Sujud Sahwi

3 min read

Manusia merupakan suatu ciptaan Allah yang paling sempurna di alam semesta. Namun dengan demikian, orang-orang sangat lemah sehingga mereka sering melupakannya.

Ragu atau lupa bahwa ini sudah menjadi sebuah sifat umat manusia. Orang awam seperti kita pun memiliki sifat pelupa, akan tetapi seorang Nabi Muhammad SAW tidak pernah melupakan jumlah rakaat shalat.

Beliau merupakan utusan Allah, yakni yang bernama Nabi Muhammad merupakan sosok orang yang sempurna. Berarti Rasulullah SAW terjaga dan jauh dari perbuatan dosa, tercela, dan perbuatan buruk.

Ada tiga alasan untuk melakukan Sujudwi, untuk menghilangkan sesuatu (An-Naqsh), untuk menambahkan sesuatu (Az-Ziyaadah), dan ragu-ragu (As-Syak) dalam shalat yang merupakan lupa akan sesuatu dalam shalat.

Apa Itu Sujud Sahwi?

Menurut dalam sebuah bahasa “Sahwi” berarti dilupakan dan setelah syarat dua sujud sebelum salam, dengan kondisi dan doa tertentu. Sebagai contoh, dalam sebuah sujud yakni telah berlangsung sahwi karena pelupaan angka akan menjadi bilangan dalam sebuah rakaat.

Sahwi sujud dapat sebagai mengganti rukun yang terlupakan atau menyempurnakan adanya rukun. Karena dengan alasan ini, dikalahkan untuk menutupi kurangnya doa dengan melupakan.

Jadi, jika dalam seseorang lupa akan salah satu gerakan shalat atau jumlah rakaat, adalah bijaksana untuk meletakkan sahwi, seperti yang digambarkan oleh Nabi SAW.

Bacaan Sujud Sahwi

Pada dasarnya, tidak terdapat dalam sebuah bacaan khusus yang dapat dibaca ketika akan melakukan membungkuk kepada penduduk asli. Jadi pembacaan doa adat dapat membaca sujud apa pun, karena itu adalah doa yang sering kita baca dalam sujud shalat.

Bacaan Sujud Sahwi

Bacaan-Sujud-Sahwi

Subhana manyayana walaa yashuu

Artinya:
“Kemuliaan bagi Tuhan yang tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur”.

Hukum Sujud Sahwi

Hukum sujud itu sendiri merupakan hukum sunah yang, jika tidak dipatuhi, tidak akan membatalkan pada sebuah shalat. Ini karena sujud didorong sebagai memperbaiki dalam sebuah kesalahan yang terjadi dalam doa daripada meninggalkan sesuatu yang wajib atau dalam shalat.

Pencarian untuk ibadah adat dapat didasarkan dalam sebuah Hadits Imam Muslim Sa’id al-Khudri, Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

Artinya:
“Jika salah satu dari sebuah keraguan tentang kegiatan shalatnya dan tidak tahu berapa banyak doa yang ia doakan, tiga atau empat, maka janganlah ragu dan percaya, maka sujud dua kali sebelum salam.

Jika ia shalat dalam lima rakaat, dia akan menyelesaikan dalam kegiatan shalatnya. Jika benar bahwa sholat terdiri dari empat rakaat, maka itu merupakan penghinaan bagi iblis”.

Tata Cara Melakukan Sujud Sahwi

Terdapat beberapa dalam melakukan sujud ini, yang akan dijelaskan secara jelas sebagai berikut:

  • Cara untuk melakukan sebuah shalat ialah termasuk tradisional sama dengan sujud atau dalam shalat.
  • Kemudian melakukan salam, jangan menemaninya dengan Tasyahud. Adapun dalam sebuah waktu yang dapat diambil di sebelum salam, akhir shalat, atau sesaat setelah shalat (ketika dia sudah lupa), setelah melakukan salam.
  • Penyembahan Sahwi dilakukan dua kali dengan duduk sebentar atau duduk di antara dua sujud. Digunakan sebagai membaca takbir setiap kali Anda membungkuk atau bangkit dari berlutut.

Dalam kegiatan sujud sahwi yakni dapat dilakukan sebelum atau sesudah salam, ini merupakan sebuah kasus ketika dalam penghitungan yang dilupakan atau pilar dama sholat tersebut.

Sujud Sahwi dalam Shalat Jamaah

Dalam sujud ini, dapat dilakukan dengan shalat berjamaah. Terdapat beberapa hal yang perlu dipikirkan ketika memberi penghormatan di sebuah shalat.

Hal-hal yang perlu diingat ketika bersujud dalam sholat di dalam mengikutin imam atau dalam berjamaah ialah sebagai berikut:

  • Jika imam telah melakukan sujud dalam sebelum salam, semua anggota jamaah diharapkan untuk berpartisipasi dalam melakukan sujud tersebut.
  • Ketika imam melakukan sujud, semua anggota dalam komunitas diminta untuk mengikuti sujud. Tetapi boleh juga tidak harus mengikuti sujud.
  • Pada saat berdoa, makmum telah lupa membaca doa. Contohnya terhadap makmum yang tidak diharuskan untuk melakukan sujud lutut secara bergantian antara salat dan sujud. Karena makmum tidak diperbolehkan mengerjakan pekerjaan rumah sendirian tidak mempraktikkan prostitusi.
  • Jika imam lupa dalam sejumlah Rakaat atau meleset dari rukun dalam shalat, tetapi imam tidak tunduk pada yang lain. Doa itu kemudian dipanggil untuk mengingatkan imam agar melakukan sujud kepada umat dan sisanya.
  • Ketika imam lupa, maka terhadap rakaat atau telah mengabaikan salah satu pilar dalam shalatnya. Oleh karena itu, saudara laki-laki didorong untuk mengingatkan imam dengan membaca “Subhanallah” dengan agak keras agar didengar pendeta. Jika perempuan itu perempuan, ia diminta untuk bertepuk tangan agar pendeta mendengar.

Disunahkan Melakukan Sujud Sahwi

Jika salah satu dari sebuah dalam alasan, maka ia dilarang untuk melakukan sujud pada salam di akhir doa. Sarjana Syaikh bersikeras bahwa penyembahan haluan terjadi sebelum dan tidak setelah salam, tidak dalam setelah keluar dari suatu shalatnya.

Mereka mengatakan bahwa sujud diperlukan untuk meningkatkan doa sehingga harus dilakukan selama doa, bukan setelah meninggalkan doa.

Sedangkan bentuk sujud sama dengan sujud dalam setiap sholat, yaitu dua berlutut dan membaca tasbih. Hanya dalam sujudlah seseorang harus berniat mempraktikkan sujud dengan berbicara dalam hati nonverbal.

Ketika diucapkan secara lisan, maka dalam shalatnya tersebut telah dibatalkan. Gambaran singkat tentang praktik prostitusi adat adalah:

  • Setelah membaca Tasyahud akhir, niat untuk sujud pada dengan secara ikhlas pada dalam hati.
  • Kemudian melakukan sebuah sujud tersebut, kedua dengan membaca sebuah tasbih.
  • Dudud Tawarruk tunduk pada pria kedua.
  • Setelah itu baca bacaan salam.
  • Kemudian sujud dalam pertama dengan membaca bacaan tasbih.
  • Duduk setelah membungkuk setelah sujud pertama.

Penyebab di Laksanakan Sujud Sahwi

Terdapat beberapa penyebab dalam terjadinya sebuah sujud sahwi, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Jika Anda lupa membaca Tasyahud awal.
  • Jika percaya bahwa jumlah doa kita berkurang.
  • Lupa dengan salah satu aturan dalam shalat dan ingat jika atau setelah menggunakan sebuah aturan yang sama dalam rakaat shalat. Contohnya dalam tiga atau empat pada rakaat.
  • Jika sudah lupa untuk duduk lebih awal.
  • Jika lupa untuk membaca selendang di Tasyahud pertama.
  • Jika lupa untuk membaca bacaan doa Qunut, maka pendapat Madzhab Sha’habah.
  • Jika seseorang mengatakan bahwa doa disambut, tetapi seseorang mengatakan bahwa doa itu hilang atau sesuatu telah dilupakan.
  • Jika seseorang lupa salah satu pilar doa dan mengingat sebelum membuat aturan seperti itu di yang berikutnya.
  • Jika kita menyapa, sebelum doa kita selesai. Hasilnya, jumlahnya bahkan lebih rendah.

Dalam sujud ini, dapat sebagai mengganti rukun yang sudah lupa atau menyempurnakan adanya rukun. Karena dengan alasan ini, dikalahkan untuk menutupi dengan kurangnya dalam shalat.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan yakni secara jelas dan lengkap mengenai Sujud Sahwi. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Shalat Sunnah

_pur
3 min read

Keutamaan Shalat Tarawih

_pur
3 min read

Bacaan Rukuk

Doa ibu
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *