Tanda Baca Al-Quran

3 min read

Berikut ini adalah materi tentang tanda baca Alquran, baik makna tanda baca Alquran dan istilah tanda baca Alquran atau isyarat tanda baca Alquran. Misalnya, tanda baca ikhfa, idghom, bacaan pendek atau bacaan panjang dll.

Teman mungkin telah menemukan font Arab tanpa tanda baca, biasanya ditemukan dalam buku-buku Arab asli.

Bagi mereka yang mempelajari Islam atau telah mempelajari Alquran di pondok pesantren, mereka diajarkan cara membaca surat-surat Alquran tanpa tanda baca ini atau bahasa Arab gundul.

Namun, bagi kebanyakan orang yang tidak berbicara bahasa Arab, teks Arab ditulis botak atau tulisan Alquran tanpa tanda baca pasti sangat sulit dibaca.

Jadi tanda baca ini dibuat agar dapat memudahkan anda untuk membaca tulisan arab gundul termasuk tanda baca Alquran.

Tanda baca Al-Quran atau tanda baca tulisan Arab ini disebut HARAKAT.

Harakat dalam bahasa Arab dibaca Harakaat atau disebut dengan Tasykil, adalah tanda baca atau diakritik pada huruf Arab untuk menggambarkan gerakan dan pengucapan huruf.

Saat membaca Alquran, wajib bagi mereka yang sudah akil baliqh untuk mengetahui dan menggunakan tanda baca Alquran.

Tanda baca digunakan untuk membuatnya lebih mudah mengucapkan Lapaz atau surat-surat Alquran, terutama bagi orang-orang yang belajar tanda baca Quran saat membaca dan melafadzkan Alquran.

Macam-macam tanda baca Al-Quran

Tanda baca Al-Quran Fathah

Tanda baca Al-Quran Fathah ialah harakat dalam bentuk garis horizontal kecil atau tanda kutip (‘) pada huruf Arab yang mewakili fonem (a).

Secara kata demi kata, fathah itu sendiri berarti membuka, sama seperti membuka mulut ketika Anda berbicara fonem (a).

Ketika sebuah surat diberikan harakat fathah, hingga huruf tersebut akan berbunyi (-a), misalnya, surat lam diberikan harakat fathah membacanya menjadi “la”. Cara mengucapkannya dengan ujung lidah menempel pada dinding mulut

Tanda baca Al-Quran Alif Khanjariah

Tanda baca Alif Khanjariah sama dengan Fathah, yang juga ditulis seperti garis vertikal. Sama halnya dengan huruf alif kecil yang berada di atas atau di sebelah kiri huruf Arab.

Disebut Mad Fathah atau Alif Khanjariah, yang melambangkan fonem (a), berbunyi sedikit lebih lama (agak panjang), yaitu dua harakat atau dua kali lebih lama (panjang) dari pengucapan normal.

Huruf berharakat atau bertanda baca Fathah diikuti oleh Alif juga melambangkan fonem (a) yang panjangnya dibaca.

Misalnya, kata “laa” dibaca dua harakat atau dua kali lebih lama (panjang) dari pengucapan normal.

Tanda baca Al-Quran Kasrah

Tanda baca Al-Quran Kasrah adalah harakat yang membentuk seperti garis horizontal kecil, tanda baca yang terletak di bawah huruf Arab. Harakat Kasrah melambangkan fonem (i).

Kasrah secara harfiah berarti melanggar. Ketika sebuah huruf diberikan harakat kasrah, maka huruf tersebut itu berbunyi (-i), misalnya, huruf “lam” diberikan harakat kasrah sehingga menjadi “li”.

Sebuah huruf yang berharakat kasrah jika ditandai dengan huruf “Ya” dan dengan demikian mewakili fonem yang sudah lama dibaca (-i). Misalnya, kata “lii” maka dibaca dua harakat.

Tanda baca Al-Quran Dammah

Tanda baca Al-Quran Dammah ialah harakat dalam bentuk huruf kecil “waw” ditempatkan di atas huruf Arab, sebuah Harakat Dammah melambangkan fonem (u).

Ketika sebuah surat diberikan Harakat-Dammah, maka surat itu berbunyi (-u), misalnya, huruf “lam” diberikan Harakat-Dammah akan brubah menjadi “lu”.

Sebuah huruf yang berharakat Dammah, apabila bertemu huruf “waw” dengan demikian melambangkan fonem (-u) yang dibaca panjang.
Misalnya, dalam kata “luu”.

Tanda baca Al-Quran Sukun

Tanda baca Al-Quran di Sukun ialah harakat yang berbentuk bulat seperti huruf “ha” yang ditulis diatas huruf Arab.Tanda baca ditulis seperti huruf kecil (o) yang berbentuk sedikit pipih.

Harakat sukun mewakili fonem konsonan atau huruf mati dari sebuah huruf, misalnya kata “mad” yang terdiri dari huruf mim yang menghasilkan suara yang berbunyi “ma” diikuti oleh huruf “dal” berharokat sukun yang menghasilkan konsonan atau suara (d) dibaca sebagai “mad”.

Harakat Sukun juga menghasilkan bunyi Diftong, seperti “au” dan “ai”. misalnya pada kata “naumu” yang berarti tidur, dan juga dalam kata yang berbunyi lain yang memiliki arti lain atau berbeda.

Tanda baca Al-Quran Tasydid

Tanda baca Al-Quran Tasydid atau biasa disebut Syaddah ialah harakat yang hurufnya (w) yang sama seperti kepala huruf “sin” yang terletak di atas huruf Arab.

Harakat tasydid melambangkan aksentuasi konsonan yang ditulis dengan simbol konsonan ganda.
Misalnya, bahwa dalam kata yang berbunyi syaddah yang terdiri dari huruf “syin” berharakat Fathah yang dibaca kemudian “sya” Ini diikuti oleh huruf “dal”berharakat tasydid fathah, yang menghasilkan suara “dda”, diikuti oleh ta marbuta dan di akhir kata yang menghasilkan suara “h” maka menjadi “syaddah”.

Tanda baca Al-Quran Tanwin

Tanwin dalam Bahasa Arab “at tanwiin” ialah tanda baca Harakat atau diakritik dalam tulisan Arab, yang mengatakan bahwa huruf tersebut diucapkan di akhir kata seolah-olah bertemu huruf nun mati.

Tanda baca Al-Quran Wasal

Wasal dalam bahasa Arab “washlat” ialah tanda baca atau diakritik, yang ditulis dalam huruf Arab dan biasanya berdiri di atas huruf alif atau disebut alif wasal. Dalam ilmu tajwid Wasal berarti melanjutkan tanpa mewaqafkan atau untuk berhenti membaca.

Harakat Wasal selalu di awal kata dan tidak diucapkan ketika itu di tengah kalimat. Namun, itu terdengar seperti hamza ketika dibaca di awal kalimat.

Tanda baca Al-Quran Waqaf

Dari sudut pandang bahasa, wakaf berarti berhenti atau menahan. apabila dari perspektif istilah tajwid ialah berhenti membaca sesaat berarti mengatur nafas pada akhir kata dengan maksud untuk menyambung kembali dengan bacaan.

Wakaf dibagi menjadi 4 jenis, termasuk:

1. Waqaf taamm (waqaf sempurna) yaitu, bacaan yang telah dibaca dengan sempurna, untuk menghentikan, tidak memutuskan di tengah sebuah ayat atau bacaan dan tidak mempengaruhi arti dan makna dari bacaan tersebut, karena mereka tidak memiliki hubungan dengan bacaan sebelumnya atau ayat sebelumnya memiliki kaitan

2. Waqaf kaaf (waqaf sesuai) yaitu, menghentikan pembacaan sepenuhnya, jangan memilih di tengah-tengah suatu ayat atau bacaan, tetapi ayat itu masih terkait dengan makna dari ayat tersebut.

3. Waqaf Hasan (waqaf baik) yaitu, membaca bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi makna atau artinya, tetapi bacaan tersebut tetap mengacu pada bacaan berikutnya.

4. Waqaf qabiih (wakaf buruk) yaitu, memberhentikan bacaan dengan tidak sempurna atau memberhentikan di tengah sebuah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih terkait dengan lafaz dan artinya dengan bacaan lainnya.

Qalqalah

Doa ibu
2 min read

Hukum Mad Thobi’i

Doa ibu
2 min read

Mad Wajib

Doa ibu
1 min read