Sholat Jenazah

4 min read

Setiap orang yang hidup tentunya pasti akan mati. Setiap jiwa akan kembali di hadapan Allah. Manusia dengan hidup hanya sementara di dunia yang fana ini.

Cara sholat jenazah harus dapat diketahui dengan semua umat Islam, terutama bagi pria. Seperti yang telah di ketahui, sebelum menguburkan mayat, sudah wajib baginya untuk mandi dahulu dan kemudian akan disholatkan.

Memandikan berarti bahwa tubuh itu sudah suci lagi sebelum pertemuan dengan Yang Maha Kuasa. Hukum saat memandikan mayat dalam Islam merupakan Fardu Kifayah, yang artinya wajib dan harus dilaksanakan.

Tentunya dalam umat manusia, telah mengenal dalam sholat ini bukan? Terdapat juga tata cara, pengertian, hukum, niat, dan lain-lain. Untuk penjelasan selanjutnya, mari simak secara bersama-sama.

Sholat Jenazah

Bagi seorang umat muslim yang kerabatnya telah meninggal, mereka diharuskan menjaga tubuh mereka. Hukum dalam mengurus jenazah merupakan fardhu kifayah.

Hukum Fardhu Kifayah ialah telah menyatakan bahwa terdapat umat Islam di antara mereka yang merawatnya dengan baik. Dari dimandikan, disholatkan, sampai di kuburkan. Bagi orang-orang Muslim yang tidak kewajiban nya tidak akan berdosa.

Akan tetapi jika tidak ada yang peduli dengan mayat almarhum tersebut, mereka semuanya akan mendapatkan dosa dari Allah SWT. Karena dalam keluarga yang sudah meninggal tidak boleh berduka untuk mereka. Boleh berteriak, menangis sebagai belasungkawa ke hati yang mendapat pukulan pertama. Tapi jangan mengeluh bahwa itu mengganggumu.

Diriwayatkan dengan Imam Muslim dan Imam Bukhari dari Abu Hurairah berkata, “Ketika seorang laki-laki sudah meninggal dalam kesalahan atau berhutang terhadap Rasulullah, beliau bertanya apakah dia telah meninggalkan harta sebagai membayar utangnya.

Jika dikatakan bahwa dia telah meninggalkan hartanya sebagai membayar hutang, dia akan membayarnya kembali. Jika tidak, maka dia akan memerintahkan umat Islam, doakan atau solatkanlah terhadap temanmu”.

Kewajiban Terhadap Jenazah

Sholat-jenazah

Terdapat beberapa kewajiban sebagai orang yang sudah meninggal, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Memandikan Jenazah

Hal pertama yang harus dilakukan ialah membersihkan bagian tubuh dari kotoran, termasuk zat-zat tidak murni dalam tubuh. Bersihkan lubang termasuk lubang hidung dan lainnya.

Kemudian berikan wudhu kepada anggota wudhu nya. Ratakan air tiga atau lima kali di seluruh tubuh. Semprotan pertama lebih baik dengan air yang dicampur dengan sabun. Kedua dengan air jernih dan ketiga (terakhir) dengan air ditambah dengan kapur barus.

Jenazah terhadap laki-laki hanya boleh dimandikan dengan pria dan tubuh wanita dengan wanita. Jika Mayyit memiliki rambut panjang setelah mandi dan menikah, itu lebih praktis jika rambut dikepang atau diikat menjadi simpul.

2. Mengkafani Jenazah

Untuk kain kafan terhadap jenazah laki-laki yakni sebanyak tiga lapis dan wanita hingga sebanyak dua lapis saja. Jika kedua tubuh memiliki pakaian yang berbeda, seperti sarung atau kain penutup jari, sarung dan kain jari dihitung dengan tiga atau dua lapis.

Cara untuk mengkafani tubuh jenazah tersebut adalah dengan meletakkan kain kafan di tempat yang baik dan kemudian meletakkan tubuh di atasnya. Kemudian sarungnya ditekuk untuk menutupi atau membungkus tubuh.

3. Mensholatkan Jenazah

Dalam melakukan sholat terhadap jenazah, dapat dilakukan di masjid atau di kuburan. Menurut buku Tanwiul Qulub, posisi kepala berada di selatan ketika tubuh laki-laki. Jika tubuh perempuan, posisi kepala di utara.

Pada tubuh jenazah lakui-laki berdiri tepat imam berdiri langsung ke arah kepala tubuh, sedangkan tubuh jenazah perempuan imam berdiri ke arah pinggang tubuh. Jadi, jika jenazah kepala wanita itu di sebelah kanan imam.

Dalam sholat ini tanpa adanya suatu sujud atau sujud, hanya berdiri dengan 4 takbiran. Jika akan berdoa untuk mayat di kuburan yang tanah di bawahnya mungkin tidak suci. Jadi, jika Anda memakai sandal, jangan memakainya, lepaskan saja dan berdiri di atasnya.

Niat Sholat Jenazah

Cara berniat merupakan sebagai mengingat di dalam hati adanya sholat dalam empat kali pada taknir dari tubuh jenazah tersebut, yang diarahkan ke tubuh Fardhu Kifayah.

Tetapi ada juga beberapa ulama yang percaya bahwa sunah untuk dituturkan, terutama dari aliran pemikiran Shafi. Bagi mereka yang perlu membaca niat, ucapkan niat sebagai berikut:

Bacaan Niat Untuk Laki-Laki

Niat-Untuk-Laki-Laki

Usholli ‘alaa hadzal mayyiti irba’a takbirooti fardol kiyafati makmumal lillahita’ala.

Artinya:
“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah ta’ala”

Bacaan Niat Untuk Perempuan

Niat-Untuk-Perempuan

Usholli ‘alaa hadzihil mayyiti irba’a takbirooti fardol kiyafati makmumal lillahita’ala.

Artinya:
“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah ta’ala”.

Tata Cara Sholat Jenazah

Terdapat beberapa tata cara dalam melakukan sholat jenazah, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Berdiri Tegak serta Membaca Niat, lalu Takbiratul Ikhram Melanjutkan Membaca Al Fatihah

Seperti halnya dalam doa-doa lainnya, setiap doa dapat dimulai dengan berdiri tegak dan membaca niat untuk berdoa jenazah sesuai dengan jenazah.

Tangan dipegang di atas pusar dan kemudian membaca al-Fatihah tanpa menambahkan surat-surat lainnya. Segala sesuatu di Takbir pertama termasuk niat yang telah disebutkan.

2. Takbir Kedua Kemudian Membaca Sholawat

Baca takbir dalam kedua dengan mengangkat tangan setinggi telinga atau pundak, lalu pegang tangan di atas pusar.

Kemudian bacakan shalawat terhadap Nabi Muhammad. Dapat untuk membaca doa singkat dan mungkin panjang dari para nabi, seperti halnya dengan doa-doa umum.

Bacaan Sholawat Nabi

Bacaan-Sholawat-Nabi

Allahumma sholli ‘ala muhammadin pa’ala alimuhammadin, kama sholaita’ala ibrohiim wa’ala ali ibrohim. Wabarik ‘ala muhammadin wa’ala ali muhammad, kama barokta’ala ibrohiim wa’ala ali ibrohim. Fil ‘aalamina innaka hamiidummajid.

Artinya:
“Ya Allah, berikan berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad saat Engkau memberkati Nabi Ibrahim.

Berkatilah Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad karena Engkau telah memberkati keluarga Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di alam inilah Engkaulah adalah Tuhan yang paling dipuji dan ditinggikan. “

3. Takbir Ketiga Kemudian Membaca Doa Untuk Jenazah

Berdoalah untuk tubuh jenazah dengan membaca doa tubuh yakni:

Doa-Sholat-Jenazah

Allahum maghfirlahu wahamhu wa’aafihi wa’fu’anhu, wa akrim nuzulahu wawassi’ madkhalahu wa aghsilhu minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubulabyadlu minad danas.

Wa abdilhu daaraan khairam mind daarihi wa ahlan khairam min ahlihi wa ad khilhul jannata waaidzhu min ‘adsaabil qabri wa min ‘adsaabin naar.

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, hapus dan ampuni dosa-dosanya, tingkatkan tempatnya (surga) dan rentangkan kuburnya. Seka cacat sampai bersih seperti kain putih dari kotoran”

“Ubahlah rumah lebih baik dari rumah sebelumnya, keluarga lebih baik dari keluarga yang sulit, dan letakkan di langit dan jauhkan dari penderitaan makam dan penderitaan api neraka”.

Jika Jenazahnya perempuan cukup untuk mengubah lafadz “hu” menjadi “ha”, seperti dalam contoh berikut.

“Allaahummagh firlahu adalah hamhu wa’aafihu wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu diganti dengan yang berikut:

“Allaahummagh firlaha adalah hamha wa’aafiha wa’fu ‘anha wa akrim nuzulaha

4. Takbir Keempat Kemudian Berdoa Untuk Jenazah Lagi

Setelah melakukan Takbir yang keempat, bacalah doa sholat untuk jenazah lagi, yakni:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allahumma laatihrimna ajrohu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahuu.

Artinya:
“Ya Allah, jangan menutupi kami dengan hadiah dari almarhum ini dan jangan memfitnah kami setelah kami meninggalkan almarhum, maafkan kami dan maafkan dia”.

Jika terhadap jenazah tersebut ialah perempuan, maka bacaan nya berubah dari “hu” diganti menjadi “ha” yakni:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Allahumma laatihrimna ajroha walaa taftinna ba’daha waghfirlanaa walaha.

5. Mengucapkan Salam

Setelah membaca doa pemakaman pada Takbir keempat, ucapkan salam sambil menolah pada ke arah kanan dan kiri.

Dalam sholat ini, merupakan sebuah kewajiban bagi umat islam sebagai memandikan Jenazah, terdapat hukum yakni fardhu kifayah.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang dapat kami sampaikan yakni mengenai Sholat Jenazah. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Shalat Idul Fitri

_pur
3 min read

Shalat Sunnah Rawatib

_pur
3 min read

Shalat Idul Adha

_pur
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *