Yaumul Hasyr

2 min read

Yaumul Hasyr

Yaumul Hasyr – Manusia yang hidup pasti akan meninggal. Setiap manusia akan meninggal dunia nantinya. Setelah itu manusia yang telah meninggal akan berada di alam kubur. Manusia kan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir. Malaikat Munkar dan Nakir merupakan malaikat yang bertugas bertanya kepada mayat.

Semua yang berjiwa pasti mati, bumi dan segala isinya hancur berantakan. Hal itu akan terjadi jika hari kiamat tiba. Saat Malaikat Isrofil diperintahkan oleh Allah SWT. meniupkan sangkakala untuk yang pertama kalinya, maka saat itu hari kiamat tiba.

Kemudian, saat sangkakala ditiup kembali maka semua akan bangkit kembali dan berkumpul di satu tempat, yaitu padang Mahsyar. Saat itu merupakan Yaumul Hasyr.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai pengertian Yaumul Hasyr.

Pengertian Yaumul Hasyr

Yaumul hasyr atau yaumul Mahsyar merupakan hari di mana dikumpulkannya manusia di padang Mahsyar. Padang Mahsyar merupakan tempat dikumpulkannya seluruh manusia setelah hari kiamat, dari zaman Nabi Adam as. hingga hari kiamat datang.

‘Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَجْمَعُ اللهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ قِيَامًا أَرْبَعِيْنَ سَنَةً شَاخِصَةً أَبْصَارُهُمْ يَنْتَظِرُوْنَ فَصْلَ الْقَضَاءِ

Artinya: “Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir, pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan – pandangan mereka menatap (ke langit), menanti pengadilan Allah.” (HR. At Thabrani dan Ibnu Abi Ad Dunya)

Seluruh manusia yang telah meninggal akan dibangkitkan kembali ketika Nabi Isrofil laksanakan perintah Allah SWT. yaitu meniup sangkakala. Sangkakala yang ditiup ke dua kalinya menandakan bahwa seluruh umat manusia tanpa terkecuali bangkit kembali. Berkumpul di padang Mahsyar, menunggu giliran atas seluruh amal perbuatan manusia di hisab oleh Allah SWT.

Allah SWT. berfirman bahwa:

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

Artinya: “(Ingatlah) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya lagi. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (QS. Al Anbiya ayat 104)

Padang pasir

Saat semua manusia berkumpul di padang Mahsyar, semua manusia menunggu keputusan dari Allah SWT. Apakah dia akan masuk surga ataukah neraka? Apakah amal ibadah selama hidupnya diterima atau tidak? Diampuni atau tidak dosa – dosanya?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيْمُ

Artinya: “Sesungguhnya orang yang pertama mendapatkan pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.” (HR. Al Bukhari)

Allah SWT. berfirman dalam surat Ar Rum ayat 27 yaitu:

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya: “Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi -Nya. Dan memiliki sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ar Rum ayat 27)

Saat berada di padang Mahsyar, semua manusia dalam keadaan telanjang, tidak menggunakan baju sehelai benang pun, dan ketika itu matahari tepat berada di atas kepala mereka dengan jarak yang sangat dekat. Semua manusia yang berkumpul menunggu giliran untuk di hisab seluruh amal perbuatan baik dan buruknya oleh Allah SWT.

Sahl bin Sa’ad As Sa’idi radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ النَّقِىِّ لَيْسَ فِيهَا عَلَمٌ لأَحَدٍ

Artinya: “Akan dibangkitkan, dikumpulkan semua manusia di atas bumi yang putih, seperti kapas yang jernih. Tidak ada tanda (identitas) bagi seseorang.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Pada hadits lain juga disebutkan,

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً : قُلْتُ(عَائِشَةُ ) يَا رَسُولَ اللَّهِ النِّسَاءُ وَالرِّجَالُ جَمِيعًا يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالَ – صلى الله عليه وسلم – يَا عَائِشَةُ الأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ

Artinya: “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat, tidak beralas kaki, tidak berpakaian, tidak berkhitan”. Aku (‘Aisyah) bertanya lagi: “Ya Rasulullah, kalau demikian tentu satu sama lain akan saling melihat, apakah tidak malu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Keadaan manusia pada hari itu sangatlah dahsyat, lebih dahsyat berfikir tentang keadaan diri mereka daripada melihat aurat masing – masing.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Kemudian pada hadits lain yaitu:

Dari Abu ‘Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَدْنُو الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى قَدْرِ مِيلٍ ، وَيُزَادُ فِي حَرِّهَا كَذَا وَكَذَا يَغْلِي مِنْهَا الْهَامُّ كَمَا تَغْلِي الْقُدُورُ يَعْرَقُونَ فِيهَا عَلَى قَدْرِ خَطَايَاهُمْ مِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ إِلَى كَعْبَيْهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ إِلَى سَاقَيْهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ إِلَى وَسَطِهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ

Artinya: “Matahari akan direndahkan (didekatkan) dengan kepala manusia, sampai jarak antara matahari dengan kepala manusia hanya satu mil. Dan panasnya ditambah sampai dengan begini dan begini, sehingga otak menjadi mendidih, sebagaimana air dalam bejana. Dan mereka berkeringat sesuai dengan kadar kesholihan mereka, sehingga menenggelamkan kedua mata kakinya, kedua betisnya, pinggangnya, bahkan diantara mereka ada yang dibungkam oleh keringatnya sendiri.” (HR. Ahmad)

Setelah manusia meninggal terdapat tahapan – tahapan yang akan dilalui manusia hingga akhirnya memasuki surga tau neraka. Adapun tahapan – tahapan yang di maksud yaitu sebagai berikut:

  1. Alam kubur
  2. Hari Kebangkitan yang ditandai dengan peniupan sangkakala yang ke dua
  3. Dikumpulkan seluruh umat manusia di Yaumul Hasyr atau Padang Mahsyar
  4. Syafaat, Syafaat yang diberikan Nabi Muhammad SAW. kepada beberapa umat Muslim
  5. Yaumul Hisab
  6. Shirotol Mustaqim atau menyeberangi jembatan
  7. Surga dan Neraka

يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ

Artinya: “(Yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan – akan mereka pergi dengan segera kepada berhala – berhala (sewaktu di dunia).” (QS. Al Ma’arij ayat 43)

Baca Juga:

Demikianlah materi tentang Yaumul Hasyr. Semoga artikel ini dapat menjadikan kamu lebih mawas diri dan lebih taat lagi kepada Allah SWT. agar amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. serta termasuk orang – orang yang beruntung. Amiin. Terima kasih.

Cara Menyambut Bulan Ramadhan

_pur
3 min read

Keutamaan dari Bulan Ramadhan

_pur
2 min read

Pengertian Istiqomah

_pur
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *