Sholat Jenazah

3 min read

Sholat Jenazah – Sholat Jenazah merupakan sholat yang yang termasuk penting untuk dilakukan ketika terdapat seseorang yang meninggal dunia. Bagi umat Islam jika terdapat saudaranya yang meninggal dunia, maka mereka berkewajiban untuk mengurus jenazahnya.

Salah satu kewajiban kita terhadap mayat yaitu menyalatkannya. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui tentang tata cara mengurus jenazah.

Untuk itu artikel kali ini akan menjelaskan tentang syarat, hukum, rukun, sunnah shalat jenazah, sampai posisi imam ketika menyalatkan jenazah. Yuk, akan dijelaskan secara lengkap mengenai shalat jenazah.

Syarat Sholat Jenazah

Terdapat beberapa syarat-syarat yang perlu dipenuhi dalam shalat jenazah, yaitu sebagai berikut:

  1. Sholat jenazah sama dengan shalat yang lainnya, yaitu harus menghadap kiblat, menutup aurat, suci dari hadas besar dan kecil, suci badan, pakaian, dan tempatnya.
  2. Mayat telah dimandikan dan dikafani.
  3. Letak mayat sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali jika sholat ghaib atau sholat yang dilakukan di atas kubur.

Hukum Sholat Jenazah

Cara shalat jenazah harus diketahui oleh seluruh umat beragama Islam, khususnya laki-laki. Sebelum menguburkan seorang jenazah wajib hukumnya untuk terlebih dahulu memandikannya kemudian menyalatkannya. Tujuan memandikan jenazah adalah supaya jenazah tersebut kembali suci sebelum menemui Yang Maha Kuasa.

cara-sholat-jenazah

Hukum memandikan jenazah dalam agama Islam yaitu fardhu kifayah, yang berarti wajib dilaksanakan. Namun, jika telah dilaksanakan oleh orang lain, maka kewajiban tersebut akan gugur.

Cara shalat jenazah wajib diketahui dan dipahami karena merupakan hal wajib pula yang harus dikerjakan sebelum menguburkannya. Sama halnya dengan memandikan, menyalatkan jenazah hukumnya juga yaitu fardhu kifayah.

Fardhu kifayah sendiri artinya wajib dan ditujukan oleh orang banyak namun jika sebagian orang muslim sudah melakukannya maka kewajiban tersebut akan gugur bagi muslim yang lainnya, sedangkan yang lain tidak mendapatkan dosa. Namun apabila seluruh kaum muslimin meninggalkan sholat jenazah maka kaum muslimin tersebut berdosa.

Bagi keluarga yang ditinggalkan jangan sekali-kali meratapi kematian almarhum atau almarhumah. Kenapa? Karena akan menyiksa almarhum atau amarhumah. Boleh kita menangis sebagai rasa belasungkawa karena syok atau merasa terpukul. Namun, jangan sampai meratapi yang sampai menyiksa almarhum atau almarhumah.

Rukun Sholat Jenazah

Shalat jenazah memiliki rukun-rukun shalat jenazah. Apabila rukun-rukun tersebut tidak dipenuhi, maka sholatnya akan batal dan tidak dianggap sah.

Sebenarnya shalat jenazah itu dianjurkan sebanyak mungkin orang Muslim yang menyalatkan orang yang telah meninggal dunia, agar ia mendapatkan syafa’at. Rasulullah SAW. bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

Artinya:
“Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh kaum Muslimin yang jumlahnya mencapai seratus orang, semuanya mendoakan untuknya, niscaya mereka bisa memberikan syafaat untuk si mayat.” (HR. Muslim No. 947).

Rasulullah SAW. juga bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أرْبَعُونَ رَجُلا، لا يُشْرِكُونَ بِالله شَيْئاً إِلا شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ

Artinya:
“Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh empat puluh orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun, kecuali Allah akan memberikan syafaat kepada jenazah tersebut dengan sebab mereka.” (HR. Muslim No. 948).

Rukun shalat jenazah ada delapan. Berikut ini rukun shalat jenazah yaitu sebagai berikut:

  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang mampu
  3. Empat kali takbir
  4. Mengangkat tangan pada saat takbir pertama
  5. Membaca surat Al Fatihah
  6. Membaca sholawat Nabi
  7. Berdoa untuk jenazah
  8. Salam

Sunnah Sholat Jenazah

Sunnah shalat jenazah adalah apabila dikerjakan dapat menambah pahala bagi orang yang melaksanakan sunnah sholat tersebut. Berikut ini merupakan sunnah shalat jenazah yang harus diketahui dan diperhatikan bagi umat muslim:

  1. Mengangkat Tangan Pada Setiap Takbir
    Pada shalat jenazah di tiap takbirnya memiliki bacaan masing-masing. Saat takbiratul ikhram sebanyak empat kali disunnahkan untuk mengangkat tangan. Karena di dalam sholat jenazah tidak ada rukuk dan gerakan sesudahnya.
  2. Merendahkan Suara
    Dalam melaksanakan shalat jenazah baik suara imam maupun suara makmum sebaiknya dilirihkan atau dipelankan. Oleh karena itu, tidak ada imam yang membaca di tiap-tiap bacaan takbir dengan suara keras.
  3. Membaca Ta’awuz
    Membaca ta’awuz juga menjadi sunnah bagi sholat jenazah.
  4. Banyak Makmum
    Sholat jenazah akan mendapatkan banyak pahalanya jika banyak makmum atau banyak orang yang mengerjakannya.
  5. Banyak Shaf
    Jika ada orang muslim yang meninggal dunia lalu disholatkan oleh orang muslim lainnya banyaknya shaf untuk menyalatkan jenazah tersebut adalah tiga shaf.

Posisi Imam Saat Sholat Jenazah

Selanjutnya kita akan membahas mengenai posisi seorang imam dalam shalat jenazah. Imam harus memiliki ilmu yang cukup tentang sholat jenazah dan memiliki beban mental yang berat. Hal itu juga disebabkan makmum yang ada bersamanya menjadi tanggung jawab seorang imam. Sehingga, apabila imam melakukan kesalahan maka dosanya akan berat sekali.

Posisi imam sangatlah penting dalam pelaksanaan shalat jenazah. Sebab posisi jenazah laki-laki dengan jenazah perempuan ketika sholat berbeda. Berikut ini merupakan posisi imam yang benar saat menyalatkan jenazah:

1. Jenazah perempuan

Apabila jenazahnya perempuan maka posisi seorang imam tepat berdiri di belakang pinggang jenazah tersebut dan posisi kepala jenazah tepat berada diletakkan di sebelah kanan sang imam.

2. Jenazah laki-laki

Apabila jenazahnya laki-laki maka posisi seorang imam berdiri tepat di bagian belakang kepala jenazah tersebut dan posisi kepala jenazah diletakkan di sebelah kiri imam.

Doa Sesudah Sholat Jenazah

Sebelum berdoa sebaiknya imam memimpin untuk memberikan doa kepada jenazah yaitu membaca Al-Fatihah. Makmum meng-Amiinkan doa imam tersebut.

Bacaan doa setelah shalat jenazah:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّى عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ.اِعْتِقْ رِقَابَنَاوَرِقَابَ هٰذَاالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) مِنَ النَّارِ٣× اَللّٰهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَعَلٰى هٰذَالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) وَاجْعَلْ قَبْرَهٗ(هَا)رَوْضَةًمِنَ الْجَنَّةِ.وَلاَتَجْعَلْهُ لَهٗ (لَهَا) حُفْرَةًمِنَ النِّيْرَانِ.وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى خَيْرِخَلْقِهٖ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammadin.”
“Allaahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqaa banaa wariqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj’al qabrahuu (haa) roudhotan minal jannati. Walaa taj’alhu lahuu (lahaa) hufratan minanniiraani. Washollallaahu ‘alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii ajma’iina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina.”

Artinya:
“Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayat ini dari siksaan api neraka (3 kali).”
“Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayat ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai shalat jenazah. Semoga dapat menambah pengetahuan dan dapat diamalkan ketika terdapat saudara kita yang meninggal dunia.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

_pur
3 min read