Syarat, Tata Cara Menguburkan dan Mengkafani Jenazah Lengkap

2 min read

Tata Cara Menguburkan Jenazah

Berikut ini materi tentang Syarat, Tata Cara Menguburkan dan Mengkafani Jenazah. Syarat dan Cara Mengkafani Tubuh Jenazah, Cara Menguburkan Mayit, Doa Setelah Penguburan, lengkap dengan penjelasan dan gambar.

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Kematian adalah esensi yang akan mendatangi kesemua orang. Tidak ada yang bisa menolak atau menundanya. Karena kematian dapat datang kapan saja, tanpa memandang usia, status sosial atau kondisi. Yang sehat dan sakit, jika itu adalah takdirnya, maka orang tidak memiliki kemampuan untuk menghindarinya.

Dalam Islam apabila ada yang mengalami kematian atau meninggal, salah satu dari empat tugas seseorang yang masih hidup untuk orang yang meninggal adalah mengkafani dan menguburkan mereka. Hukum untuk menangani mayat adalah fardlu kifayah.

Syarat dan cara mengkafani tubuh jenazah

Prasyarat untuk mengkafani jenazah. Batas minimum untuk mengkafani orang mati adalah kain yang menutupi seluruh tubuh mayat kecuali kepala, sedangkan batas maksimum dan kain kafan paling sempurna untuk mayat pria adalah tiga lapis kain yang bisa menutupi tubuh. Sementara kain kafan yang paling sempurna untuk wanita yang meninggal adalah jubah, baju kurung, kain jarik (di samping atau izar) dan dua lapis kain atau jelas lima lapis.

mengkhafani jenazah

Cara membuat mayat, persiapkan terlebih dahulu Cara membuat kain kafan. Potong kain kafan menjadi potongan-potongan, siapkan 3 helai sepanjang tubuh orang mati ditambah 50 cm, tali untuk mengikat hingga 8 helai: 7 helai untuk alas kain kafan dan untai untuk kain cawat, kain cawat, sorban atau kerudung, sarung dan pakaian. Sebarkan cukup tali pengikat. Tidak ada tali yang ditentukan oleh Syariah berapa jumlahnya. Setelah itu, bersiaplah untuk mengkafani almarhum dengan langkah selanjutnya bagi mayit pria:

  1. bentangkan lapisan pertama diatas tali kafan
  2. Letakkan Bukhur di atas lapisan kain pertam, jika tidak ada bisa diganti dengan parfum
  3. atau semisalnya.
  4.  Tutupi lapisan kedua di atas lapisan pertama
  5.  Letakkan Bukhur atau parfum di atas lapisan kain kedua.
  6. Sebarkan lapisan penutup ketiga di atas lapisan kedua
  7. Letakkan Bukhur atau parfum di atas lapisan kain ketiga.
  8. Tempatkan orang mati di tengah-tengah kain yang sudah ditaburi wangian
  9. Lapisi dengan lapisan ketiga dari kiri ke kanan lalu tutup dengan kain dari kanan ke kiri
  10. Tutupi dengan lapisan kafan  kedua dari kiri ke kanan dan kemudian dengan kain dari kanan ke kiri
  11. Tutupi dengan kafan lapis pertama dari kiri ke kanan, kemudian dengan kain dari kanan ke kiri
  12.  Ikat dengan tali yang sudah disediakan .

Cara Menguburkan Mayit

Batas minimum semua pori untuk kuburan adalah bahwa pori-pori dapat menyimpan bau mayat jika bau tidak keluar dari lubang dan dibawa oleh angin yang menyebar di sekitarnya dan dapat menyebabkan polusi udara. Dan lubang itu juga bisa menjauhkannya jika tidak bisa dibuka dan dibuka oleh binatang yang menggigitnya.

Berikut langkah-langkah menuju pemakaman:

  1. Tempatkan tubuh di posisi kuburan (selatan lubang) sebelum menempatkannya di kuburan.
  2.  Angkat tubuh lalu turunkan ke lubang dengan posisi kaki terlebih dahulu.
  3. Terkubur tanpa alas, bantal atau kotak. Hukum menggunakan ini semua makruh kecuali dalam keadaan darurat seperti ketika lahatnya berair.
  4. Orang yang masuk ke dalam liang lahat disunnahkan ganjil, afdolnya tiga orang.
  5. Tutupi kuburan dengan kain selama prosesi pemakaman sehingga tidak tampak seperti mayat saat diekspos.
  6. Mayit diletakkan berbaring miring dan sisi tubuh bagian kanan (lempeng kanan) menempel di tanah, makruh bila menggunakan sisi tubuh bagian kiri. Adapun menghadapkan ke kiblat hukumnya wajib.
  7. Melepas ikatan kafan mayit pada kepala mayit dan membuka kafan yang menutupi pipi mayit lalu menempelkannya ke tanah.
  8. Meletakkan bantalan dari tanah (biasanya berbentuk bulat) pada bagian belakang tubuh mayit seperti belakang kepala dan punggung, kemudian menekuk sedikit bagian tubuh mayit ke arah depan supaya tidak mudah untuk terbalik atau menjadi terlentang.
  9. Adzan dan iqomah dengan lirih, lalu menutup liang dengan papan sebelum ditutup dengan tanah dengan menaikkan sedikit urukan tanah setinggi jengkal.
  10. Setelah proses penguburan selesai, berdiam sebentar untuk dibacakan talqin serta memperbanyak istighfar bagi mayit.

Doa Setelah Penguburan

Adapun doa yang bisa dibacakan setelah penguburan yaitu seperti berikut

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Syarat, Tata Cara Menguburkan dan Mengkafani Jenazah. semoga ulasan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua.