Tata Cara Sholat

3 min read

Tata Cara Sholat

Tata Cara Sholat – Sholat merupakan tiang agama. Oleh karena itu, seluruh umat Islam wajib mengerjakan sholat agar terhindar dari api neraka.

Karena sholat termasuk dalam rukun Islam, maka kita harus mengerjakan sholat sesuai dengan tata cara dan bacaan harus benar. Untuk itu, kali ini kami akan memaparkan tata cara sholat wajib lengkap dengan bacaan doa-doa nya di tiap gerakan sholat.

Gerakan Sholat
Tata Cara Sholat

Berikut merupakan tata cara sholat dengan bacaan sholat lengkap:

1. Niat

Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan sholat. Dalam melafalkan niat sholat bisa dibaca dalam hati atau pun dengan suara lirih.

2. Takbiratul Ikhram

Setelah membaca niat sholat kemudian dilanjutkan dengan membaca takbiratul ikhram:

اَللّهُ اَكْبَرُ

Allahu Akbar

Artinya:
Allah Maha Besar”.

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ikhram, harus membaca doa iftitah. Terdapat dua macam bacaan doa iftitah dan bisa menggunakan salah satu diantaranya.

Bacaan Doa Iftitah

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Allaahu akbar kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa.

Artinya:
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardla haniifaa wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin.

Artinya:
Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.”

Atau boleh juga membaca Doa Iftitah dengan doa sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allaahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allaahummaghsil khathayaaya bil maa’i wats tsalji wal barad.

Artinya:
Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauh kan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.

4. Membaca Surat Al Fatihah

Selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah.

Bacaan Surah Al Fatihah:

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillahir rahmaa nirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil ‘alamin. Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Semoga Allah memperkenankan”

5. Membaca Surat-Surat Pendek di Al Qur’an

Selesai membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua kemudian dilanjutkan dengan membaca Surat pendek atau pun ayat pada Al Qur’an.

6. Rukuk

Selesai membaca surat, kemudian mengangkat kedua belah tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu akbar”, lalu rukuk. Membaca doa ketika rukuk, bacaan doa rukuk dibaca sebanyak 3 kali.

Bacaan Rukuk

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdih.

Artinya:
Maha Suci Tuhanku, Tuhan Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”

7. Iktidal

Setelah rukuk terus bangkit dari rukuk dengan membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami’allaahu liman hamidah.

Artinya: 
Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya.

Pada waktu berdiri tegak membaca bacaan berikut:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil’ul ardhi wa mil ‘umaa syi’ta min syai’in ba’du.

Artinya:
Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

8. Sujud Pertama

Sesudah Iktidal, kemudian membaca takbir. Lalu dilanjutkan dengan melakukan sujud.

Membaca doa sujud sebanyak 3 kali, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal ‘a’la wabihamdih.

Artinya:
Maha Suci Tuhanku, Tuhan Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya.

9. Duduk Iftirasy atau Duduk di antara Dua Sujud

Setelah sujud kemudian duduk serta membaca “Allahu akbar”, dan membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berikanlah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

10. Sujud Kedua

Selesai membaca bacaan duduk di antara dua sujud, kemudian membaca takbir. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan sujud kedua. Sujud kedua dikerjakan sama seperti saat sujud pertama baik caranya maupun bacaannya.

Setelah sujud kedua, lalu berdiri dan membaca Takbiratul Ikhram untuk melanjutkan ke rakaat selanjutnya.

Untuk cara dan bacaan pada rakaat kedua dan seterusnya adalah sama, hanya saja tidak perlu membaca Doa Iftitah.

11. Duduk Tasyahud/Tahiyat Awal

Bacaan tasyahud awal:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya:
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan itu kepunyaan Allah. Keselamatan atas Engkau wahai Nabi Muhammad, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

12. Duduk Tahiyat Akhir

Setelah sujud kedua pada rakaat terakhir, maka dilanjutkan dengan melakukan duduk tahiyat akhir. Bacaan duduk tahiyat akhir seperti tahiyat awal yang ditambahkan dengan sholawat nabi.

Bacaan sholawat nabi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shallaita ‘alaa Ibraahim wa ‘alaa aali Ibraahimm innaka hamiidum majiid. Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarakta ‘alaa Ibraahim wa ‘alaa aali Ibraahimm innaka hamiidum majiid.

Artinya: 
Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

13. Salam

Setelah tahiyat akhir, kemudian salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri dengan membaca:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullah.

Artinya:
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga dilimpahkan kepada kamu sekalian.”

Baca Juga:

Tata cara sholat harus dikerjakan secara berurutan dengan benar. Semua bacaan sholat hendaknya dilafalkan dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh terburu-buru ketika membacanya.