Tata Cara Sholat Ghaib Lengkap dengan Bacaan Niat hingga Doanya

2 min read

Tata Cara Sholat Ghaib

Tata Cara Sholat Ghaib Lengkap dengan Bacaan Niat hingga Doanya – Salah satu kewajiban terhadap jenazah bagi sesama umat Muslim yaitu menyolatkan jenazah.

Lantas bagaimana jika jenazah tidak ada di rumah duka? Apakah dapat kita melaksanakan sholat untuk jenazah yang meninggal tersebut.

Tentu saja bisa, kita dapat sholat ghaib. Lantas bagaimana dengan tata cara sholat ghaib? Apakah sama dengan sholat jenazah?

Berikut ini akan dijelaskan mengenai tata cara sholat ghaib lengkap dengan bacaan niat hingga doa dalam bahasa Arab, Latin, dan Indonesia. Simak terus ya.

Pengertian Sholat Ghaib

Shalat ghaib merupakan sholat yang dilakukan ketika jenazah berada di tempat lain dan tidak dapat berada di satu tempat karena tidak memungkinkan untuk dihadirkan. Bagi seorang muslim hukum melaksanakan sholat ghaib yaitu fardhu kifayah.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW., sholat ghaib dilakukan ketika meninggalnya Raja Najasyi. Kemudian Nabi Muhammad SAW. melakukan sholat jenazah untuk menyolatkan mayat dari Raja Najasyi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kematian An Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian Rasul keluar menuju tempat sholat lalu membariskan shaf kemudian bertakbir empat kali.” (HR. Bukhari)

Tata Cara Sholat Ghaib

Sholat ghaib dilakukan dengan empat kali takbir. Adapun tata cara pelaksanaan sholat ghaib yaitu sebagai berikut:

a. Niat

Niat yang dapat dibaca ketika diketahui nama si jenazah yaitu:

أُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (اْلمَيِّتَةِ) اْلغَائبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ (إِمَامًا / مَأْمُوْمًا) لِلّهِ تَعَالى

Ushalli ‘alal mayyitil (mayyitatil -perempuan) ghaaibi arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati (imaaman / makmuuman) lillaahi ta’aala.

“Aku niat sholat atas mayat (nama) empat kali takbir fardhu kifayah (sebagai imam atau makmum) karena Allah Ta’ala.”

Niat yang dapat dibaca ketika tidak diketahui nama si jenazah yaitu:

أُصَلِّى عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ اْلإِمَامِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ (مَأْمُوْمًا) لِلّهِ تَعَالى

Ushalli ‘ala man shalla ‘alaihi arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati (makmuman) lillaahi ta’aala.

“Aku sholat ghoib atas mayat yang disholati imam empat kali takbir fardhu kifayah (makmum) karena Allah Ta’ala.

b. Takbir pertama

Pada takbir pertama membaca surat Al Fatihah.

c. Takbir kedua

Takbir kedua yaitu membaca sholawat. Adapun bacaan dari sholawat Nabi yaitu sebagai berikut:

اللّـٰهُمَّ صَلَّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa ali sayyidinaa Ibraahiim, wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa ali sayyidinaa Muhammad kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa ali sayyidinaa Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah berkah kepada Muhammad beserta keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau yang Maha terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam.”

d. Takbir ketiga

Takbir ketiga yaitu membaca doa untuk jenazah. Adapun doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW. yaitu:

اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ باالْمَاءٍ وَالثَّلْجِ والْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ اْلجَنَّة وَأَعِدْهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

Allaahummaghfir la hu warham hu wa’aafi hi wa’fu’an hu, wa akrim nuzula hu, wawassi’ madkhala hu, waghsil hu bil maain wats tsalji wal baradi, wanaqqi hi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi, wa abdil hu daaran khairan min daari hi, wa ahlan khairan min ahli hi, wa zaujan khairan min zauji hi, wa adkhil hul jannati wa adkhil hu khairan zaujati, waqi hi fitnatal qabri wa’adzaban naari.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri yang lebih baik dari istrinya dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.”

Doa tersebut merupakan doa yang dipanjatkan untuk jenazah laki – laki. Jika jenazah tersebut perempuan, maka kata hu atau hi diganti dengan ha.

e. Takbir keempat

Saat takbir keempat membaca doa untuk keluarga yang ditinggalkan. Nabi Muhammad SAW. membaca doa berikut ini:

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِااْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فىِ قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِّـلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُفٌ الرَّحِيْمٌ

Allahumma laa tahrim naa ajra hu walaa taftinnaa ba’da hu waghfirlanaa wala hu wa li ikhwaaninal ladziina sabaquuna bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa ghillal lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim.

Artinya: “Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya.”

Doa tersebut merupakan doa yang dipanjatkan untuk jenazah laki – laki. Jika jenazah tersebut perempuan, maka kata hu diganti dengan ha.

f. Salam

Yang terakhir yaitu salam. Salam dari kanan lalu ke kiri.

Pelaksanaan sholat ghaib sama halnya dengan sholat jenazah. Yang membedakan hanya ada tidaknya jenazah tersebut.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan sholat ghaib yang telah dijabarkan secara jelas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu kamu ya. Terima kasih.