Shalat Tarawih

3 min read

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih – Bagi setiap umat Muslim, bulan Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu. Bulan di mana semua pahala berlipat ganda dan setan dikurung untuk tidak mengganggu manusia. Saat bulan puasa terdapat ibadah yang dilakukan secara kontinu atau berlangsung tiap hari, yaitu sholat tarawih dan witir. Sholat tarawih dilakukan saat bulan Ramadhan dan tiap orang berlomba untuk terus memperbanyak ibadah.

Oleh karena itu, agar pahala kita berlipat ganda kita harus melaksanakan ibadah sholat tarawih dengan khusyuk dan benar. Berikut akan dijelaskan mengenai sholat tarawih, dari niat hingga doa sesudah sholat.

Sholat tarawih merupakan salah satu di antara shalat sunnah yang hukumnya sunnah muakkad yang sangat ditekankan untuk dikerjakan, lebih dianjurkan dan dikuatkan hukumnya dari bulan-bulan lainnya karena dikerjakan pada bulan Ramadhan.

Sholat tarawih dikerjakan setelah shalat isya hingga terbit fajar. Shalat tarawih dikerjakan secara berjamaah, tetapi apabila terdapat halangan atau uzur bisa mengerjakannya secara sendirian atau munfarid.

Jumlah rakaat shalat tarawih tidak ada batasannya. Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah rakaat tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit rakaat. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan dengan jumlah rakaat yang banyak.” (At Tahmid)

Di Indonesia, terdapat perbedaan jumlah rakaat sholat tarawih. Ada yang melaksanakan dengan 8 rakaat, ada pula juga yang mengerjakan 20 rakaat. Nabi Muhammad SAW. tidak pernah membuat batasan tertentu mengenai jumlah rakaat shalat tarawih.

Umar bin Khattab melaksanakannya sampai 20 rakaat. Jumlah rakaat sholat tarawih boleh 8 rakaat, 20 rakaat, atau 36 rakaat sesuai keputusan bersama di masjid tersebut.

Shalat tarawih ini boleh ditunaikan dengan cara berikut, yaitu:

  • Tiap 2 rakaat salam
  • Tiap 4 rakaat salam (tanpa tasyahud awal)

Namun yang paling baik adalah tiap 2 rakaat salam, karena dalam hadits Rasulullah SAW. mengatakan bahwa shalat malam itu sebaiknya dilaksanakan 2 rakaat 2 rakaat. Rasulullah bersabda:

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنٰى مَثْنٰى

Artinya: “Shalat lail itu dua rakaat, dua rakaat…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat Shalat Tarawih

Niat shalat tarawih sebagai makmum sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat taraawiihi rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat shalat tarawih sebagai imam sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat taraawiihi rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat shalat tarawih sendirian sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala .”

Pada rakaat pertama surat yang dibaca setelah surat Al Fatihah, misalnya membaca surat-surat pendek dimulai dari surah At Takatsur sampai surat Al Lahab.

Setelah itu, pada rakaat kedua membaca surat Al Fatihah dan diteruskan dengan membaca surat Al Ikhlas dari malam pertama sampai kelima belas, dan membaca surah Al Qadar mulai dari malam kelima belas sampai akhir.

Doa Sesudah Shalat Tarawih

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allahummaj ‘alnaa bil iimaani kaamiliin, wa lil faraaidhi muaddiin, wa lis shalaati haafidhiin, wa liz zakaati faa ‘iliin, wa lima ‘indaka thaalibiin, wa li’afwika raajiin, wa bilhudaa mutamassikiin, wa ’anil laghwi mu’ridhiin, wa fid dunya zaahidiin, wa fil aakhirati raahibiin, wa bilqadhaa-i raadhiin, wa linna’maa-i syaakiriin, wa ‘alal balaa-i saabiriin, wa tahta liwaa-i sayyidina muhammadin saw yaumal qiyaamati saa-iriin, wa ilal haudhi wa aridhiin, wa ilal jannati daahiliin, wa minan naari naajiin, wa ‘ala sariiril karaamati qaa ‘idiin, wa min huuril ‘aini mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabrakin wa diibaajin mutalabbisiin, wa min ta’aamil jannati aakiliin, wa min labanin wa ‘asalin musaffan syaaribiin, bi akwaabiw wa abaariqaw wa ka’sim mimma’iin, ma’al ladziina an’amta ‘alaihim minan nabiyyiina was siddiiqiina was syuhadaa-i was saalihiin, wa hasuna ulaa-ika rafiiqa, dzaalikal fadhlu minallaahi wakafaa billaahi ‘aliima. Allaahummaj ‘alna fii haadzihil lailatis syariifatil mubaarakati minas su’adaa-il maqbuuliin, wa laa taj’alnaa minal asyqiyaa-il marduudiin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa-aalihi wa sahbihi ajma’iin, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdu lillaahi rabbil ’aalamiin.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, sanggup menjalankan semua kewajiban, mampu menjaga shalat, bisa mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan dan berpegang teguh pada petunjuk-Mu juga dipalingkan dari segala permainan/tipu daya, tergolong menjadi orang-orang yang zuhud di dunia dan mencintai kehidupan akhirat, ridha akan qadha’ yang sudah digariskan, bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan sabar atas segala musibah, termasuk orang-orang yang berjalan di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad, pada hari kiamat sekaligus bisa mendatangi telaga kautsar, yang masuk ke dalam surga dan selamat dari api neraka menjadi orang-orang yang bisa duduk di atas dipan kemuliaan, mempersunting bidadari, yang berpakaian sutra,yang bisa menikmati hidangan surga, minum air susu dan madu yang murni dengan gelas dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat yaitu dari golongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Kesemuanya itu adalah anugerah dari Allah dan cukuplah Dia sebagai Zat yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk golongan orang-orang yang beruntung yang diterima segala permohonannya dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang celaka yang tidak diperkenankan amalnya. Shalawat beserta salam Allah semoga tetap terlimpahkan atas pemimpin kami Nabi Muhammad Saw, keluarga dan semua sahabatnya dengan rahmat-Mu wahai Zat yang paling Pengasih di antara para pengasih. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Baca Juga:

Demikian materi tentang shalat tarawih. Semoga dapat bermanfaat dan membantu Anda dalam melaksanakan shalat tarawih.