Sholat Dua Gerhana

3 min read

Sholat Dua Gerhana

Sholat Dua Gerhana – Beberapa waktu yang lalu, di beberapa negara terjadi fenomena alam yaitu gerhana matahari. Gerhana matahari tidak terjadi tiap bulan, tetapi terdapat waktu – waktu tertentu yang belum tentu akan terjadi di tiap tahunnya, bahkan bisa terjadi setelah berpuluh atau beratus tahun lamanya.

Banyak orang yang ingin melihat ketika terjadi gerhana matahari, tetapi janganlah lupa untuk melaksanakan hal yang Allah SWT. perintahkan meskipun ini termasuk ibadah sunnah.

Ketika terjadi gerhana baik itu gerhana bulan atau pun gerhana matahari, kita disunnahkan melaksanakan sholat gerhana.

Artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian sholat dua gerhana, hukum sholat dua gerhana, tata cara pelaksanaan sholat gerhana, waktu pelaksanaan sholat gerhana, dan niat sholat gerhana.

So, simak terus pembahasan mengenai sholat gerhana ya.

Gerhana Matahari

Pengertian Sholat Dua Gerhana

Sholat dua gerhana disebut juga sholat kusufain merupakan sholat sunnah yang dikerjakan ketika terjadi gerhana baik itu gerhana bulan atau pun gerhana matahari.

Sholat kusuf merupakan sholat sunnah yang dikerjakan ketika terjadi gerhana matahari. Sedangkan sholat khusuf merupakan sholat sunnah saat gerhana bulan.

Hukum Sholat Dua Gerhana

Hukum melakukan sholat dua gerhana yaitu sunnah muakkad. Sunnah muakkad yaitu sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan.

Perintah untuk melaksanakan sholat gerhana tertuang dalam Al Qur’an, Allah berfirman dalam Surat Fushilat ayat 37, sebagai berikut:

وَ مِنۡ اٰیٰتِہِ الَّیۡلُ وَ النَّہَارُ وَ الشَّمۡسُ وَ الۡقَمَرُ ؕ لَا تَسۡجُدُوۡا لِلشَّمۡسِ وَ لَا لِلۡقَمَرِ وَ اسۡجُدُوۡا لِلّٰہِ الَّذِیۡ خَلَقَہُنَّ اِنۡ کُنۡتُمۡ اِیَّاہُ تَعۡبُدُوۡنَ

Artinya:
“Dan sebagian dari tanda – tanda kebesaran -Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada -Nya.” (QS. Fushilat 41:37)

Rasulullah SAW. bersabda dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَكْسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ تَعَالَى فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا وَصَلُّوا

Artinya:
“Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan sholatlah kalian.” (HR Bukhari dan Muslim)

Cara Pelaksanaan Sholat Dua Gerhana

Sholat dua gerhana bisa dikerjakan sendiri – sendiri, tetapi yang lebih utama yaitu dilakukan secara berjamaah.

Berikut ini hal yang perlu diperhatikan dari tata cara melaksanakan sholat gerhana yaitu:

  • Memastikan terlebih dahulu apakah terjadi gerhana matahari atau bulan
  • Jika benar terjadi gerhana matahari atau bulan, maka saat itu juga waktu untuk mengerjakan sholat gerhana
  • Ketika melakukan sholat gerhana secara berjamaah, jamaah dapat diingatkan dengan bacaan “Ash shalaatu jaami’ah” sebelum melaksanakan sholat gerhana
  • Berniat melakukan sholat gerhana bulan atau matahari
  • Sholat gerhana dikerjakan sebanyak dua rakaat. Di tiap rakaat terdiri dari dua kali rukuk dan dua kali sujud.
  • Di tiap – tiap rakaat, sesudah rukuk pertama membaca Surat Al Fatihah dan surat kembali
  • Di tiap – tiap rakaat, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.
  • Ketika selesai rukuk dan iktidal, dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat lagi. Kemudian rukuk dan iktidal kembali. Selanjutnya sujud seperti sholat biasa. Hal yang sama dikerjakan di rakaat kedua.
  • Ketika membaca Surat Al Fatihah dan surat pada sholat gerhana bulan dinyaringkan, sedangkan pada sholat gerhana matahari tidak dinyaringkan. Dalam membaca surat pada tiap – tiap rakaat, disunnahkan membaca surat – surat yang panjang.
  • Disunnahkan untuk berkhutbah setelah melaksanakan sholat gerhana. Isi dari khutbah ini berisi mengenai anjuran untuk berdzikir, beristighfar, berdoa, sedekah, membebaskan budak, dan hal – hal yang baik lainnya.

Sesudah melaksanakan sholat gerhana, maka segeralah berdoa. Karena berdoa setelah sholat gerhana merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, yang insyaAllah akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Untuk lebih mudah memahami mengenai tata cara melaksanakan sholat gerhana. Berikut ini urutan tata cara pelaksanaan sholat gerhana:

  • Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat, dan di tiap – tiap rakaat dengan dua rukuk dan dua kali berdiri.
  • Pada rakaat pertama, takbiratul ihram, iftitah, membaca Surat Al Fatihah, surat, rukuk, lalu berdiri lagi, membaca Surat Al Fatihah, surat, rukuk, lalu iktidal, kemudian sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud.
  • Setelah itu bangkit ke rakaat kedua, melakukan hal yang sama seperti pada rakaat pertama dan diakhiri dengan salam.

Niat Sholat Dua Gerhana

Berikut ini merupakan niat sholat gerhana:

Niat Sholat Gerhana Matahari

Bacaan Arab

أُصَلِّي سُنَّةً الكُسُوْفِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّه تعالى

Bacaan Latin

Ushallii sunnatan kusufi rak’ataini imaaman / ma’muman lillahi ta’ala

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat sebagai imam atau makmum karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Gerhana Bulan

Bacaan Arab

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Bacaan Latin

Ushallii sunnatal khusuufi rak’ataini imaaman / makmuuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam atau makmum karena Allah ta’ala.”

Waktu Pelaksanaan Sholat Dua Gerhana

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW., “Jika kamu melihat gerhana, maka sholatlah sampai matahari terang (selesai gerhana).”

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW. bahwa sholat gerhana tidak dikerjakan setelah gerhana matahari atau bulan berakhir.

Waktu melaksanakan sholat gerhana yaitu saat dari munculnya gerhana sampai berakhirnya gerhana secara keseluruhan, matahari atau pun bulan kembali ke keadaan seperti semula.

Jika terjadi gerhana matahari, maka dari timbulnya gerhana sampai matahari kembali seperti biasanya merupakan waktu pelaksanaan sholat gerhana matahari. Saat matahari terang sebagian atau baru sebagian piringan matahari yang keluar dari gerhana.

Maka waktu shalat gerhana belum berakhir. Saat itu, bagi seseorang yang belum mengerjakan sholat gerhana matahari dapat mengerjakannya. Begitu pula dengan gerhana matahari sebagian.

Begitu pula dengan gerhana bulan. Waktu pelaksanaan sholat gerhana bulan yaitu ketika mulai terjadinya gerhana bulan hingga bulan tampak utuh seperti sedia kala.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan yang telah dijabarkan secara jelas artikel mengenai Sholat Dua Gerhana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu kamu ya. Terima kasih.

Tata Cara Sholat Tahajud

_pur
2 min read

Waktu Sholat dalam Islam

_pur
2 min read

Bacaan Sholat Lima Waktu

_pur
3 min read