Syarat Sah Puasa

2 min read

Syarat Sah Puasa

Syarat Sah Puasa – Sebulan lagi kita akan memasuki bulan yang paling suci, bulan yang ditunggu – tunggu oleh seluruh umat Islam di seluruh belahan dunia, yaitu bulan Ramadhan. Saat bulan Ramadhan tiba, kita sebagai umat Muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Selain puasa pada bulan Ramadhan kita juga disunnahkan untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah.

Puasa memiliki syarat puasa dalam melaksanakan ibadah puasa. Syarat puasa meliputi syarat wajib dan syarat sah dari puasa. Syarat puasa tersebut harus kita penuhi agar ibadah kita semakin sempurna. Tahukah kamu apa saja yang termasuk dalam syarat sah puasa?

Agar ibadah puasa kamu lebih maksimal, maka kamu perlu mengetahui apa saja yang berhubungan dengan puasa. Akan dijelaskan secara jelas mengenai syarat sah dalam melaksanakan puasa. Simak terus ya.

Melaksanakan ibadah puasa merupakan salah satu ibadah yang Allah SWT. perintahkan, baik itu puasa wajib atau pun puasa sunnah. Bahkan Nabi Muhammad SAW. sering melaksanakan ibadah puasa sunnah, dalam tiap bulannya Nabi Muhammad SAW. tetap berpuasa.

Allah SWT. berfirman bahwa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:
“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah ayat 183).

Syarat Sah Puasa

Oleh karena itu, kita harus memenuhi persyaratan puasa agar puasa kita lebih sempurna. Berikut ini syarat – syarat sah dari puasa yaitu:

A. Islam

Beragama Islam merupakan syarat sah yang paling utama dalam melaksanakan ibadah puasa.

B. Bagi Wanita Suci dari Haid atau Nifas

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa:

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ – تعني : الحيض – فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ ، وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ

Artinya:
“Kami dahulu mengalami haid, maka kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha sholat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagi seorang perempuan, dibolehkan untuk berpuasa jika tidak sedang dalam keadaan menstruasi atau haid dan nifas.

C. Bukan pada Hari yang Diharamkan

Melakukan puasa di waktu yang diperbolehkan untuk melaksanakan puasa. Janganlah berpuasa di waktu terlarang untuk berpuasa, contohnya berpuasa saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta saat hari tasyrik.

D. Mumayiz

Mumayiz merupakan sudah mampu membedakan perkara yang baik dan yang bathil. Usia seseorang anak yang bersifat mumayiz yaitu sekitar usia 7 tahun hingga baligh.

Saat usia tersebut, seseorang sudah dapat melaksanakan ibadah meskipun belum berkewajiban melaksanakan ibadah. Tetapi di usia tersebut, seseorang anak sudah dapat membedakan mana yang baik dan yang tidak baik.

E. Melihat Hilal

Saat berpuasa di bulan ramadhan, melihat hilal merupakan salah satu syarat sah puasa. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, kita menunggu pemerintah memberikan keputusan tentang jatuhnya 1 Ramadhan. Karena para saksi yang melihat langsung harus benar – benar melihat hilal.

Syarat sah puasa di bulan Ramadhan tercatnum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Artinya:
“Berpuasa dan berbuka lah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari.” (HR. Imam Bukhari)

Dengan mengetahui syarat – syarat sah dalam melaksanakan ibadah puasa, diharapkan puasa yang dilakukan dapat dilakukan secara optimal dan tidak batal, kecuali bagi seorang perempuan memiliki alasan lain yang dapat membatalkan puasanya.

Untuk pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan, puasa yang telah batal harus wajib diganti atau diqadha di lain waktu. Seperti yang terkandung dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 184, Allah SWT. berfirman:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:
“Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah ayat 184)

Baca Juga:

Demikianlah syarat – syarat sah pelaksanaan ibadah puasa yang perlu kamu ketahui yang telah dijelaskan secara jelas. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu dan membuat kamu lebih siap lagi dalam menjalankan puasa, baik itu puasa sunnah atau pun puasa wajib di bulan Ramadhan. Terima kasih.