tidak pula menguburkan (Nuqbiru artinya Memakamkan) jenazah pada waktu tersebut. Yaitu ketika matahari mulai muncul sampai ia setinggi anak panah (Baaziatun artinya Jelas terang), dan ketika matahari berada di tengah-tengah sampai ia condong (Tadhifu artinya Condong), dan ketika matahari hampir terbenam.” (HR. Muslim)

Shalat karena suatu sebab tertentu pada waktu terlarang

Diperbolehkan melaksanakan sholat sunnah karena sebab tertentu, seperti shalat tahiyyatul masjid dan shalat jenazah, pada waktu-waktu terlarang.

Manfaat Shalat Sunnah

Sebagai hamba Allah SWT., banyak sekali yang tidak sadar akan betapa pentingnya amal ibadah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, terlebih ibadah shalat. Karena shalat merupakan jalan penghubung kedekatan antara diri kita dengan Allah SWT. dan sarana untuk memperoleh rahmat dan keridhaan Allah SWT. Karena sholat sunnah merupakan penyempurna dari shalat fardhu.

Berikut beberapa manfaat yang akan kita dapatkan dengan mengerjakan sholat sunnah yaitu:

  1. Mendapatkan pahala
  2. Mendatangkan kecintaan dari Allah SWT.
  3. Mendatangkan keberkahan di rumah
  4. Meninggikan derajat seorang Mukmin
  5. Menutupi kekurangan shalat fardhu
  6. Sholat sunnah sebagai sarana doa dan harapan
  7. Sholat sunnah menyebabkan ketenangan

Rasulullah SAW. bersabda:

فَأَ عِنِّى عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ

Artinya:
“Maka bantulah aku (untuk mewujudkan keinginanmu) dengan memperbanyak sujud.” (HR. Muslim dan Ashabus Sunan)

Dalam dalil hadits Nabi Muhammad SAW. yang lain, Rasulullah SAW. bersabda: “Seharusnya kamu lebih banyak bersujud kepada Allah. Karena, tidaklah engkau bersujud dengan satu kali sujud saja melainkan Allah akan meninggikan derajat kamu dan Allah menghapuskan kekeliruan kamu dengan berkah sujud.” (HR. Muslim dari Midan bin Abi Thalhah Al Yamari).

Jika kita menginginkan menjadi sahabat Nabi Muhammad SAW. di surga yaitu dengan memperbanyak mengerjakan sujud. Setiap satu sujud akan dapat menghapus dosa-dosa, meninggikan derajat, dan menghindarkan diri kita dari api neraka.

Baca Juga:

Demikianlah paparan mengenai sholat sunnah. Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat.