Shalawat Shalat Tarawih

3 min read

Shalawat Shalat Tarawih

Shalawat Shalat Tarawih – Shalat tarawih merupakan ibadah yang dilaksanakan di Bulan Ramadan. Sholat tarawih dikerjakan sesudah sholat isya, dilakukan secara berjamaah di masjid.

Dalam bulan Ramadhan disunnahkan untuk memperbanyak tadarus atau membaca Al Qur’an. Saat sholat tarawih, bilal akan memandu membaca sholawat nabi.

Shalawat Shalat Tarawih yang biasa dibaca dalam jamaah shalat tarawih, yaitu sebagai berikut:

Sesudah mengerjakan sholat isya, maka secara berjamaah bilal dan makmum membaca:

Shalawat Shalat Tarawih

Subhaanal malikil ma’buud, subhaanal malikil maujuud, subhaanal malikil hayyil ladzii laa yanaamu walaa yamuutu walaa yafuutu abadan subbuuhun qudduusun rabbunaa warabbul malaaikatil warruuhi,  subhaanallaahi wal hamdu lillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiimi.

Artinya: “Maha Suci Allah yang memiliki (alam) dan yang disembah, Maha Suci Allah yang memiliki (alam) lagi ada. Maha Suci Allah yang memiliki lagi Maha Hidup yang tidak tidur, tidak mati, dan tidak hilang selama-lamanya. Maha Suci Maha Quddus, tuhan kami dan tuhan semua malaikat dan roh (malaikat jibril). Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan melainkan Allah. Allah Maha Besar, dan tidak ada daya, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah, tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Kemudian bilal membaca sholawat:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allaahumma shalli `alaa sayyidinaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah karuniakanlah kesejahteraan atas junjungan kita Nabi Muhammad.”

Sehabis itu para jamaah menjawab dengan bacaan:

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allaahumma shalli `alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (nabi Muhammad SAW.).”

Bilal menjawab shalawat:

sholawat Shalat Tarawih

Allahumma shalli `alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas junjungan kita dan pemimpin kita Nabi Muhammad.”

Kemudian para jamaah sholat tarawih menjawab:

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim `alaiiih.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Nabi Muhammad SAW.).”

Bilal menjawab sholawat:

Shalawat Shalat Tarawih

Allaahumma shalli alaa sayyidinaa wa nabiyyina wa habiibinaa wa syafii inaa wa dzukhrinaa wa maulaanaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, ya tuhan kami, karuniailah kesejahteraan atas junjungan kita, nabi kita, kekasih kita, dan penolong kita (kelak) dan yang membela kita dan pemimpin kita nabi Muhammad.”

Selanjutnya para jamaah menjawab:

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allaahumma shalli wa sallim `alaiih.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).

Sesudah jamaah menjawab, kemudian bilal mengucapkan:

Shalawat Shalat Tarawih

Ash shalaatut taraawihi rahimakumullaah.

Artinya: “Kerjakanlah sholat tarawih semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kamu sekalian.”

Setelah salam pada 2 rakaat pertama, bilal bersama jamaah mengucapkan:

Shalawat Shalat Tarawih

Fadhlan minallaahi wa ni’matah wa maghfiratan wa rahmatah laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa `alaa kulli syai’inqadiir.

Artinya: “Kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat¬Nya semoga dilimpahkan kepada kita, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, zat yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia atas segala sesuatu-Nya Maha Kuasa.”

Kemudian bilal membaca sholawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim `alaiiih.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Nabi Muhammad SAW.).”

Setelah melaksanakan salam pada rakaat yang keempat, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal malikil qudduus …. “

sampai akhir seperti yang tersebut di atas, kemudian itu bilal membaca sholawat, dan dibaca oleh para jamaah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allaahumma shalli wa sallim `alaiih.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Nabi Muhammad SAW.).”

sehabis itu bilal mengucapkan lagi:

Shalawat Shalat Tarawih

Al badrul muniiru sayyidunaa Muhammadun shalluu `alaih.

Artinya: “Bulan purnama yang bersinar terang, junjungan kita Nabi Muhammad, bershalawatlah kamu semua atasnya.”

Sesudah salam pada rakaat ke-6, kemudian bilal mengucapkan:

Fadhlan minallaahi wa ni’matah wa maghfiratan wa rahmatah laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa `alaa kulli syai’inqadiir.

Artinya: “Kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat¬Nya semoga dilimpahkan kepada kita, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, zat yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia atas segala sesuatu-Nya Maha Kuasa.”

Selesai salam pada rakaat ke-8 kemudian bilal dan para jamaah membaca:

“subhaanal malikil quddus ….”

sampai akhirnya, dan diteruskan dengan shalawat seperti tersebut di atas.

Setelah itu, bilal mengucapkan:

Shalawat Shalat Tarawih

Al khaliifatul uulaa amiirul mu’minuna sayyidunaa abuu bakrinish shiddiiq.

Artinya: “Khalifah pertama, amirul mukminin penghulu kami Abu Bakar Shiddiq.”

dan jamaah menjawab:

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Radhiyallaahu `anhu.

Artinya: “Semoga ridho Allah atasnya.”

Saat rakaat kedua belas sesudah doa bilal mengucapkan:

Al khaliifatuts tsaaniyatu amiirul mu’miniina sayyidunaa ‘umarubnul khaththaab.

Artinya: “Khalifah yang kedua, amirul mukminin penghulu kami Umar bin Khatab.”

dan jamaah menjawab:

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Radhiyallaahu `anhu.

Artinya: “Semoga ridho Allah atasnya.”

Tiap-tiap kali selesainya rakaat ke-4, ke-8, ke-12, ke-16, dan ke-20 bacalah:

Subhaanal malikil ma’buud, subhaanal malikil maujuud, subhaanal malikil hayyil ladzii laa yanaamu walaa yamuutu walaa yafuutu abadan subbuuhun qudduusun rabbunaa warabbul malaaikatil warruuhi,  subhaanallaahi wal hamdu lillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiimi.

sampai dengan akhirnya bersama, kemudian shalawat-shalawat seperti tersebut di atas dipimpin oleh bilal dan dijawab oleh jamaah.

Pada rakaat ke-6, ke-10, ke-14, dan ke-18, hendaknya membaca: yakni sehabis salam membaca:

Fadhlan minallaahi wa ni’matah wa maghfiratan wa rahmatah laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa `alaa kulli syai’inqadiir.

Artinya: “Kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat¬Nya semoga dilimpahkan kepada kita, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, zat yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia atas segala sesuatu-Nya Maha Kuasa.”

Pada rakaat ke-16 selesai salam selanjutnya bilal mengucapkan:

Shalawat Shalat Tarawih

Al khaliifatuts tsaalitsatu amiirul mu’miniina sayyidunaa Utsmaanubnu affaan.

Artinya: “Khalifah yang ketiga, amirul mukminin penghulu kami Utsman bin Affan. “

dan jamaah menjawab:

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Radhiyallaahu `anhu.

Artinya: “Semoga ridho Allah atasnya.”

Dan pada rakaat yang ke-20 selesai salam, bilal mengucapkan:

Shalawat Shalat Tarawih

Al khaliifatur raabi atu amiirul mu’miniina sayyidunaa aliyyubnu am thaalib.

Artinya: “Khalifah yang keempat amirul mukminin penghulu kami Ali Ibnu Abi Thalib.”

dan dijawab:

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Radhiyallaahu `anhu.

Artinya: “Semoga ridho Allah atasnya.”

Dan sholat tarawih selesai. Karena sholat tarawih telah berakhir, dilanjutkan dengan sholat witir. Untuk itu bilal mengucapkan:

Shalawat Shalat Witir

Shalaatul witri atsaabakumullaah.

Artinya: “Kerjakanlah sholat witir, semoga Allah memberi pahala kepada kamu.”

Baca Juga:

Demikianlah shalawat Shalat Tarawih yang biasa dibaca jamaah shalat tarawih. Semoga bermanfaat.

Bacaan Sayyidul Istighfar

_pur
2 min read

Sholawat Badar

Doa ibu
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *