Tata Cara Tayammum

3 min read

tata cara tayamum

Mungkin dari kita jarang sekali melihat orang yang sedang bertayammunm bukan? Karena dalam proses bertayammum ini, bila tidak ada air atau dalam keadaan sedang di perjalanan.

Dalam melakukan berwudhu dengan tayamum, yakni dapat membantu seseorang untuk bersuci jika air tersebut sedang tidak ada. Kalian pasti pernah mendengar dengan istilah tayammum bukan? Tetapi tidak mengerti manfaat dan kapan dilakukan nya proses tayammum teserbut.

Nah, dalam pembahasan kali ini akan menjelaskan mengenai tata cara bertayammum dan kapan proses tayammum akan lakukan. Yuukk.. Simak penjelasan nya sebagai berikut.

Apa itu Tayammum ?

Pengertian Tayamum adalah untuk menggosok tanah atau debu pada wajah dan tangan hingga siku, beberapa kondisi menggantikan mencuci dan mandi.

Tayamum ialah sebuah metode dalam pembersihan yang berbeda dari mandi dan dapat untuk bersuci. Tayamum juga merupakan pengganti sebuah untuk mencuci dan berwudhu sebagai membuat pembersihan yakni akan lebih mudah bagi seseorang yang tidak dapat menggunakan air karena berbagai kendala.

Berdasarkan pada firman Allah SWT dalam ayat Al-Maida, ayat 6.

Al-Maida-ayat-6

Artinya:
“Dan jika kamu sedang sakit atau dalam suatu perjalanan atau kembali dari suatu tempat dan ketika tidak sengaja menyentuh seorang wanita, tidak akan mendapatkan air, maka bertayammum lah tanah yang baik (bersih), sapulah terhadap wajahmu dan tanganmu dengan menggunakan teanah tersebut.” (QS Al-Maidah: 6)

Berdasarkan pada ayat di atas, alasan bila seseorang akan melakukan tayammum yakni ketika:

  • Sedang dalam perjalanan.
  • Karena sakit, ada ketakutan bahwa air memperburuk rasa sakit dan memperlambat pemulihan.
  • Karena tidak ada air.

Alasan Melakukan Tayamum

Terdapat alasan mengapa seseorang melakukan proses tata cara tayammum, diantaranya ialah:

  • Saat dalam perjalanan panjang.
  • Air tempat suhu atau kondisi dapat mengundang Kemudharatan.
  • Airnya hanya untuk diminum.
  • Jumlah air tidak mencukupi, karena jumlahnya kecil atau sangat sedikit.
  • Mencoba mencari air, tetapi tidak ditemukan dengan keberadaan air tersebut.
  • Letak pada sumber air yang memiliki resiko sangat berbahaya.
  • Keberadaan air yang begitu jauh, yang mengarah akan terjadinya keterlambatan dalam melakukan ibadah sholat.
  • Sedang keadan sakit dan tidak boleh menyentuh air.

Syarat Sah Tayamum

Adapun syarat sah yang dilakukan saat melaksanakan tayammum ialah:

  • Telah memasuki pada waktu ibadah sholat.
  • Menghilangkan kotoran atau najis terharap tubuh.
  • Memenuhi alasan atau saat melaksanakan proses tayamum.
  • Sudah mencoba untuk mencari air, tetapi tidak dapat menemukannya.
  • Menggunakan tanah berdebu yang bersih dan bebas dari kotoran dan najis.
  • Tidak menstruasi atau melahirkan untuk perempuan wanita.

Sunah Ketika Melaksanakan Tayamum

Berikut merupakan sunah ketika sedang melaksanakan proses berwudhu dengan tayammum yakni:

  • Membaca bacaan basmalah.
  • Menghadap dengan ke arah kiblat.
  • Dapat membaca doa ketika sedang selesai melakukan proses tayamum.
  • Mendahulukan bagian kanan dari pada bagian kiri.
  • Dapat meniupkan debu yang berada ditelapak tangan tersebut.
  • Menggodoksela jadi dengan menyapu tangan sampai ke bagian siku.

Tata Cara Tayammum

Cara-Melakukan-Tayammum

Terdapat beberapa penjelasan dalam tata cara dalam bertayammum, dikatakan dalam kitab yakni ‘Bidayatul Hidayah’ oleh Imam Al-Ghazali, yakni:

a. Siapkan debu yang bersih atau tanah yang berdebu. Ulama dapat memungkinkan dalam penggunaan debu pada dinding, kaca atau tempat-tempat lain yang dianggap bersih.

b. Disunnahkan dengan menghadap ke kiblat, lalu letakkan kedua telapak tangan di atas debu, dengan jari-jari kedua telapak tangan ditekan secara bersamaan.

c. Dalam keadaan tangan masih berbaring di dinding atau di atas debu, harus mengucapkan Basmallah dan niatkan sebagai berikut:

Niat-Tayammum

Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala

Artinya:
“Aku berniat untuk bermaksud agar dapat bertayamum untuk melaksanakan sholat karena Allah.

Pada niat di atas, bila akan melakukan sholat dengan bertayammum. Berbeda ketika ingin melakukan ibadah lain, seperti membaca Alquran atau sesuatu yang lain. Kemudian, niat diubah sesuai dengan tujuan pembersihan.

d. Usapkanlah pada kedua telapak tangan dengan bagian ke seluruh wajah. Tidak seperti wudhu, Tayamum tidak membutuhkan debu untuk diterapkan pada area tipis dan tebal di bawah rambut atau di wajah.

Disarankan untuk meratakan debu pada semua bagian wajah. Dan itu cukup menyentuh debu, karena pada dasarnya lebar wajah tidak melebihi lebar dua telapak tangan. Dengan demikian “debu” rata di wajah, cukup untuk mengandalkan dugaan yang begitu sangat kuat (Ghalibuzhan).

e. Bagian tangan berikutnya ialah saat akan melepas cincin yang berada di jari-jari dan meletakkan telapak tangan kembali ke debu, kali ini jari-jari direntangkan. Kemudian pegang kedua telapak tangan, dengan telapak tangan kanan di atas tangan kiri tersebut.

Jepit jari-jari dan jangan mencoba menjauhkan jari kanan dari jari telunjuk kiri atau jari telunjuk kanan untuk mengenai jari telunjuk kiri.

f. Pada bagian telapak tangan kiri lalu usapkan pada bagian lengan kanan hingga ke siku. Kemudian, pada bagian tangan kanan diputar untuk mengusapkan pada bagian sisi lain dari lengan kanan.

Pada bagian telapak tangan diusapkan dengan siku sampai ibu jari kiri diusapkan terhadap ibu jari kanan lagi. Lakukan hal yang sama dengan tangan kiri seperti sebelumnya.

g. Satukan kedua telapak tangan dan gosok di antara jari-jari .

h. Setelah melakukan proses tayamum, beberapa ulama dapat merekomendasikan dalam membaca doa penyucian

Hikmah Disyari’atkan Tayammum

Tayyamum ialah sebuah proses untuk menyucikan diri kita dan untuk bersyukur atas Syariah ini dan tidak membebani diri kita sama sekali, seperti akhir dari Firman Allah dalam ayat Al Maidah, ayat 6.

Surat-Al-Maidah

“Allah tidak ingin menyulitkan bagi hambanya, tetapi Dia ingin membersihkan dan menyempurnakan dalam berkah-Nya pada atas segala nikmatnya dapat bersyukur.” (Surat Al-Maida: 6).

Abul Faroj Ibnul Jauziy rohimahullah mengatakan bahwa ada empat penafsir dalam ahli seorang tafsir yang dapat mendukung apa yang Allah maksudkan dalam ayat ini.

Pertama, nikmat yang berada dalam hadist tersebut ialah berupa akan diampuni segala dosa-dosanya.

Kedua, nikmat bantuan dalam bentuk pedoman iman, kesempurnaan agama, yaitu pendapat Ibnu Zaid Rohimahullah.

Ketiga, nikamt berupa dengan keringanan sebagai melakukan proses tayammum bagi pendapat Maqotil dan Sulaiman.

Keempat, niat berupa menyukai dalam bentuk pernyataan Syariah, ini adalah pendapat bagi beberapa seorang ahli tafsir.

Pembatal Tayammum

Tayammum tidak lagi diizinkan jika air ditemukan pada orang yang menggunakan tayammum karena kekurangan air, dan orang yang tidak dapat menggunakan air atau tidak ada rasa sakit lagi karena ketidakmampuan untuk menggunakan air. Namun, doa atau ibadah lain yang telah ia lakukan sebelumnya sah dan tidak perlu diulang.

Dasar Hukum

Dalam keadaan tersebut, Islam telah memudahkan terhadap umatnya untuk melakukan tayammum dan menggantikan wudhu sebagai bentuk pembersihan hadas. Dasar hukum untuk kenyamanan terkandung dalam Quran An-Nis, ayat 43.

“Dan jika kamu sedang sakit, dalam perjalanan, datang dari toilet, menyentuh seorang wanita, dan kamu tidak akan mendapatkan air, kemudian menuai dengan tanah yang baik (suci), usap wajah dan tanganmu “

Hal ini dijelaskan bahwa diperbolehkan untuk melakukan proses tayammum, yaitu ketika sedang dalam keadaan sakit yang tidak dapat mengizinkan berwudhu. Juga dalam perjalanan, di pesawat terbang atau kendaraan lain yang tidak dapat melakukan pencucian. Atau setelah buang air besar atau Junub. Bagaimana jika ini kemudian disertai dengan situasi tidak adanya air.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang dapat kami sampaikan mengenai Tata Cara Tayammum. Ternyata dalam tayammum dapat dilakukan dengan menggunakan debu yang suci. Semoga pembahasan ini, dapat bermanfaat dan dapat berguna bagi Anda.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

_pur
3 min read