Sujud Syukur

3 min read

Sujud Syukur

Sujud Syukur – Dalam kalangan seorang Muslim, sujud merupakan salah satu cara sebagai berkomunikasi dengan tuhan. Dengan bersujud, seorang Muslim mengakui bahwa ia kecil dan tak berdaya di hadapan Allah SWT.

Sejauh ini kami hanya bersujud sementara kami berdoa. Karena sujud merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari rukun doa. Sujud adalah gerakan dalam doa ketika dahi, lutut, telapak tangan dan ujung kedua jari menempel pada sajadah.

Islam sendiri hanya tahu empat jenis sujud. Empat jenis sujud dalam Islam adalah sujud, sujud untuk Sahwi, sujud untuk pengajian, dan sujud. Jika ada orang yang tunduk pada hal-hal lain.

Misalnya, karena mereka bersyukur karena mereka bisa bahagia atau bebas dari masalah serius yang memengaruhi mereka. Dalam Islam, metode sujud ini disebut penggulingan rasa syukur.

Jadi sujud syukur adalah sujud yang Allah SWT ucapkan terima kasih atas segala kebaikan dan pemberiannya. Selama sujud Thanksgiving, jangan hanya sujud dalam gerakan normal. Tetapi Anda juga harus tahu tentang doa sujud syukur dan membaca niat.

Dalam manusia tidak bisa hidup tanpa cinta dan belas kasihan Tuhan. Itu sebabnya kami selalu berterima kasih kepada Allah SWT. Syukur adalah bentuk syukur dan bentuk keterikatan kepada Allah SWT.

Ada banyak cara untuk mengekspresikan rasa terima kasih dalam Islam. Salah satu dari mereka membungkuk sebagai tanda terima kasih. Rasa syukur didorong ketika datang untuk menikmati dan menghindari bahaya.

Pengabdian ini didasarkan pada hadis akun Ibnu Majah bahwa para sahabat Abu Bakrah berkata, “Ketika Rasulullah (saw) menemukan penghiburan dan kabar baik, ia segera jatuh dan menyembah Allah SWT” (HR Ibn Majah).

Tata-Cara-Sujud-Syukur

Hukum Sujud Syukur

Semua ulama sepakat untuk tunduk dan mematuhi hukum. Namun, mereka tidak setuju dengan rasa terima kasih: apakah perlu dibersihkan atau disalahgunakan atau tidak?

Karena sujud dapat dibandingkan dengan shalat, tidak hanya berwudhu diperlukan, tetapi juga menutup aura dan menghadapi kiblat. Sementara pandangan lain tidak membutuhkan wudhu dan kiblat di saat bersyukur.

Di antara para ulama yang telah mengikuti pendapat ini yang bernama Ibn Taimiyah, Imam Malik, Al-Syaukani, Ibn Qayyim, dan lainnya. Mereka mengatakan rasa terima kasih berbeda dari doa, sehingga argumen dari kelompok sebelumnya tidak dapat menjadi dasar.

Niat dan Doa Saat Sujud Syukur

Di saat bersyukur, ada beberapa doa untuk dibaca, ialah:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِه فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِين

“Sajada wajhi lilladzi khalaqahu, wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, bihawlihi wa quwwatihi, fatabarakallahu ahsanul khaliqin”

Artinya:
“Saya menundukkan wajah saya kepada penciptanya, memahatnya, dan membuka mata dan mata saya. Kemuliaan bagi Tuhan, pencipta terbaik”.

Dalam kisah lain oleh Ibnu Abbas kita membaca:

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

“Dewa Li Biha ‘Indaka Ajran, Wadha’ Anni Biha Wizran, Waj’alha Li ‘Indaka Dzukhran, Wa Taqabbalha Minni Kaba Taqabbaltaha Min’ Abdika Dawuda”

Artinya:
“Ya Allah, melalui bacaan ini, siapkan hadiah untukku dan maafkan dosaku, jadikan dia penyelamatku dan terima dia seperti yang diterima dari hambamu David.” (SDM: al-Tirmidzi)

Selain tunduk pada rasa terima kasih sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT, yang paling penting ialah dengan menggunakan harta dan nikmat yang diberikan sebagai sebuah jalan untuk kebaikan.

Tata Cara Sujud Syukur

Sujud ini telah dilakukan sebagai satu lutut. Sebaliknya, sujud ini hanya dilakukan di luar doa. Bentuk sujud sama seperti sujud yang biasa mendahului Takbir dan segera berlutut dan membaca pembacaan syukur.

Dalam contoh Nabi SAW, beliau telah berhadapan dengan kiblat dan membungkuk serta memperpanjang sujudnya. Lalu beliau mengangkat terhadap kepala-Nya.

Rasa terima kasih juga mensyaratkan kondisi seperti kesucian orang Hadats, pakaian dan tempat kemurnian. Namun, beberapa ahli percaya bahwa istilah-istilah ini tidak perlu karena mereka dihancurkan di luar shalat kecuali kategori dalam sebuah shalat.

Imam Syaukani telah menjelaskan bahwa, “Dalam rasa terima kasih, tidak ada hadis yang menyatakan bahwa syarat untuk itu harus dalam keadaan wudhu, kekudusan tempat atau pakaian.”

Syekh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih wa Adillatuhu Islam menyatakan bahwa ia dapat melakukan ini pada kendaraan. Jika ia berada di atas unta atau kendaraan yang tertekan, ia dapat sujud.

Terdapat beberapa tata cara dalam sujud syukur, diantaranya ialah:

  • Dengan menghadap ke kiblat.
  • Niat sebagai tasa terima kasih atau sujud syukur.
  • Dalam sujud, seperti shalat dengan membaca bacaan tersebut.
  • Duduk lagi.
  • Salam.

Kapan Disunnahkan?

Imam Syafi’i menjelaskan bahwa rasa syukur hilang ketika datang ke nikmat, seperti ketika seorang anak diberkati dan dalam posisi atau pangkat.

Hal ini juga telah melemah ketika adanya sebuah bencana yang perlu untuk dihindari, contohnya ialah untuk selamat dari kebakaran, selamat tenggelam, melihat orang dalam bahaya, bahkan ketika orang mengamati bagaimana mereka bertindak sementara Tuhan menyelamatkan mereka dari kejahatan.

Para ulama Hanabilah yakni telah menjelaskan bahwa sujud ini menjadi kesenangan dan menghindari bencana. Usulan itu adalah hadits Abu Bakrah dan penggulingan Abu Bakar selama penaklukan Yamamah.

Jadi semua bantuan, terutama yang tidak dikenal bisa bersyukur. Contohnya termasuk kelahiran anak, lulus ujian, mendapatkan pekerjaan, memenangkan perlombaan, menerima, dan sebagainya.

Hikmah Sujud Syukur

Syukur merupakan sebuah bentuk syukur dan syukur untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti rasa terima kasih, dia membawa beberapa kebijaksanaan berikut:

  • Hindari sikap arogan yang ia terima. Karena rasa terima kasih, ia menyadari bahwa bantuan yang ia terima adalah hadiah dari Tuhan, bukan karena keagungan-Nya.
  • Lebih dekat dengan Tuhan dan dapatkan bimbingan, bimbingan, dan bimbingannya.
  • Dapatkan kepuasan batin dan kebahagiaan sejati.
  • Menerima bantuan dan berkah tambahan dari Allah dan terhindar dari murka-Nya, karena prioritas rasa terima kasih ada dalam surat Abraham dalam ayat 7.

Syarat Sujud Syukur

Untuk sujud syukur, seharusnya tidak dilakukan secara tidak sengaja. Masalahnya adalah dalam sebuah sujud syukur ini adalah bentuk ibadah Sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, kenali dulu diri Anda dengan persyaratan yang diberikan pada ajaran Islam untuk mempraktikkan rasa syukur. Kondisi untuk sujud syukur yang konsisten dengan Sunnah adalah sama dengan kondisi untuk melakukan sholat. Selain itu, orang yang bersujud dengan rasa terima kasih harus menutupi alat kelamin mereka dan menghadapi kiblat juga.

Orang yang akan bersyukur harus murni dari hadas, apakah kecil atau besar, mungkin dengan wudhu atau mandi. Demikian juga dalam sebuah tempat dan pakaian di mana rasa terima kasih tercermin.

Dalam kalangan seorang Muslim, sujud merupakan salah satu cara sebagai berkomunikasi dengan tuhan. Dengan bersujud, seorang Muslim mengakui bahwa ia kecil dan tak berdaya di hadapan Allah SWT.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap mengenai Sujud Syukur beserta penjelasan yang lainnya. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

_pur
3 min read