Sifat Wajib Nabi dan Rasul Beserta Dalil dan Artinya

2 min read

Sifat Wajib Nabi dan Rasul

Sifat Wajib Nabi dan Rasul Beserta Dalil dan Artinya – Allah Subhanahu wa ta’ala mengutus nabi dan rasul untuk menyampaikan ajaran agama Islam. Ajaran agama Islam berkembang dengan sangat cepat hingga saat ini. Bahkan sampai muncul beragam jenis agama yang mengatasnamakan Islam.

Padahal ajaran yang disampaikan oleh nabi dan rasul sesuai dengan apa yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala firmankan. Allah Subhanahu wa ta’ala tidak asal tunjuk hamba-Nya untuk menjadi nabi dan rasul. Salah satu alasan nabi dan rasul ditunjuk dan dipercaya dalam menerima wahyu karena para nabi dan rasul memiliki sifat wajib yang dimilikinya.

Tahukah kamu sifat apa saja yang wajib dimiliki seorang nabi dan rasul? Ulasan kali ini akan membahas mengenai sifat wajib nabi dan rasul yang akan disampaikan beserta pengertian dan dalil yang mengandung sifat wajibnya. Simak terus ya.

Nabi dan Rasul

Pengertian Nabi dan Rasul

Dalam bahasa Arab, nabi berasal dari kata “naba” yang memiliki arti dari tempat yang tinggi. Sedangkan rasul berasal dari kata “risala” yang berarti penyampaian.

Nabi merupakan seorang hamba Allah Subhanahu wa ta’ala yang memperoleh wahyu tetapi tidak diutus untuk menyebarkan wahyu tersebut kepada hamba-Nya..

Rasul merupakan seorang hamba Allah Subhanahu wa ta’ala yang mendapatkan wahyu dan diutus untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada seluruh umat manusia.

Adapun secara umum perbedaan antara nabi dan rasul yaitu:

Nabi tidak menyebarkan wahyu, sedangkan rasul menyebarkan wahyu yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada umat manusia.

Perlu diingat! Semua rasul merupakan nabi. Namun, tidak semua nabi adalah rasul.

Hal ini tertuang dalam sebuah ayat Al Quran, firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُوْلٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنْسَخُ اللهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللهُ آيَاتِهِ ۗ وَاللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan jika ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Hajj ayat 52)

Berdasarkan namanya “sifat wajib” berarti para nabi dan rasul wajib dan harus memiliki sifat-sifat yang positif dan tidak mungkin memiliki sifat yang bertolak belakang dengan sifat wajib ini.

Adapun berikut ini merupakan sifat wajib bagi para nabi dan rasul,

  1. Fathonah artinya cerdas
  2. Siddiq artinya jujur
  3. Tabligh artinya menyampaikan
  4. Amanah artinya dapat dipercaya

Sifat Wajib Rasul

Adapun berikut ini merupakan sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh nabi dan rasul, yaitu:

a. Fathonah

Fathonah artinya cerdas. Nabi dan rasul memiliki kecerdasan yang luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan ajaran agama yang hingga kini tetap ada berkat kecerdasan mereka dalam menyampaikan ajaran agama atas izin Allah Subhanahu wa ta’ala.

وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيْمَ عَلَىٰ قَوْمِهِ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al An’am ayat 83)

b. Siddiq

Shidiq artinya jujur atau benar. Nabi dan rasul selalu dijaga oleh Allah Subhanahu wa ta’ala baik itu perbuatan atau pun ucapannya. Sehingga, nabi dan rasul bersifat jujur baik ucapan atau pun perbuatannya dan tidak akan berbohong.

Sebagaimana yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala firmankan,

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيْمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيْقًا نَبِيًّا

Artinya: “Dan ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.” (QS. Maryam ayat 41)

c. Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan. Artinya, rasul menyampaikan segala wahyu yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala baik itu berupa perintah atau pun larangan kepada umat manusia secara jelas dan tidak kurang satu pun.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

الَّذِيْنَ يُبَلِّغُوْنَ رِسَالَاتِ اللهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللهِ حَسِيْبًا

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.” (QS. Al Ahzab ayat 39)

Pada ayat lain juga disebutkan perihal sifat tabligh seorang nabi dan rasul,

يَا أَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِيْنَ

Artinya: “Ya Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Dan Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah ayat 67)

d. Amanah

Amanah artinya dapat dipercaya. Nabi dan rasul melalukan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, setiap perbuatan dan perkataannya dapat dipercaya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنِّي لَكُمْ رَسُوْلٌ أَمِيْنٌ

Artinya: “Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (QS. Asy Syu’ara ayat 107)

Pada ayat lain juga disebutkan perihal sifat amanah seorang nabi dan rasul,

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِيْنَ

Artinya: “Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS. Al Anfal ayat 58)

Berdasarkan ayat tersebut, seorang nabi dan rasul yang menerima wahyu akan amanah atas apa yang diwahyukan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Keempat sifat wajib tersebut terdapat pada para nabi dan rasul.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai artikel sifat-sifat wajib bagi nabi dan rasul yang disertai dengan pengertian dan dalil-dalilnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda sekalian. Terima kasih.

Waktu Mustajab dalam Berdoa

_pur
3 min read

Adab Mandi Wajib

Mandi wajib diartikan dengan cara menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadas besar.
_pur
3 min read

Bacaan Ayat Kursi

Doa ibu
2 min read