Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin, dan Arti

2 min read

Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin, dan Arti – Tiap umat Muslim melaksanakan ibadah wajib seperti sholat. Melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid merupakan suatu kewajiban khususnya untuk kaum laki – laki. Berbeda dengan wanita lebih diutamakan untuk mengerjakannya di rumah.

Ketika melaksanakan ibadah sholat wajib lima waktu di masjid biasanya kita juga disunnahkan untuk melaksanakan sholat sunnah. Salah satunya yaitu sholat sunnah tahiyatul masjid.

Tahukah kamu apa itu shalat sunnah tahiyatul masjid? Bagaimana niat shalat sunnah tahiyatul masjid tersebut?

Don’t be panic, guys. Setelah ini akan dijelaskan nih apa itu shalat sunnah tahiyatul masjid dan niatnya yang dilengkapi dengan bacaan Arab, Latin, serta Artinya. So, simak terus ya.

Pengertian Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

Terdapat sholat sunnah yang dapat kita lakukan ketika melaksanakan sholat berjamaah di masjid, yaitu sholat sunnah rawatib, sholat sunnah tahiyatul masjid, dan juga sholat sunnah wudhu.

Sholat sunnah tahiyatul masjid merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan apabila terdapat seseorang yang memasuki masjid. Shalat sunnah tahiyatul masjid ini dikerjakan sebanyak dua rakaat.

Shalat sunnah tahiyatul masjid juga dimaksudkan dengan shalat sunnah untuk menghormati masjid. Karena masjid merupakan tempat yang suci dan tempat di mana semua umat Muslim beribadah kepada Allah SWT.

Saat kita memasuki masjid sebaiknya langsung bergegas mencari tempat untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat yaitu shalat sunnah tahiyatul masjid. Jangan kamu langsung duduk menunggu sholat wajib dimulai.

Perlu diingat! Syarat melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid yaitu memasuki masjid dan Anda tidak duduk terlebih dahulu ketika telah berada di dalam masjid, serta imam belum memulai untuk melaksanakan sholat wajib.

Berdasarkan hadits Al Bukhari dan Muslim menerangkan tentang anjuran Nabi Muhammad SAW. dalam melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid sebagai berikut:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ النَّاسِ قَالَ فَجَلَسْتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تَجْلِسَ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُكَ جَالِسًا وَالنَّاسُ جُلُوسٌ قَالَ فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ

Artinya: “Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku masuk ke dalam masjid sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di tengah orang banyak.” Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu lantas melanjutkan ceritanya, “Lantas aku pun langsung duduk, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Apa alasan yang menghalangi kamu untuk melaksanakan sholat dua rakaat sebelum duduk?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, aku melihat kamu duduk sedangkan orang – orang juga duduk.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Ketika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum shalat dua rakaat.”” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Begitu pula ketika hari Jumat tiba, dan para kaum Muslimin melaksanakan sholat Jumat di masjid. Lakukanlah sholat sunnah tahiyatul masjid. Hal ini seperti ajaran dari Nabi Muhammad SAW. dalam sebuah hadits.

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu berkata,

جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ, فَجَلَسَ. فَقَالَ لَهُ: يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا! ثُمَّ قَالَ: إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

Artinya: “Sulaik Al Ghathafani datang pada hari Jumat, sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka Beliau langsung bertanya padanya, “Wahai Sulaik, bangun dan sholatlah dua rakaat, kerjakanlah dengan ringan.” Kemudian Beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jumat, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia sholat dua rakaat, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Niat Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

Ketika melaksanakan sholat sunnah tentunya kita juga akan mendapatkan pahala dari amalan tersebut. Semua yang kita kerjakan tergantung dengan niatnya.

“Sesungguhnya amalan – amalan seseorang tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, segala sesuatu harus dimulai dengan niat.

Adapun niat dari shalat sunnah tahiyatul masjid yaitu sebagai berikut:

Niat sholat tahiyatul masjid

Bacaan Arab Niat Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

أُصَلِّيْ سُنَّةً تَحِيَّةَ المَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءًا لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Latin Niat Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

Ushallii sunnatan tahiyyatal masjidi rak‘ataini adaa an lillaahi ta‘aalaa.

Arti Bacaan Niat Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

“Aku sengaja sholat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Pelaksanaan shalat sunnah tahiyatul masjid sama halnya dengan melaksanakan shalat seperti biasanya. Yang membedakan hanya pada niatnya saja.

Dengan melaksanakan ibadah – ibadah sunnah berarti kita mengikuti ajaran yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah ajaran tersebut merupakan hal yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. atas perintah Allah SWT. Bukan ajaran yang menyimpang.

Setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. memiliki keutamaannya, sama halnya dengan shalat sunnah tahiyatul masjid, terdapat keutamaan dan manfaat dari shalat tersebut.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan mengenai pengertian shalat sunnah tahiyatul masjid beserta niat dari shalat sunnah tersebut lengkap dengan bacaan Arab, Latin, dan artinya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda sekalian dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari – hari ya. Terima kasih.