Sholat Dhuha

3 min read

sholat dhuha

Sholat Dhuha adalah sebuah amalan yang telah dianjurkan. Hasilnya, ada beberapa prioritas dalam sholat tersebut. Terdapat banyak argumen dalam hadits yang telah menunjukkan pentingnya sholat ini.

Salah satunya adalah sebuah sarana untuk meminta pengampunan dosa. Hadits dari Ibnu Majah dan At Tirmidzi telah menyatakan, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Dhuha diampuni dari dosanya, meskipun ada banyak gelembung di laut.”

Prioritas lain dari sholat ini adalah bahwa itu tidak melibatkan orang-orang yang lupa atau lalai untuk mencari sebuah kerahmatan Allah. Terdapat banyak argumen dalam hadits menunjukkan pentingnya sholat duha. Salah satunya adalah sarana sebagai meminta pengampunan dosa.

Sholat Duha adalah jenis sholat Sunnah yang dapat dilakukan saat matahari telah setinggi tombak pada saat melakukan shalat zuhur.

Salad yang dibuat dengan setidaknya dua rakaat memiliki sebuah keutamaan yang berbeda ketika akan disiapkan. Waktu untuk shalat Duha terletak di antara 2 shalat wajib, setelah melakukan sholat subuh serta sebelum melaksanakan shalat zuhur.

Akan tetapi, setelah fajar umat Islam harus menunggu matahari terbit. Pada umumnya ada dua jam shalat yang dilarang, yakni setelah matahari terbit dan sesudah matahari terbit, hingga matahari terbenam.

Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya, Rasulullah telah melarang 2 sholat, melarang sholat setelah sholat subuh sampai subuh dan setelah sholat ashar sampai matahari terbenam.” (H.R. Al-Bukhari).

Niat dan Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Jumlah Sholat dan niat dalam sholat ini, merpakan sebelum melaksanakan Sholat Duha, niatnya adalah hanya sebagai melakukannya.

Niat ini dapat diucapkan dengan hati dan juga diucapkan. Membaca niat doa Duha dapat diungkapkan sebagai berikut.

Niat-Sholat-Dhuha

Ushalli sunnatad duha rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillāhi ta’ālā.

Artinya:
“Saya sengaja berdoa dua rakaat Sunnah untuk SWT Allah.”

Dhuha dilakukan setidaknya dalam dua rakaat. Akan tetapi, tidak ada larangan untuk meningkatkan jumlah doa Rakaat Duha. Nabi Muhammad pernah melaksanakan shalat delapan rakaat dengan berdasarkan kisah Umm Hani, Nabi SAW.

Dalam tahun Fathu Makkah telah terjadi, ia sholat delapan rakaat. “(H.R. Bukhari) Jika dalam sholat Dhuha melakukan lebih dari dua rakaat, proses ini pernah diprioritaskan sebagai dua rakaat.

Keutamaan Sholat Dhuha

Dalam keutamaan terhadap solat ini, umat Islam yang telah melakukan dua doa adalah untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, karena ia wasiatkan terhadap Abu Hurairah.

Abu Hurairah berkata, “Utusan Allah, Kekasihku, berwasiatlah saya untuk tiga hal: Puasa tiga hari sebulan, dua rakaat sholat dhuha (setiap hari) dan melaksanakan sholat witir pada sebelum waktu tidur.” Selain itu, kedua sholat juga dapat dibandingkan untuk tujuan amal.

Orang-orang yang terbiasa melakukan sebuah solat ini, memiliki kesempatan untuk meminta ampun kepada Tuhan atas dosa-dosa masa lalu mereka. Nabi Muhammad berkata, “Mereka yang terbiasa dengan doa ganda akan diampuni dari dosa-dosa mereka, meskipun ada banyak gelembung di laut.” (HR At-Tirmizi).

Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

Terdapat beberapa tata cara dalam melakukan sebuah sholat dhuha, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Niat dalam melakukan sholat dhuha.
  • Membaca Takbirotul Ihram.
  • Dapat membaca doa Iftitah (Sunnah).
  • Dapat membaca Surat Al-Fatihah.
  • Dapat membaca Surat Ad-Dhuha.
  • Melakukan Ruku’ dengan tuma’ninah.
  • Melakukan I’tidal dengan tuma’ninah.
  • Melakukan sujud dengan cara tuma’ninah.
  • Duduk di antara keduanya berlutut dan berdoa.
  • Sujud dengan kedua tangan.
  • Bangun lagi untuk melakukan rakaat kedua.
  • Dapat membaca Surat Al-Fatihah.
  • Dapat membaca Surat As-Shams
  • Melakukan Ruku’ dengan tuma’ninah.
  • Melakukan I’tidal dengan tuma’ninah.
  • Melakukan sujud dengan cara tuma’ninah.
  • Duduk di antara keduanya berlutut dan berdoa.
  • Sujud dengan kedua tangan.
  • Membaca Tasyahud Akhir dengan adanya sebuah keberuntungan.
  • Melafalkan salam.
  • Membaca sebuah doa untuk Sholat dhuha.

Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat

Bagaimana dalam sebuah tata cara dalam melaksanakan sholat dalam 4 Rak’ah Dhuha. Prosedur untuk shalat 4-Rak’ah sama dengan untuk sholat 2-Rak’ah. Doa Duha terdiri dari dua rakaat salam, kemudian dua rakaat salam. Begitu dengan Sholat 8 Rak’ah Dhuha dan sebagainya.

Doa Sholat Dhuha

Sebenarnya tidak terdapat dalam sebuah doa khusus yang diajarkan oleh Nabi SWA setelah melakukan salat Dhuha. Karena itu, para ulama dalam kitab Fiqih tidak menyebutkan dalam sholat tersebut.

Tetapi ada doa populer yang diucapkan oleh umat Islam di seluruh dunia. Seperti yang telah disebutkan, doa ini tidak datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Doa-Solat-Dhuha

Artinya:
“Ya Allah, sungguh, waktu adalah milikmu, kemuliaan adalah milikmu, keindahan adalah kecantikanmu, kekuatan adalah kekuatanmu, kepedulian adalah perhatianmu, oh Tuhan, jika persediaanku ada di surga,

maka letakkan di bawah, jika di bumi dan bawa sebagainya, jika mudah untuk membuatnya ringan ketika murni, jika itu jauh dari kebenaran kebaikan Anda, kemuliaan Anda, kecantikan Anda dan kekuatan Anda, berikan padaku apa yang Anda berikan kepada para hamba kudus.

Hikmah Sholat Dhuha

Arti dari doa Dhuha ini begitu luar biasa sehingga tercermin dalam banyak hadis yang menggambarkan bagaimana Tuhan menanggapi orang-orang Muslim yang selalu melakukan sholat dhuha.

1. Menebus Kewajiban Sedekah untuk Setiap Persendian

Ada 360 tulang dalam tubuh manusia, setiap orang harus menyedekahin dalam setiap tulang. Para sahabat bertanya,” Siapa yang bisa melakukan tersebut, wahai seorang Nabi Allah? “

Dia berkata: “Tutupi tombak di masjid dengan tanah, singkirkan sesuatu dari jalan (amal). Jika Anda tidak dapat mempelajari praktiknya, dua suku Dhuha akan menggantikan Anda (komitmen).” (HR, Abu David)

2. Digambarkan Sebagai Orang yang Mendapat Rampasan Perang

“Utusan Allah” alaihi wa sallam mengirim sekelompok utusan perang, lalu Utusan membawa banyak rampasan perang dan dengan cepat kembali ke rumah. Kemudian seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, kami belum pernah melihat kelompok yang pulang lebih cepat dan membawa lebih banyak Ghanimah dari pada Rasul ini.”

Kemudian Beliau telah menjawab, “Bolehkah saya memberi tahu Anda semakin cepat kembalinya kemenangan dan penjarahan perang?” Artinya, seorang pria jatuh ke rumahnya dan mengakhiri wudhu, dan kemudian pergi ke masjid dan mengucapkan doa pagi (masih di Masjid) dan berakhir dengan doa Dhuha. Kemudian orang ini pulang dengan cepat dengan kemenangan dan lebih banyak penjarahan. “(HR, Abu Ya’la)

3. Termasuk Kedalam Golongan Awwabin

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi sallallaahu’ alaihi wa sallam berkata: “Tidak ada yang melindungi doa-doa dhuha kecuali awwabin,” katanya, “shalat dhuhah adalah doa awwabin” (HR Ibn Khuzaimah).

4. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya Selama Siang

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Allah Ta’ala berkata: Wahai putra Adam, jangan tinggalkan empat sholat Raka’at untuk makan siang (dalam waktu Dhuha) itu cukup untuk Anda pada akhir hari“. (HR Ahmad)

5. Mendapat Pahala Haji dan Umroh Sempurna

Anas bin Malik, Nabi SAW berkata, “Siapa pun yang melakukan sholat di gereja dan mengingat Allah sampai matahari terbit, maka ia melakukan dua sholat raka’at, maka seolah-olah ia akan menerima hadiah dari Haji dan umhmoh“. Dia juga berkata, “Hadiah itu ialah sempurna”(HR Tirmidzi).

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kita sampaikan yakni mengenai Sholat Dhuha dengan secara jelas dan lengkap mengenai Solat Dhuha. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat.