Sholat Fajar atau Qobliyah Subuh : Niat, Waktu Sholat, dan Keutamaan

2 min read

Sholat Fajar

Sholat Fajar atau Qobliyah Subuh : Niat, Waktu Sholat, dan Keutamaan – Sholat merupakan salah satu ibadah yang wajib dikerjakan bagi tiap – tiap umat Islam. Sholat dikerjakan tidak hanya sholat fardhu saja. Tetapi juga terdapat sholat sunnah yang bisa dikerjakan di tiap harinya.

Pernahkah kamu mendengar shalat fajar? Shalat fajar merupakan sholat sunnah. Apakah kamu masih asing mendengarnya? Tenang setelah ini akan dibahas lebih lanjut nih.

Shalat fajar ini merupakan salah satu shalat sunnah yang sering dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penasaran kan jadinya?

Ulasan kali ini akan menjelaskan mengenai apa itu shalat fajar, niat dari shalat fajar, waktu pelaksanaan, dan keutamaan dari shalat fajar. Berikut penjelasannya. Simak terus ya.

Apa itu Sholat Fajar?

Shalat fajar merupakan shalat sunnah yang dikerjakan saat masuknya waktu subuh. Sholat sunnah ini dikerjakan sebanyak dua rakaat. Meskipun begitu, masih banyak orang yang melaksanakan shalat sunnah fajar ini dengan keliru.

Sholat sunnah fajar merupakan sholat sunnah qabliyah subuh. Itu berarti sholat sunnah ini dikerjakan setelah selesai adzan. Shalat fajar dikatakan demikian karena shalat ini dikerjakan setelah fajar terbit.

Salah satu sholat sunnah yang biasa dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu sholat fajar.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat fajar. Beliau mengatakan bahwa:

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيِ الفَجْرِ

Artinya: Tidak ada sholat sunnah yang lebih diperhatikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dikerjakan dari pada dua rakaat fajar.” (HR. Al Bukhari)

Berdasarkan hal tersebut, sholat sunnah ini merupakan sholat sunnah yang sebaiknya kita kerjakan dan sholat sunnah ini dikerjakan sebelum melaksanakan sholat Subuh.

Tata cara pelaksanaan shalat sunnah fajar ini sama halnya dengan pelaksanaan shalat lainnya ya. Tidak ada yang memberatkan dalam pelaksanaan sholat ini.

Niat Sholat Fajar

Adapun berikut ini merupakan niat dari shalat sunnah fajar:

Bacaan Arab Niat Sholat Fajar
Bacaan Arab Niat Sholat Fajar

Bacaan Arab Niat Sholat Fajar

أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Latin Niat Sholat Fajar

Ushalli sunnatash shubhi rak’ataini qabliyyatal lillaahi ta’aala.

Terjemahan Arti Bacaan Arab Niat Sholat Fajar

“Aku niat melaksanakan sholat sunah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah Taala.”

Waktu Pelaksanaan Sholat Fajar

Shalat fajar dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti shalat sunnah rawatib. Shalat fajar dikerjakan setelah adzan subuh dan sebelum melaksanakan shalat subuh.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa Rasulullah tidak melewatkan shalat fajar ini. Berikut ini hadist yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan An Nasa’i yaitu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

Artinya: ”Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Al Bukhari dan An Nasa’i)

Keutamaan Sholat Fajar

Shalat fajar memiliki keutamaan – keutamaan. Melakukan shalat fajar selain karena mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentunya juga untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Adapun keutamaan dari shalat fajar di antaranya yaitu:

a. Lebih baik di banding dunia

Melaksanakan shalat fajar lebih baik dibandingkan tidur dan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan shalat fajar memiliki keutamaan yang lebih baik di bandingkan dunia. Karena kita lebih memilih untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

Artinya: ”Dua rakaat sholat fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim, An Nasa’i, dan At Tirmidzi)

b. Shalatnya ringan

Shalat fajar dilakukan dengan ringan tanpa paksaan. Hal inilah yang menjadikan shalat fajar menjadi shalat yang ringan untuk dikerjakan.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ

Artinya: “Dari Ibnu Umar, beliau berkata bahwa Hafshah Ummul Mukminin telah menceritakan kepadanya bahwa dahulu bila muadzin selesai mengumandangkan adzan untuk sholat subuh dan telah masuk waktu subuh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sholat sunnah dua rakaat dengan ringan sebelum mengerjakan sholat subuh.” (HR. Al Bukhari)

Oleh karena itu melaksanakan sholat sunnah ini merupakan hal yang dianjurkan. Semoga kita bisa istiqomah dalam menjalankannya. Tentunya dengan tidak melupakan hal yang wajib juga ya.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai shalat fajar meliputi apa itu shalat fajar, niat dari shalat ini, waktu pelaksanaan, dan keutamaan dari shalat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda sekalian dan dapat diamalkan di kehidupan sehari – hari. Terima kasih.