Waktu Mustajab dalam Berdoa

3 min read

Waktu Mustajab Berdoa

Waktu Mustajab dalam Berdoa – Berdoa merupakan cara kita untuk berharap kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Mintalah apapun yang baik kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Selain itu berdoa juga merupakan salah satu cara kita berkomunikasi kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Ketika beban dalam hidup membuat seseorang jatuh terpuruk, kamu masih memiliki Allah Subhanahu wa ta’ala. Setiap orang mempunyai masalah masing-masing. Kita tidak tahu apakah musibah itu dapat membuat seseorang down hingga ingin menyerah atau tidak. Hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala tempat mengadu, tempat mencurahkan segala rasa yang ada di hati, tempat kita berharap, dan berdoa. Allah Subhanahu wa ta’ala selalu ada untuk kita.

Tapi terkadang manusia terlalu angkuh dan tidak mau berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Padahal berdoa merupakan salah satu hal yang disukai bahkan dinanti oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Berdoa dapat dilakukan kapan pun, tidak ada batasan, mau sebanyak apa doanya pun tidak masalah. Pada waktu-waktu tertentu pun, doa kita akan diijabah dan didengar Allah Subhanahu wa ta’ala. Bukan berarti di luar waktu tersebut doa kita tidak dengar ya.

Pada waktu mustajab untuk berdoa, doa yang kita panjatkan insya Allah akan diijabah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Tahukah kamu kapan waktu mustajab untuk berdoa? Artikel kali ini akan membahas mengenai waktu mustajab untuk berdoa. Simak hingga selesai ya.

Mustajab merupakan waktu yang tepat untuk berdoa.

Adapun berikut ini waktu-waktu mustajab untuk berdoa:

1. Setelah sholat fardhu

Dalam sehari umat Muslim melaksanakan sholat lima waktu. Tidak ada salahnya berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Tetapi kenapa masih banyak orang yang berat sekali mengangkat tangan untuk berdoa. Padahal bermain gadget saja berjam-jam tidak lelah.

Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Beliau menjawab,

جَوْفَ اللَّيْلِ اْلآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكتُوْبَاتِ

Artinya: “Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai sholat fardhu.” (HR. At Tirmidzi)

2. Sepertiga malam terakhir

Pada waktu sepertiga malam yaitu ketika tiba waktu sholat tahajud kerjakanlah ibadah tersebut dan berdoalah dengan sepenuh hati. Insya Allah akan dikabulkan apa yang kamu pinta.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَتَنَزَّلُ رَبَّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلُّ لَيْلَةٍ إلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرِ فَيَقُوْلُ مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلْنِيْ فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُ نِيْ فَأَغْفِرَلَهُ

Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, Kemudian berfirman: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon kepada-Ku, pasti Aku akan perkenankan, dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku, pasti Aku akan ampuni”. “ (HR. Al Bukhari dan Muslim)

3. Waktu berbuka puasa

Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةٌ لاَ تُرَدُ

Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR. Ibnu Majah)

Seperti yang diketahui berpuasa merupakan suatu ibadah yang disukai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Bahkan ketika seseorang yang berpuasa akan berbuka puasa, saat itulah Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan keberkahan dengan mengabulkan doa tersebut.

4. Hari Jumat

Seperti yang kita ketahui, hari Jumat merupakan hari yang baik. Bersedekah pada hari ini pun akan memperoleh keberkahan yang berlipat ganda. Apalagi perihal berdoa.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ لِسَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّيْ يَسْأَلُ الله خَيْرًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا يُزْهِدُهَا

Artinya: “Sesungguhnya pada hari Jumat ada satu waktu di mana seorang hamba muslim yang sholat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan akan diberikan padanya apa yang ia minta, kemudian Beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

5. Antara adzan dan iqomah

Ketika mendengar suara adzan bersiaplah, kerjakanlah sholat secara berjamaah. Berdoalah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Bukan malah sibuk mengerjakan hal lain. Sungguh di saat itu waktu yang amat baik untuk berdoa.

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَيُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ اْلآذَانِ وَاْلإِقَامَةِ

Artinya: “Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, dan Al Baihaqi)

6. Waktu sujud dalam sholat

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَمَّا السُّجُوْدُ فَاجْتَهِدُوْافِي الدُّعَاءِ فَقُمَنَّ أَنْ يُسْتَجَابَلَكُمْ

Artinya: “Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan.” (HR. Muslim)

7. Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar merupakan malam yang mulia dan merupakan waktu mustajab dalam berdoa. Seperti yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala firmankan dalam Al Quran pada surat Al Qadr ayat 3 sampai 5.

8. Turun hujan

Hujan merupakan berkah yang Allah Subhanahu wa ta’ala berikan. Oleh karena itu, berdoa di waktu ini merupakan waktu yang mustajab dalam berdoa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Artinya: “Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan yaitu: saat bertemunya dua pasukan (tentara yang bertempur), saat menjelang sholat dilaksanakan, dan saat hujan turun.” (HR. Al Baihaqi)

Dengan berdoa di waktu mustajab menjadi salah satu cara kita dalam ikhtiar. Jangan ragu untuk berdoa. Hilangkanlah sifat sombong dan angkuh dalam diri.

Berserah diri dan jangan pernah lelah berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir ayat 60)

Oleh karena itu, teruslah mendekatkan diri kita dan berdoa dengan sepenuh hati, serta yakin kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai waktu mustajab dalam berdoa. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amiin ya Rabbal Alamiin. Terima kasih.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read