Syarat Wajib Puasa

2 min read

Syarat Wajib Puasa

Syarat Wajib Puasa – Puasa yang wajib kita kerjakan terletak pada bulan Ramadhan. Sama halnya dengan sholat lima waktu, puasa juga memiliki syarat – syarat dalam pelaksanaan puasa.

Syarat puasa wajib dipenuhi agar puasa kita sah. Syarat puasa terdapat dua macam yaitu syarat wajib puasa dan syarat sah puasa. Tahukah kamu apa saja syarat wajib dari melaksanakan puasa?

Berikut ini akan dijelaskan mengenai syarat – syarat wajib puasa yang harus dipenuhi oleh orang Muslim.

Puasa

Syarat yang harus dipenuhi oleh tiap orang untuk melaksanakan ibadah puasa disebut syarat wajib puasa. Oleh karena itu, syarat ini tidak bisa diabaikan, karena merupakan hal yang harus atau wajib dipenuhi agar ibadah puasa kita sah.

Syarat – syarat wajib melaksanakan puasa yaitu sebagai berikut:

  1. Islam
  2. Baligh atau dewasa
  3. Berakal sehat
  4. Mampu
  5. Suci dari haid dan nifas (bagi para perempuan)
  6. Bermukim atau menetap

1. Islam

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yaitu rukun Islam yang ke empat. Oleh karena itu, Bagi umat Islam, melaksanakan ibadah puasa merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi. Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits sebagai berikut:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Artinya: “Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khatab ra., berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Islam didirikan di atas lima hal, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan -Nya, didirikannya sholat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya haji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Baligh

Baligh merupakan suatu tanda kedewasaan bagi seorang laki – laki atau pun perempuan yang telah dapat membedakan mana yang baik atau pun yang salah.

Bagi seorang perempuan, dikatakan baligh apabila telah haid atau menstruasi. Sedangkan bagi laki – laki, apabila telah mengalami ihtilam atau biasa disebut dengan mimpi basah maka dikatakan sudah baligh. Apa itu ihtilam? Ihtilam yaitu keluar air mani dari kemaluannya baik dalam keadaan terjaga atau pun tidur.

Umur 15 tahun merupakan batas umur seorang laki – laki atau perempuan yang telah baligh dalam agama Islam. Umur tersebut merupakan tanda bahwa seseorang telah baligh jika bagi perempuan belum juga haid dan bagi laki – laki belum mengalami ihtilam. Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata dalam sebuah hadits bahwa:

عَرَضَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ أُحُدٍ فِى الْقِتَالِ وَأَنَا ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ سَنَةً فَلَمْ يُجِزْنِى وَعَرَضَنِى يَوْمَ الْخَنْدَقِ وَأَنَا ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً فَأَجَازَنِى

، قَالَ نَافِعٌ: فَقَدِمْتُ عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ خَلِيفَةٌ، فَحَدَّثْتُهُ هَذَا الْحَدِيثَ، فَقَالَ: «إِنَّ هَذَا لَحَدٌّ بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah melihat aku saat akan berangkat perang Uhud. Ketika itu umurku empat belas tahun. Beliau tidak mengizinkan aku untuk ikut perang saat itu. Lalu beliau melihat aku lagi saat mau berangkat perang Khandaq. Ketika itu usiaku telah mencapai lima belas tahun. Barulah beliau memperbolehkan aku untuk ikut perang.

Nafi’ berkata : “Aku menghadap Umar bin Abdul Aziz, pada saat itu beliau menjabat sebagai kholifah, lalu aku menceritakan hadits ini, lalu beliau (Umar bin Abdul Aziz) berkata: “Sesungguhnya ini adalah batas antara orang yang masih kecil dan sudah dewasa.” (HR. Bukhori dan Muslim)

3. Berakal Sehat

Bagi orang yang tidak berakal sehat atau mengalami gangguan jiwa tidak dapat melaksanakan ibadah puasa. Hal ini dikarenakan, orang – orang yang mengalami gangguan jiwa atau tidak berakal sehat tidak dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar.

Adapun hadist yang berisikan tentang syarat wajib untuk melaksanakan puasa yaitu:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

Artinya: “Kewajiban diangkat dari tiga orang: (1) orang yang tidur sampai ia terbangun, (2) anak kecil sampai ia ihtilam (keluar mani), (3) orang gila sampai ia berakal (sadar dari gilanya).” (HR. Abu Daud, An Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Apabila seseorang sedang dalam keadaan mabuk atau tidak sadarkan diri, maka tidak diwajibkan untuk berpuasa. Karena orang yang sedang mabuk tidak memiliki akal sehat. Mabuk di sini maksudnya yaitu mabuk yang disebabkan oleh minum – minuman keras. Tetapi, jika telah hilang mabuknya, maka diwajibkan untuk tetap melaksanakan ibadah puasa di hari berikutnya.

4. Mampu

Syarat wajib melaksanakan ibadah puasa yaitu mampu. Mampu di sini maksudnya yaitu sehat dan kuat dalam melaksanakan ibadah puasa, tidak dalam keadaan sakit berat yang tidak kunjung sembuh.

Bagi orang lansia atau lanjut usia yang sudah tidak kuat berpuasa, maka diperbolehkan untuk membayar fidyah.

5. Suci dari Haid dan Nifas

Bagi yang sedang dalam keadaan haid atau pun nifas, maka tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Namun, tetap harus mengganti puasa atau mengqadha puasa di lain waktu. Aisyah radhiallahu ‘anha menjelaskan dalam sebuah hadits, Beliau berkata bahwa:

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ – تعني : الحيض – فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ ، وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ

Artinya: “Kami dahulu mengalami haid, maka kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha sholat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Bermukim atau Menetap

Bagi para musafir atau bepergian tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa, tetapi dapat menggantinya di hari lain. Oleh sebab itu, bagi seseorang yang bermukim maka diwajibkan untuk melaksanakan ibadah sholat.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai syarat wajib puasa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kamu. Terima kasih.