Shalat Witir

3 min read

Shalat Witir

Shalat Witir – Saat bulan Ramadhan, kita melaksanakan shalat tarawih. Setelah shalat tarawih, diakhiri dengan shalat witir. Jumlah shalat witir pun beragam, terkadang 3 rakaat, dan kadang satu rakaat. Saat kita melaksanakan shalat sunnah seperti shalat tahajud, diakhiri dengan shalat witir. Karena shalat witir disebut juga pelengkap shalat sunnah.

Oleh sebab itu, agar shalat kita lebih khusyuk kali ini akan dijelaskan mengenai tata cara shalat witir, dari pengertian, hukum, jumlah rakaat, doa sesudah shalat witir, hingga keutamaan shalat witir. Tetap pantengin yaaa….

Sholat witir ialah sholat sunnah yang dilaksanakan sebagai penutup sholat sunnah yang dikerjakan pada saat itu dan memiliki jumlah rakaat yang ganjil.

Dalam melaksanakan shalat witir, boleh dilaksanakan tiap dua rakaat setelah itu diakhiri dengan satu rakaat, masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam. Boleh pula dilaksanakan keseluruhan rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Untuk tiga rakaat atau lebih dengan sekali salam, boleh dengan dua tasyahud sekali salam, boleh juga hanya dengan satu tasyahud pada rakaat terakhir, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah ra.:

كَانَرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيُوتِرُبِسَبْعٍأَوْبِخَمْسٍلَايَفْصِلُبَيْنَهُنَّبِتَسْلِيمٍ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwitir tujuh atau lima rakaat secara bersambung dan tidak dipisahkan dengan salam.” (HR. An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Sholat witir biasanya dikerjakan dengan 3 rakaat. Akan tetapi, apabila kondisi fisik tidak memungkinkan, boleh mengerjakan shalat witir sebanyak 1 rakaat. Bilangan rakaatnta 1 rakaat, 3, 5, 7, 9, atau 11. Jumlah 11 rakaat itu telah cukup.

Apabila sudah selesai melaksanakan shalat sunnah tahajud dan tidak bermaksud mengerjakan shalat sunnah lainnya, maka lebih baik untuk melaksanakan sholat witir. Sholat witir dikerjakan setelah sholat isya sampai terbit fajar.

Niat Shalat Witir

Niat sholat witir satu rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’atan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat sholat witir dua rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat sholat witir tiga rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”

Doa Setelah Shalat Witir

Berikut merupakan doa setelah sholat witir:

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَا أَللهُ يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wa nas aluka qalban khaasyi’an, wa nas aluka ‘ilman naafi’an, wa nas aluka yaqiinan shaadiqon, wa nas aluka ‘amalan shaalihan, wa nas aluka diinan qayyiman, wa nas aluka khairan katsiiran, wa nas alukal ‘afwa wal’aafiyata, wa nas aluka tamaamal ‘aafiyati, wa nas alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wa nas alukal ghinaa’a ‘anin naasi. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasy syu’anaa wa tadhorru’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. Wa shallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iina, wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, ketetapan keyakinan yang benar, (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, agama yang lurus, diberinya kebaikan yang melimpah-limpah. Kami memohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, mensyukuri atas karunia kesehatan, kami memohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, ya tuhan kami, terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyukan, rendah diri dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami (dalam menunaikan kewajiban). Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW., demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.”

Keutamaan Shalat Witir

Dengan mengerjakan shalat witir akan mendapatkan pahala dan juga mendapat banyak keutamaan untuk tiap-tiap Muslim yang mengerjakan shalat sunnah witir.. Berikut ini beberapa keutamaan dari sholat witir, yaitu:

1. Sholat yang diwasiatkan Rasulullah

Sholat witir merupakan salah satu sholat yang diwasiatkan Rasulullah SAW. kepada sahabatnya untuk dilaksanakan setiap hari. Sebagaimana dari Abu Hurairah ra., beliau berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Artinya: “Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Allah SWT. mencintai yang witir

Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda:

وَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai yang witir atau ganjil.” (HR. Muslim)

3. Amal Yaumiyah Rasulullah

Amalan Sunnah yang dilaksanakan Rasulullah SAW. setiap hari atau disebut dengan Amal Yaumiyah Rasulullah. Sebagaimana hadits dari Ali bin Abi Thalib ra.:

الْوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَهَيْئَةِ الْمَكْتُوبَةِ وَلَكِنَّهُ سُنَّةٌ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Witir bukan keharusan seperti sholat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunnah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. An Nasa’i dan Tirmidzi; shahih lighairihi)

4. Amalan para ahli Al Qur’an

Para ahli Al Qur’an yaitu sahabat-sahabat nabi yang hafal Al Qur’an dan sangat berkomitmen untuk mengamalkan, serta mendakwahkannya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ فَأَوْتِرُوا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai witir, maka lakukanlah sholat witir wahai ahli Al Qur’an.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih)

dan juga,

يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

Artinya: “Wahai ahli Al Qur’an, lakukanlah sholat witir. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla itu witir, mencintai yang witir.” (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah; shahih)

5. Sangat ditekankan Rasulullah

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasullullah SAW:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ زَادَكُمْ صَلاَةً صَلُّوهَا فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الصُّبْحِ الْوَتْرُ الْوَتْرُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menambahkan satu sholat kepada kalian, maka lakukanlah sholat tersebut di antara sholat Isya dan sholat Subuh, yaitu sholat witir, sholat witir.” (HR. Ahmad; shahih)

Baca Juga:

Demikianlah artikel tentang shalat witir, semoga bermanfaat dan dapat diamalkan.