Sifat 20

9 min read

Sifat 20

Sebagai Muslim, kita perlu belajar ilmu tauhid. Salah satunya adalah untuk mengetahui atribut dan seluk beluk sifat 20 Alloh SWT yang merupakan kewajiban insane muslim untuk tahu sifat Wajib dan Mustahil dari Alloh SWT yang perlu diketahui. Sehingga menjadi pedoman tiap Muslim untuk mengimani lebih yakin dan berdasar akal sehat, dan sesuai dengan jalan pikiran manusia yang  fitrah lagi hanif.

Untuk ini mengikuti penjelasan tentang Sifat Wajib dan Mustahil dari Allah. Dimulai dari wajib akan sehingga kita bisa mengangankan eksistensi Alloh SWT  serta batas- batasan dengan benar sebagaimana sipat yang dimiliki-Nya.

  1. Sifat – Sifat Alloh SWT juga maksud dan pengertiannya

Untuk membahas Sifat 20 Wajib dan Mustahil dari Alloh. Kita harus tahu apa arti dari sipat  Alloh itu sendiri, yang berarti atribut sempurna yang tak terbatas untuk Alloh SWT dengan segala ke-Esaan-Nya,  sebagai Muslim kita harus percaya n yakin , bahwa   kesempurnaan   dan segala keEsaan-Nya  hanyalah milik Sang Maha Pencipta semata.

Kita semestinya belajar  iman yang sebenar-benarnya tentang  Wajib dan Mustahil dan Jais-Nya  Alloh SWT. Sehingga Alloh SWT benar-benar nyata dan real dengan sifat-sifat-Nya yang tunggal. Sekedar menginggat tentang Iman menurut istilah itu adalah pengakuan dalam hati, diucapkan secara lisan dan bekerja sebagai bukti dengan anggota gerak  tubuh.

Ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

“Iman adalah pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.” (HR Thabrani)

Sifat 20 Wajib Alloh SWT

Sifat 20

1. Wujud (Maha Ada)

Artinya Alloh pasti ada-Nya walaupun tidak terlihat bukan berati tiada  sebab panca indera kita tidak mampu menjangkau-Nya.

Sebagaimana firman Alloh SWT

“Alloh-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara dalam enam masa, kemudia ia bersemayam di atas‘ Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi Syafa’at 1190. Maka kamu tidak memperhatikan? “(QS. As – Sajadah: 4)”

 Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku ”. (QS. Thaha: 14)  Inilah beberapa dalil berkenaan adanya Alloh SWT yang kita imani, selain itu juga bisa dilihat Ayat-ayat Kauliyah Dan Kauniyah.

Adanya alam semesta sebuah bukti mutlak adanya Sang Pencipta, kita juga dapat melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti halnya manusia dengan segala perlengkapan yang diperlukan di dunia ini. Tentu kita bisa berfikir bahawa semua yang ada pasti menciptakan, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di ayat lain Alloh SWT menjelaskan dalam firman-Nya :

“Dan dialah yang telah dibuat untuk kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Dan Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan ke-Nyalah kamu akan dihimpun. Dan Dialah yang menghidupkn dan mematikan Dan Dialah yang diterbitkan malam dan siang. Maka apakah kamu tidak berfikir? ”… (QS.Al Muminun: 78-80)

2. Qidam (Awal/Terdahulu)

Allohlah sang pencipta tunggal lagi awal yang menciptakan alam semesta bersama isinya, selebihnya bersifat baru(yang diciptakan). Maksudnya, Allah telah menciptakan mahkluk(baru). Dia ada sebelum adanya sesuatu atau tiada berawalan lagi berakhiran, Dialah Sang Awal dari segala kemunculan mahkluk( ciptaan)

Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:   “Dialah yang awal dan yang akhir. Yang zhahir dan yang bathin, dan Dia tahu segala sesuatu ”. (QS. Al – Hadid: 3)

Artinya semua makhluk ciptaan-Nya bersipat baru, pun begitu alam semesta galaksi , bintang dan planet serta bumi dan seisinya. Sebab Alloh SWT ada sebelum semua ada.

3. Baqo (Maha Kekal/Tiada Hancur)

Seluruh makhluk yang ada di alam semesta seperti galaksi, bintang dan planet akan hancur dan berhenti (mati) begitu isi bumi yakni  manusia, hewan, tumbuhan, planet, bintang, dan lubang hitam pasti akan hancur atau musnah sehingga mereka disebut baru karena tidk dapat memberikan bekas atau hasil kecuali izin Alloh SWT sehingga makhluk senantiasa ada awal dan akhir.

Betapapun hebatnya makhluk mereka tetaplah barang ciptaan Alloh SWT. Rupa  dengan wajah cantik sekali ,namun cantik itu suatu hari akan menjadi tua dan mati. Begitu juga dengan tanaman yang semula tumbuh subur, maka lama kelamaan akan layu dan mati. Betapa memalukan dan lemahnya kita untuk bangga pada diri kita yang hina lagi nista di hadapan Alloh SWT.

Sungguh tidak pantasnya kita harus berbangga akan kebesaran yang kita miliki karena semua kebesaran itu hanya sementara dan Hanya semata milik Allah, Sang Pencipta, yang kekal.

Ayat yang menjelaskan berkenaan sifat baqa adala firman Alloh SWT dalam Al Qur’an: “Semua yang ada di bumi akan binasa. Dan tetap kekal wajah Rabb mu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan ”. (QS. Ar – Rahman: 26-27)

“Setiap kali pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah semua keputusan, dan hanya kepadaNya-lah kamu menerima ”. (QS. Al – Qasas: 88)  Maha kekal Alloh SWT  dengan segala sifat 20 nya, dzat dan perbuatan-NYa.

4. Mukholafatul Lilhawaditsi (Berbeda Dengan Ciptaa-Nya)

Alloh SWT adalah Dzat yang  berbeda dengan ciptaanya. Dialah  yang Maha Sempurna  Maha Besar, dan segala Maha Esa dalam Dzat , sifat dan perbuatan. Tidak ada sesuatupun yang mampu menandingi keagunganNya, kesuciaan-Nya keindahaan-Nya dan  Dia begitu  Maha Tunggal  tiada sekutu . Sehingga kita diajarkan  guru –guru kita untuk melihat dunia ini agar memandang  segala yang banyak(dunia dan seisinya) kepada yang satu  dan memandang yang satu kepada yang banyak (alam semesta) . Dalil Ayat yang menerangkan sifat ini adalah  dalam Al Qur’an:

“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan dia”. (QS. Al – Ikhlas: 4) “

Tidak ada yang terkait dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengan dan Melihat”. (QS. Asy – Syura: 11)

5. Qiyamuhu Binafsihi (Maha Berdiri Sendiri)

Bahwasanya  Alloh SWT adalah Dzat yang berdiri sendiri, tidak membutuhkan apa pun dan tidak membutuhkan bantuan dari siapapun dan sekutu dari manapun. Dialah  dzat yang Maha Kuasa lagi Perkasa tampa dipaksa oleh apapun dalam sifat dan perbuatan-Nya.  Dia  dzat dan sifat-Nya mandiri sedari azali, Ayat yang menerangkan ada dalam Al Qur’an:

“Sesungguhnya Alloh benar – Mahar kaya (tidak meminta sesuatu) dari alam semesta”. (QS. Al – Ankabut: 6)  dan ayat lain menerangkan.

“Katakanlah hari segala puji bagi Alloh Yang tidak memiliki anak dan tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang membutuhkan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang bernilai-besar.” (QS. Al-Isra: 111)

6. Wahdaniyah (Maha Esa/Tunggal)

Alloh SWT adalah dzat yang tunggal tiada sekutu lagi bersekutu pada sesuatu, dan esa dalam dzat ,sifat dan perbuatan-Nya, sehingga  Allohlah sejatinya wujud dan kenyataan wujud, sedangkan  makhuk hanyala bayanga dari kenyataan wujud Alloh SWT.  Dalam Ayat  dijelaskan bahwa:

“Seandainya di langit dan di bumi ada tuhan – tuhan selain Allah, tentulah itu akan binasa”. (QS Al – Anbiya: 22)

7. Qudrat (Berkuasa)

Alloh SWT adalah Dzat Maha Kuasa adalah salah satu sifat 20 Alloh yang nampak atas segala sesuatu baik yang di bumi dan dilangit, semua tunduk atas perintah dan aturan-Nya. Tidak ada yang mampu menyaingi dan menandingi kekuasaan Alloh SWT, ketika manusia sadar akan hakekat dirinya dan alam semesta begitu tunduk dan patuh atas sunahtulloh.

Semua berjalan atas aturan dan perintah Alloh SWT, seperti malam dan siang , rotasi dan pergerakan bintang dan bulan begitu tertib sebab adanya  Kuasa Sang Maha Kuasa  untuk mengaturnya, sebab tidak mungkin semua berjalan secara kebetulan. Seperti dalam Al-Qur`an menyebutkan :

“Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al – Baqarah: 20)

8. Iradat (Maha Berkehendak)

Dalam sifat 20 Alloh bahwasanya Alloh SWT dzat yang Maha berkehendak kepada sesuatu sesuai keinginan-Nya bukan karena terpaksa atau dipaksa oleh segala sesuatu atau iming –iming . Alloh SWT berkehendak untuk berbuat sesuatu murni kehendak Diri-Nya  dan ketika dia berfirman “kun fayakun” maka jadilah hal itu sesuatu yang mudah bagi Alloh SWT. Sedang lainya  lagi mampu kecuali atas izin-Nya .

Artinya ketika Alloh SWT menurunkan Rohman , Rohim , Ridho serta Magfirah-Nya tiadalah karena amalan atau ibadah seseorang  melainkan karena mutlak kehendak Alloh SWT sendiri .

Ayat yang mejelaskan dalam Al Qur’an:

“Mereka kekal ditempatkan di sana selama langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu melambaikan Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki ”. (QS. Hud: 107)

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanya berkata kepadanya:” Jadilah! “Maka terjadilah ia.” (QS Yasiin: 82)

9. Ilmun (Maha Mengetahui)

Sifat 20 Alloh diantaranya Ilmun Artinya segala sesuatu yang diciptakan-Nya tidak ada yang tersebunyi atau tertutup, semuanya Alloh SWT mengetahuinya baik yang dilangit maupun di bumi baik dzohir maupun yang ghaib atau Yang Tampak Dan Yang Tidak Tampak. Mengetahui disini bukan hanya mengetahui seperti pengetahuan manusia akan sesuatu melainkan Maha Mengetahui yang esa .

Sebab manusia untuk mengaetahui diperoleh dengan proses waktu belajar , bergantung dengan panca idera dan alam semesta  sedangkan Alloh SWT tidak demikian , sehingga sejatinya manusia mengetahui sesuatu sebab Alloh meletakan  sifat ilmu-Nya pada diri manusia dan pada makhluk  lainya. Sebagaiman dalil dalam Al-Qur`an :

“Sesungguhnya dan kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya hari, Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”. (QS. Qaf: 16)

10. Hayat (Maha Hidup)

Dan sifat 20 Alloh SWT Ta’ala diantarannya Maha Hidup  tiada akan pernah mati, binasa ataupun musnah. Sifat 20 Alloh seperti hidup-Nya Alloh SWT  Esa dalam kemandirian dan tiada ketergantungan pada apapun dan siapapun. Dia Dzat  yang berkekalan  dan sudah ada(hidup) sebelum adanya segala sesuatu.

Sebaliknya makhluk seperti manusia bergantung pada-Nya seperti makan, minum dan udara dan lainya. Jadi sungguh manusia makhluk yang lemah lagi tiada daya kecuali atas sifat Hayat (hidup) Alloh SWT yang dititipkan pada mahkluknya seperti manusia,  sehingga manusia tiada labih sebagai bayang-bayangnya Alloh SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

“Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.

Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Alloh tanpa izin-Nya. Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Alloh meliputi langit dan bumi dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Alloh Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

“Dan bertawakkallah kepada Alloh yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)

11. Sama (Maha Mendengar)

Untuk sifat 20 Alloh SWT Maha Mendengar baik yang diucapkan ataupun yang disembunyikan dalam hati manusia ataupun makhluk-Nya, Alloh SWT sangat mendengar lagi mengetahui segala bahasa maupun tiada bahasa di alam semesta.

Pendengaran Alloh SWT Ta’ala meliputi segala sesuatu dilangit dan di bumi. Dan Sifat Maha Mendengar  Alloh SWT  tidak terbatas oleh sesuatu apapun, sebaliknya manusia atau makhluknya sangat terbatas dan bergantung dengan segala sesuatu di alam semesta seperti udara, angin, bahasa, dan alat indera.

Jadi mendengarnya manusia sejatinya karena dititipkan sifat Maha Mendengarnya Alloh SWT pada manusia. Tapi sangat sedikit manusia menyadarinya apalagi mengimaninya. Sebagaimana firmanNya dalam Al-Quran:

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(Asy-syuro: 11)

“Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 76

12. Bashor (Maha Melihat)

Maha  Melihatnya adalah salah satu sifat 20 Alloh SWT meliputi segala sesuatu, tidak terbatas apalagi dibatasi sesuatu.  Dia mengetahui apapun yang terjadi di dunia  hingga jatuhnya selembar daun dari pohon di malam yang gelap, diatas batu hitam dan bahkan dari langita tinggi.

Tidak seperti penglihatan manusia yang amat bergantung dengan dengan alam berupa cahaya, benda dan alat indera manusia. Bahkan sejatinya manusia melihat asbab dititipkannya sifat bashor Alloh SWT  pada manusia. Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

“Dan Alloh melihat atas apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al – Hujurat : 18)“

Dan perumpamaan orang – orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat”. (QS Al – Baqarah : 265

13. Qalam (Berfirman)

Salah satu dari sifat 20 Alloh SWT adalah Dzat yang  Maha  berfirman , berbicara atau berkata-kata, seperti berkatanya Alloh pada malaikat dan manusia . Dan Alloh Berbicara  atau berkata-kata secara sempurna tanpa bantuan dari apapun ini membuktikan  Esa perbuatan-Nya.

Bukti adanya qolam Alloh SWT  adanya utusan malaikat yang menyampaikan wahyu Alloh berupa berita berita langit  yang diturunkan lewat para nabi-nabi pilihan-Nya, yang terbukukan menjadi kitab-kitab suci .

Bukti dari adanya firmanNya dalam kitab-kitab Salah satu Nabi yang pernah berbicara langsung dengan Alloh Ta’ala adalah Nabi Musa ‘alaihissalam sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur`an dan menjadi salah satu mukzizat nabi Musa ‘alaihissalam. Untuk diambil hikmah dan pelajarannya.

Sebaliknya manusia untuk berkata-kata bergantung dengan alam semesta seperti udara , cahaya dan panca idera. Artinya manusia lemah tiada dapat berkata kecuali atas izin Alloh semata sehingga bias berkata, dengan kata Alloh SWT titipkan sifat Qolam-Nya pada manusia sehingga manusia bias berkata-kata. Dalil Al-Qur`an  dalam hal ini menjelaskan dalam Al-Quran:

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.”  (QS. Al-A’raf: 143)

“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164

14. Qodirun (Berkuasa)

Allahlah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu yang wujud (dhozir ataupun ghoib) di alam semesta, sehingga apapun yang terjadi di dunia atau alam semesta tetap tunduk atas kuasa Alloh , dan berjalan atas sunnatulooh Alloh SWT.

Tidak sedikit pun makhluknya mengingkari hak mutlak Alloh SWT kecuali bagi orang yang tidak sadar dan orang yang disesatkan Alloh SWT. Dalil Al-Qur’an yang menerangkan berkaitan kuasa atau berkuasa Alloh yang mutlak dapat dipahami dalam ayat berikut:

“Hampir kilat melanda penglihatan mereka. Setiap kali cahaya datang kepada mereka, mereka berjalan di bawahnya, dan ketika kegelapan datang kepada mereka, mereka berhenti. jika Tuhan mahu, dia pasti akan menghapuskan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai kuasa atas segala sesuatu. “(Surat al-Baqarah: 20)

15. Muridan (Berkehendak)

Bila Alloh SWT sudah menakdirkan suatu perkara maka tidak ada yang bisa menolak kehendakNya , dengan kata lain ketetapan-Nya adalah keniscayaan yang pasti terjadi tampa ada meleset, bergeseratau menghalangi  dari kehendak-Nya. Oleh karena manusia dan makhluk lainya  hanya bisa meng amini, dan  berharap lewat  sifat 20 Alloh lainya.   Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksanya terhadap apa yang Dia kehendaki”. (QS. Hud : 107)

16. Aliman( Maha Mengetahui)

Alloh SWT dengan sifat 20 Alloh adalah Dzat Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang ditampakan maupun disembunyikan, baik besar maupun kecil lagi halus dari isi alam semesta.

Tiada yang bisa menandingi atau menyaingi  pengetahuan atau ke aliman Alloh Yang Maha Esa. Semua yang tampak dengan mata telanjang atau dengan mata bathin, semua dalam pengetahuan Alloh Azzal wajalla.  Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

“Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu” … (QS. An – Nisa : 176)

17. Hayyan (Hidup)

Alloh SWT  adalah Dzat  yang menciptakan makhluk hidup atau disebut Kholiq(Maha Pencipta). Alloh sendiri Dia Maha hidup sebelum adanya kehidupan  alam semesta dan seisinya. Dia dzat yang tiada berawal lagi berakhir dan tidak akan mati, tidak akan tidur atau menjadi binasa.  Dalilnya dalam  Al-Quran menerangkan:

“Dan takut kepada Allah yang hidup, yang tidak mati, dan memuliakan dengan memuji-Nya. Dan cukuplah dia mengetahui dosa-dosa hamba-hambaNya “. (Surah Al-Furqon: 58)

18. Sami’an (Mendengar)

Allah SWT selalu mendengar pembicaraan manusia walapun itu hanya sir atau lintasan batin manusia sehingga , permintaan, ataupun doa hambaNya tetap untuk diterima dan dikabulkan. Tinggal kita harus sabar dan selalu berkeyakinan  bahwa Alloh Azza Wajalla pasti mengabulkan doa hamba-Nya yang terbaik .

19. Bashiron (Melihata)

Sesungguhnya Alloh SWT Maha Melihat setiap orang yang ingin dihakimi (perkara yang ada, baik ataupun buruk). Dan sungguh Allah senantiasa melihat pergerakan atau tiap perbuatan kita baik sendiri maupun dikeramaian. Dengan  itu, kita harus senantiasa berbuat baik agar  kita menjadi makhluk lebih mulia dan semakin tinggi drazat-Nya.

20. Mutakaliman (Berkata-Kata)

Seperti kalam, mutakalliman juga bermaksud bahawa Alloh SWT berkata-kata. Firman Tuhan dinyatakan dalam kitab suci yang Dia wahyukan melalui para nabi, para Rosul Firman Alloh SWT senantiasa sempurna lagi manfaat bagi hamba-Nya, karena Diyalah kebenaran sejati..

Inilah penjelasan mengenai sifat-sifat Allah dan makna mereka. Anda juga boleh mempelajari sifat-sifat mustahil Allah dan maknanya.