Waktu Mustajab Berdoa Di Hari Jum’at

2 min read

Waktu Mustajab Berdoa

Waktu Mustajab Berdoa – Bagi umat Islam, Jumat adalah hari istimewa yang penuh berkah. Beberapa hadits disebutkan pada hari Jumat untuk meninggikan doa. Karena hari Jumat termasuk dalam shalat mustajabnya. Seperti yang disebutkan dalam hadits di bawah ini.

Dari Abu Hurairah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya)

Menurut beberapa hadits, Jumat kedua adalah waktu shalat Mustajab. Lalu kapan dua kali?

Pertama-tama, itu adalah antara duduk pendeta dan akhir shalat Jumat. Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari. Dia berkata, “Abdullah bin Umar bertanya padaku, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai waktu mustajabnya doa di hari Jumat?” Abu Burdah menjawab, “Iya betul, aku pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khutbah hingga imam menunaikan shalat Jumat.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Dalam riwayat lain oleh Amr bin Auf al-Muzanni Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya pada hari jumat terdapat satu waktu, jika para hamba memohon kepada Allah, pasti akan dikabulkan oleh Allah. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, waktu kapankah itu?’ Jawab beliau, “Ketika shalat dimulai hingga selesai shalat.” (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah)

Kemudian dua kali ke Ashar. Tentang Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda: Ada saatnya di hari Jum’at ketika Allah akan memberinya apa yang dia minta ketika seorang pelayan Muslim berdoa kepada Allah sesuai dengan waktu. Ini setelah tengah hari. (HR. Ahmad)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Jabir bin Abdillah Radhiyallahu’ anhuma: “Pada hari jumat ada 12 jam. Diantaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah berikan. Carilah waktu itu di penghujung hari setelah ashar.” (HR. Abu Daud dan An-Nasai)

Sementara itu, Abdullah bin Sallam RA pernah bertanya kepada Nabi SAW: “Kami menjumpai dalam kitabullah, bahwa di hari jumat ada satu waktu, apabila ada seorang hamba beriman melakukan shalat bertepatan dengan waktu tersebut, kemudian memohon kepada Allah, maka Allah akan penuhi permohonannya.” Kemudian Nabi SAW berisyarat kepadaku, ‘Itu hanya sebentar?’ ‘Anda benar, hanya sebentar.’ Jawab Abdullah bin Sallam. Lalu Abdullah bertanya, ‘Kapan waktu itu’. Jawab beliau, “Itu adalah waktu di penhujung hari.” ‘Bukankah itu waktu larangan shalat?’ Rasulullah SAW pun menjawab, “Benar, namun ketika seorang hamba melakukan shalat (di awal asar), lalu dia duduk menunggu shalat berikutnya, dia terhitung sedang melakukan shalat.” (HR. Ibnu Majah)

Salah satu waktu Mustajab untuk shalat adalah Ba’da Ashar pada hari Jumat. Seperti yang dikatakan Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam:

Waktu-Mustajab-Berdoa-1

Artinya:
“Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.’[HR. Abu Dawud]

Iman Ahmad rahimahullah menyatakan bahwa era Mustajab adalah ba’da ashar, katanya,

Waktu-Mustajab-Berdoa-2

Artinya:
“Kebanyakan hadits mengenai waktu yang diharapkan terkabulnya doa adalah ba’da ashar dan setelah matahari bergeser (waktu shalat jumat).”

Ibn Qayyim berkata:

Waktu-Mustajab-Berdoa-3

Artinya:
“Waktu ini ini adalah akhir waktu ashar dan diagungkan oleh semua orang yang beragama”

Waktu Mustajab Berdoa

Apa arti ba’da ashar? Demikian pernyataan Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid Hafidzahullah. Dia berkata,

Waktu-Mustajab-Berdoa-4
Waktu-Mustajab-Berdoa-5

Artinya:
“Bagi yang menginginkan mencari waktu mustajab setelah Ashar hari jumat, ada beberapa cara:

  1. Tetap tinggal di masjid setelah shalat ashar, tidak keluar dari masjid dan berdoa. Ditekankan ketika akhir waktu ahsar (menjelang magrib), ini adalah kedudukan tertinggi.

Said bin Jubair jika sholat ashar tidaklah berbicara dengan seorangpun sampai tenggelam matahari.

  1. Ia berangkat ke masjid menjelang magrib kemudian shalat tahiyatul masjid, berdoa sampai akhir waktu ashar ini adalah kedudukan pertengahan
  2. Ia duduk ditempatnya –rumah atau yang lain- berdoa kepada Rabb-nya sampai akhir waktu ashar. Ini adalah kedudukan terendah.

Sebelum memanfaatkan waktu lama Ashar di hari Jumat, amati semangat salaf.

Ibn Qayyim berkata:

Waktu-Mustajab-Berdoa-6

Artinya:
“Dahulu Sa’id bin Jubair apabila telah shalat ashar, ia tidak berbicara dengan seorang pun sampai tenggelam matahari (magrib) karena sibuk dengan berdoa.”

Waktu-Mustajab-Berdoa-7

Artinya:
“Dahulu Thawus bin Kaisan jika shalat ashar pada hari Jumat menghadap kiblat, ia tidak berbicara dengan seorang pun sampai tenggelam matahari (magrib).”

Catatan:
Ini juga bisa dilakukan oleh wanita di rumah setelah memberikan Ashar kepada wanita jika mereka memiliki harapan. Begitu juga mereka yang mengalami masalah saat sampai di masjid karena sakit atau udhur lainnya.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Waktu Mustajab Berdoa. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.

Waktu Mustajab dalam Berdoa

_pur
3 min read

Adab Mandi Wajib

Mandi wajib diartikan dengan cara menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadas besar.
_pur
3 min read

Bacaan Ayat Kursi

Doa ibu
2 min read