Syair Tanpo Waton

2 min read

Syair Tanpo Waton

Berikut ini adalah materi tentang syair tanpo waton. Pengertian Syair Tanpo Waton , Lirik Tanpo Waton Bahasa Aran dan Jawa, dan Arti Makna Syair Tanpo Waton Lengkap.

Tanpo Waton ini banyak  dilantunkan diberbagai majelis-majelis dan acara lainya lebih khusus bagi para kalangan Nahdiyyin, Syair tanpo waton ini ini diawali dengan membaca istighfar, kemudian membaca shalawat, dan dilanjutkan dengan syair-syair menggunakan bahasa Jawa yang cukup baik  nan indah, dan di akhir  diselesaikan dengan  membaca shalawat kembali.

Pengertian Syair Tanpo Waton

Syair Tanpo Waton adalah dzikir Sholawat yang dikenal sebagai Syiir Gus Dur, Di mana bukan hanya makna isi syair  itu yang sangat mendalam, tetapi karena dinyanyikan dengan lagu yang merdu dan membuat hati tersentuh merasa tenang.

Didalam  syair tanpo waton  yang dituliskan  dalam Sholawat ini, gusdur berusaha untuk berbagi pengetahuan dan kritik dengan umat Islam lainnya, dan banyak hal yang dikemukakan dalam beberapa baris syair.  Untuk itu perlu  memahami semua bait  yang terkandung dalam seri  sholawat  Tanpo Waton setidaknya dapat memberikan hikmah dan efek  terbaik bagi kita semua.

Tujuan syair ini mengartikan makna hidup agar tidak sia-sia, apalagi tidak berharga, jika Anda hidup di dunia atau nanti di akhirat, seperti  isi apa yang ada didalam syair tersebut.

Melantunkan dzikir  sholawat termasuk bentuk kehambaan seorang hamba yang sangat kuat, dengan lantaran bersholawat maka akan lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta melalui Rosululoh saw sebagai perantara

Lirik Syair Tanpo Waton

Syiir-Tanpo-Waton

Astaghfirullah rabbal baroya, Astaghfirullah minal khotoya,

Robbi zidni ‘ilman nafi’a, Wawafiqni amalan sholiha,

Yarasullah… Salamun alaik, Ya rafi’a syani wadaraji,

Athfatayyaji ratal ‘alami, Ya uhailalju diwal karomi.

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran, Kelawan muji maring Pengeran,

Kang paring rohmat lan kenikmatan, Rino wengine tanpo pitungan,

Duh bolo konco priyo wanito, Ojo mung ngaji syareat bloko,

Gur pinter ndongeng nulis lan moco, Tembe mburine bakal sengsoro,

Akeh kang apal Qur’an Haditse, Seneng ngafirke marang liyane,

Kafire dewe dak digatekke, Yen isih kotor ati akale,

Gampang kabujuk nafsu angkoroIng pepaese gebyare ndunyo,

Iri lan meri sugihe tonggo,  Mulo atine peteng lan nisto,

Ayo sedulur jo nglaleake, Wajibe ngaji sak pranatane,

Nggo ngandelake iman tauhide, Baguse sangu mulyo matine,

Kang aran sholeh bagus atine, Kerono mapan seri ngelmune,

Laku thoriqot lan ma’rifate, Ugo haqiqot manjing rasane,

Al Qur’an qodim wahyu minulyo, Tanpo tinulis biso diwoco,

Iku wejangan guru waskito, Den tancepake ing jero dodo,

Kumantil ati lan pikiran, Mrasuk ing badan kabeh jeroan,

Mukjizat Rosul dadi pedoman, Minongko dalan manjinge iman,

Kelawan Alloh kang moho suci, Kudu rangkulan rino lan wengi,

Ditirakati diriyadhahi, Dzikir lan suluk jo nganti lali,

Uripe ayem rumongso aman, Dununge roso tondo yen iman,

Sabar narimo nadjan pas-pasan, Kebeh tinakdir saking pengeran,

Kelawan konco dulur lan tonggo, Kang podo rukun ojo dursilo,

Iku sunnahe rosul kang mulyo, Nabi Muhammad panutan kito,

Ayo nglakoni sekabahane, Alloh kang bakal ngangkat drajate,

Senajan asor toto dzohire, Ananging mulyo maqom drajate,

Lamun palastro ing pungkasane, Ora kesasar roh lan sukmane,

Den gadang Alloh swargo manggone, Utuh mayite ugo ulese.

Arti Makna Syair Tanpo Waton

Aku memulai nembangkan (bernyanyi) syair, Dengan memuji  kepada Tuhan

Yang memberi rahmat dan kesenangan(kenikmatan), diSiang dan malam tanpa hitungan

Wahai teman-teman pria dan wanita, Jangan hanya belajar Syariah agamasaja

Hanya pandai bercerita (berbicara), menulis dan membaca, Pada akhirnya hanya akan menderita

Banyak yang menghafal Alquran dan hadisnya, Suka mengkafirkan  orang yang  lain

Kekufurannya sendiri diabaikan, Karena masih kotor hati dan pikiran

Mudah terbujuk oleh nafsu angkara, Dalam  hiasan kemerlapnya dunia

Iri dan dengki  dengan kekayaan tetangga, Kemudian hatinya gelap dan hina

Mari saudara Jangan dilupakan, Kewajiban untuk membaca (belajar) melengkapi aturan

Untuk memperkuat keyakinan dan kepercayaan, Bekal yang baik maka  kematian yang akan  mulia

Orang yang disebut saleh itu yang bagus hati, Karena sempurna seri keilmuannya

meLakukan tarekat dan ma’rifatnya, begitu juga  meresapi intinya

Al-Quran Qodhim wahyu agung, Tanpa ditulis  bisa terbaca

Ini adalah wejangan(pesan) dari guru waskita, Ditanamkan Taruh di dada

tergantung (terpasang) dihati dan pikiran, merasuk Di dalam tubuh dan badan

Mukjizat para rasul (Al-Quran) menjadi pedoman, Sebagai jalan Untuk masuknya iman

Untuk alloh Tuhan yang paling suci, Harus berpelukan siang dan malam (mendekatkan diri)

Dibiasakan dan dilatih, Dzikir dan Suluk tidak boleh dilupakan

Hidupnya damai dan terasa aman, Itu adalah perasaan tanda beriman

Hanya dengan sabar menerima (hidup)meski pas pasan, Semuanya sudah ditentukan oleh Tuhan

Terhadap teman, kerabat, dan tetangga,

Rukun, janganlah berdebat

Itu adalah Sunah Rasul yang mulia, Nabi Muhammad panutan kita

Mari kita jalani segalanya, Allah akan menaikkan derajatnya

Meski rendah secara lahiriah, Tapi posisi mulia di sebelah Allah

Ketika kematian datang pada akhirnya, Tidah tersesat jiwa dan raga (tubuh)

Dipuji dan dihormati Alloh surge tempatnya  3Lengkap Seluruh tubuh juga kafan.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Syair Tanpo Waton. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.